Gaya Ahok; Dicintai Rakyat, DIbenci Birokrat

Gaya Ahok; Dicintai Rakyat, DIbenci Birokrat

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 14:47 WIB
Gaya Ahok; Dicintai Rakyat, DIbenci Birokrat
Jakarta - Akhir-akhir ini gaya Ahok dalam melakukan kewajibannya selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta menjadi sorotan.

Terlebih dengan adanya beberapa kata-kata yang boleh dikatakan 'kasar' sehingga membuat beberapa birokrat mengeluh tertekan. Apalagi hal tersebut di unggah dalam jejaring sosial.

Banyaknya masyarakat yang 'respect' terhadap apa yang dilakukan Ahok seolah-olah memberikan kita gambaran bahwa masyarakat menginginkan perubahan terhadap lingkungannya, khususnya Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin, cara yang seperti inilah yang dapat mengubah lingkungan melalui birokrasi, walaupun banyak yang mengecam dan mengeluh atas cara yang dilakukan ahok.

Sebagian kalangan berpendapat bahwa hal ini tidak sepantasnya dilakukan kepada para birokrat, sebab akan membuat pihak yang bersangkutan "tertekan".

Namun jika hal tersebut tidak dilakukan, bukankah rakyat yang akan "tertekan" jika haknya tidak terpenuhi? Adalagi yang berpendapat bahwa tindakah Ahok hanya sebuah pencitraan belaka.

Pendapat ini seolah-olah manganggap bahwa semua orang didunia ini tidak ada yang baik, dan segala sesuatu pasti ada kepentingan dibaliknya, namun jika kepentingannya adalah membangun Jakarta yang lebih baik bagaimana? Kita lihat saja nanti.

Setidaknya terdapat dua hal yang bertolak belakang dengan gaya ahok menjalankan kewajibannya selaku wagub.

Pertama; berhembusnya angin perubahan terhadap kinerja para birokrat. Dengan "metode marah" tersebut setidaknya menjanjikan banyak perubahan terhadap se-'abrek'nya permasalah di Jakarta. Otomatis dengan gayanya ini Ahok dicintai oleh rakyat.

Kedua, gaya kepemimpinan yang "hard-power" ini seolah-olah memberi warning terhadap para birokrat untuk keluar dari "zona nyaman", menuju "zona tidak nyaman" yaitu lebih meningkatkan kinerja untuk melaksanakan kewajiban sebagai "pelayan" atau "melayani" rakyat.

Duduk manis, bersantai-santai, dan menghambur-hamburkan uang untuk sekedar melaksanakan proyek tentu bukan zamannya lagi, mungkin inilah yang membuat ahok di benci oleh "sebagian" birokrat.

Terlepas dari banyaknya kontroversi terkait hal tersebut, setidaknya satu hal yang dapat di ambil kesimpulan, bahwa ahok ingin mengubah Jakarta (melalui jalur birokrasi) dengan menggunakan gaya-nya sendiri, bukankah banyak jalan menuju Roma?

Mungkin salah satu cara yang ditempuh Ahok adalah salah satunya.

*Penulis adalah Peneliti MIZAN Institute, Sedang menyelesaikan Master di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Negeri Sembilan, 78100.


Rahmat Hakim
akoeholic@gmail.com

(wwn/wwn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads