Tak ada yang menggambarkan mereka adalah orang-orang yang angkuh, sombong, dan haus akan kekayaan dunia.
Segala bentuk kemudahan untuk mensejahterakan masyarakat selalu menjadi jargon yang selalu menjadi yel-yel dimana saja ada waktu dan kesempatan untuk membuat masyarakat percaya bahwa mereka adalah kandidat yang paling pantas untuk memimpin masyarakat Bengkulu beberapa tahun ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak tahukan mereka bahwa masyarakat telah lelah dengan semua bentuk kebohongan yang mereka buat. Masyarakat sudah menaruh rasa tidak percaya yang berlebihan.
Ada memang, masyarakat yang masih percaya tidak semua kandidat calon Walikota Bengkulu ini semuanya bobrok. Masih ada jiwa-jiwa yang bersih yang benar bekerja untuk masyarakat bukan dipekerjakan.
Pemilukada Kota Bengkulu masih menyisakan satu bulan lagi (19/09/2012), telah banyak janji-janji yang dilontarkan para calon Walikota Bengkulu ini. Masyarakat pun sebagian telah termakan oleh rayuan dan janji manis itu.
Apalagi masyarakat kurang mampu, mereka sering menjadi sasaran bentuk kepedulian sesaat para calon Waikota terhadap kehidupan mereka.
Para calon Walikota berebut untuk memberikan sumbangan, pengobatan gratis, dan berbagai bentuk kegiatan sosial lainnya, yang jika dilihat secara kasat mata, mereka para calon Walikota ini adalah orang yang sangat peduli terhadap keberlangsungan hidup masyarakat miskin.
Tetapi kenapa kah, baru saat membutuhkan suara-suara rakyat untuk kepentingan calon Walikota ini mereka “berebut†untuk peduli.
Lalu kemanakah mereka selama ini? Suara jeritan kesakitan di Rumah Sakit yang tidak mendapatkan pelayanan dari pihak Rumah Sakit, anak-anak terpaksa menguburkan harapan dan cita-cita untuk mengabdi terhadap Negeri ini.
Pedagang terpaksa pontang-panting untuk menggelar lapak dagangnya, kecelakaan yang merenggut nyawa-nyawa tak berdosa akibat buruknya inprastruktur jalan, dan masih banyak jeritan kepiluan masyarakat kurang mampu yang seolah tenggelam oleh kerasnya persaingan hidup saat ini.
Lalu apakah jargon-jargon mensejahterakan masyarakat itu yang diperlukan oleh masyarakat saat ini?
Pada kenyataannya mereka tidak butuh jargon untuk menentukan pilihan, mereka tidak membutuhkan yel-yel untuk memilih, mereka tidak membutuhkan perhatian sesat untuk menentukan pilihan. Masyarakat sekarang lebih membutuhkan "apa yang telah kalian perbuat selama ini terhadap kami".
Lebih kepada pengabdian yang tulus, bekerja sebenarnya dari hati, bukan bekerja setengah hati.
Hendaknya para calon Walikota menyadari sepenuhnya apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bukan banyaknya baliho, bukan saling mengklaim, bukan banyaknya tim pemenangan, dan bukan juga saling menjatuhkan, yang akan menjadi pemenang.
Sosok yang hangat, yang benar-benar telah memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan telah menyimpan berita baik di hati masyarakat itulah yang akan jadi pemenang.
*Penulis adalah fasilitator PNPM MP Kota Bengkulu
Jun Mahdi
Jl. WR. Supratman, Bengkulu
mahdijun96@gmail.com
087894674866
(wwn/wwn)











































