Harapan Baru akan Alutista Indonesia

Harapan Baru akan Alutista Indonesia

- detikNews
Selasa, 17 Jul 2012 10:25 WIB
Harapan Baru akan Alutista Indonesia
Jepara - Pertahanan negara merupakan upaya suatu bangsa untuk tetap hadir (survive) bahkan berjaya ditengah proses bangsa itu sendiri maupun dalam hubungannya dengan bangsa/negara lain.

Sepanjang proses dalam bangsa kita sendiri kita harus mempertahankan persatuan dan kestabilan bahkan peningkatan ekonomi untuk menghidupi semua komponen bangsa secra adil dan menciptakan prospek lebih baik untuk kehidupan bangsa ini.

Perbedaan pendapat bisa berkembang menjadi pemaksaaan kehendak secara fisik bahkan gerakan bersenjata yang terorganisir, hal ini jelas membahayakan kepentingan umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan suatu rencana jangka panjang (strategis) kadang melahirkan serangan bersenjata yang bisa berasal dari komponen bangsa ini sediri maupun dari bangsa lain/luar negeri.

Ancaman bersenjata masa kini bisa berupa terorisme, separatisme, maker maupun serangan negara lain ke wilayah Republik Indonesia baik berupa perslisihan perbatasan pada daerah tertentu maupun serangan dan penguasaan daerah tertentu demi keuntungan negara tersebut.

Gangguan ancaman bersenjata tersebut logikanya hanya terbatas daerah tertentu dan situasinya khas daerah itu, misalnya kepulauan, perairan, hutan berbukit, pedesaan bahkan perkotaan.

Gerakan menyeluruh se Nusantara mungkin bisa dilakukan teroris tetapi serangan menyeluruh se Nusantara yang membentang sepanjang 5.150 km dan lebar 1.700 km serta alam yang aneka ragam; laut dalam, dangkal, darat dan lain-lain tampaknya hanya bisa dilakukan oleh suatu negara Super Power.

Sebaliknya kita yang mempunyai semangat non offensive (tidak mau menyerang Negara lain) juga tidak akan melakukan gerakan militer serempak seluruh Indonesia.

Sifat defensive atau pertahanan garis depan dapat berupa rangkaian markas patroli yang berkesinambungan sepanjang perbatasan misalkan setiap beberapa ratus kilometer di darat dimana masing-masing markas mempunyai kelengkapan untuk memantau (dengan Remote Piloted Vehicle/pesawat kecil tanpa awak maupun helikopter dengan pelacak infra merah).

Memeriksa dan berhadapan langsung dimana helicopter BO 105 bisa menerjunkan pasukan kecil yang dilengkapi kendaraan kecil serba guna ("Croco = Cross Country") yang pasti bisa menggentarkan para pelaku illegal logging bahkan gerakan pengganggu tapal batas di Kalimantan, markas perbatasan mampu melakukan pertahanan/perlawanan terhadap serangan awal musuh (bisa dilengkapi meriam Vulcan 90 mm yang bisa diangkut oleh helicopter BO 105).

Bahkan berjaringan dengan ke empat unsur pertahanan di bawah ini. Pertahanan "catenaccio" yang kokoh bagaikan kesebelasan Italia itu tidak hanya defensive belaka tetapi jika ada intervensi maka ke empat unsur dibawah ini siap melakukan pemotongan jalur lawan, mengisolir lawan yang sudah masuk dan menghancurkannya

Dari kemungkinan skenario diatas kita bisa berharap agar alat utama sistem pertahanan (alutsista) memenuhi beberapa kriteria:

  1. Mudah dan cepat dipindahkan serta fleksibel penggunaannya.
  2. Mematikan musuh secepatnya agar masalah tidak berkepanjangan.
  3. Tidak mudah dilumpuhkan musuh dan tidak memberi kesempatan musuh untuk menduduki atau pun mengembangkan strateginya.
  4. Bersifat preventive dengan mendeteksi awal gerakan musuh bahkan mendeteksi awal maksud musuh (mata-mata yang ampuh)

Untuk mencapai empat kriteria diatas kita harus tetap berpegang pada hemat anggaran karena pemborosan merupakan musuh yang akan menggerogoti dari dalam. Menurut hemat kami alutista yang memenuhi empat kriteria diatas adalah:

Perlu adanya moda pengangkutan udara yang berupa pesawat dengan ramp door (pintu belakang yang bisa dibuka otomatis untuk mengeluarkan muatan), proses pengeluaranya bisa digelindingkan di darat/landasan maupun diterjunkan dari udara baik pasukan maupun barang, jika barang berat bisa diterjunkan ketika mendekati darat tanpa perlu mendarat.

Pesawat ini perlu ruang kargo yang cukup untuk alutista yang mobile untuk membantu pasukan pelopor. Pesawat ini juga harus bisa tinggal landas/ mendarat di landasan yang relative pendek serta tidak harus mulus. Karena bisa jadi berangkatnya dari pangkalan terdekat dengan tempat kejadian dan mendaratnya pada landasan darurat yang dibuat para pasukan pelopor.

Contoh pesawat ini adalah CN 235 yang bisa mengangkut 2 kendaraan ringan atau pun CN 295 yang mampu mengangkut 3 kendaraan ringan. Kendaraan ringan bisa berupa Pick Up 4x4 dengan dipasang meriam ringan 20 mm anti serangan udara maupun 20 mm dengan peluru berbahan peledak khusus untuk sasa ran darat.

Ada kemungkinan CN 295 baru itu bisa mengangkut 2 tank ringan Fox yang meriamnya meskipun 30 mm tetapi bisa untuk sasaran udara dan pelurunya bisa diperkuat seperti keterangan diatas.

Perlu juga helikopter yang mampu mengangkut pasukan yang meskipun sedikit maupun alutista yang meskipun kecil tapi akan sangat bermakna karena cepat, misalkan Super Puma dengan daya angkut satu Pick Up bersenjata berat tadi.

Moda pengangkut laut misalkan Landing Ship Tank dengan kemampuan melintasi laut dalam/gelombang cukup besar yang sekarang sedang musim tetapi juga mampu mendekati pantai dangkal untuk mengeluarkan pasukan marinir yang lebih banyak beserta alutista yang lebih berat dari pada yang diangkut lewat udara.

Meskipun kapal ini jauh lebih lambat dari pad angkutan udara tetapi tetap harus dilengkapi mesin yang handal (menghasilkan kecepatan sekitar 30 knot) agar tidak terlambat maupun kapasitas pengangkutannya bisa maksimal, selain pasukan, tank pengangkut pasukan, pengangkut meriam (Main Battle Tank) maupun tank pengangkut peluru kendali, Fungsi-fungsi ini bisa dipenuhi oleh varian tank yang cukup murah ex Uni Soviet tapi teruji di Afghanistan misalkan BMP 3.

Kapal ini harus dilegkapi helikopter pengangkut/tempur minimal dua buah. Jangan lupa kapal pengangkut logistik juga perlu karena kita tidak boleh meremehkan logistik dan hanya menganggap selama di wilayah Indonesia sendiri pastil ah logistik lancar.

Moda pengangkutan darat bagi pasukan tempur harus lincah apalagi bagi pasukan pelopor atau pun patroli di wilayah dengan permukaan tanah tidak rata, selain itu lincah untuk bermanuver.

Setelah itu ada syarat harus melindungi pasukan yang didalam terutama dalam perang terbuka yang melibatkan senjata-senjata berat, jadi harus dilapisi baja dan komponen lain yang mampu menahan tembakan senapan maupun cipratan mesiu meriam.

Sifat kendaraan darat juga mempunyai daya tembak meskipun tidak sekuat MBT tetapi cukup ada meriam ringan atau pun senapan anti serangan udara serta kemampuan pasukan didalam bisa turut serta melakukan penembakan ke musuh.

Kendaraan darat ini harus mampu diangkut LST, pesawat pengangkut besar maupun sedang bahkan oleh helikopter berat. Kecepatan kedatangan pasukan beserta alutista darat ini menentukan pertempuran bahkan perundingan (kita mempunyai bargaining position yang kuat).

Alutista yang mematikan tidak harus mempunyai meriam kaliber besar dan berat seperti MBT dengan meriam 120 mm.tetapi bisa juga alutista yang dilengkapi peluru kendali yang bahkan selain mematikan ketepatan tembaknya adalah lebih baik serta lebih jauh jangkauannya.

Selain peluru kendali ada pula peluru dengan daya ledak lebih besar (high explosive), peluru dengan daya ledak penembus baja (high explosive anti tank), peluru dengan daya tolak lebih kencang (kinetic energy ) atau pun amunisi-amunisi jenis lain.

Meskipun peluru-peluru itu berkaliber lebih kecil tetapi daya mematikannya sama atau lebih besar dari pada peluru dengan kaliber lebih besar. Selain ditembakkan dengan kendaraan darat, peluru-peluru itu bisa juga ditembakkan dari pesawat terbang maupun helikopter yang mana manuvernya lebih lincah sehingga lebih mematikan musuh.

Misalkan untuk mematikan barisan tank berat musuh tidak harus dengan sesama tank berat tetapi dapat dengan persenjataan yang tersebut diatas.

Alutista yang tidak mudah dilumpuhkan musuh tidak harus berlapis baja maksimal yang malahan bisa menghambat kelincahannya dan keterangkutannya tetapi alutista yang bisa survive karena kelincahannya dan mempunyai pendeteksi jarak jauh akan adanya ancaman misalkan peralatan untuk bisa mendeteksi ketika kita dikunci sistem peluru kendali lawan, peralatan untuk mengacaukan sistem elektronik lawan yang digunakan untuk mendeteksi kita maupun menembak kita.

Lebih lengkap lagi jika ada mata diatas untuk mendeteksi gerakan musuh terhadap kedudukan kita seperti pesawat pengintai atau pun pesawat pendeteksi awal untuk mengawal pasukan darat maupun skuadron pesawat kita. Yang selalu penting adalah radar yang jangkauannya jauh bahkan dibelakang garis cakrawala.

Mengetahui gerak musuh bahkan kehendak musuh lebih awal adalah sangat penting, bila hal ini memungkinkan maka hal ini lebih penting dari pada sekedar pengintaian/radar.

Mata-mata /intelijen merupakan komponen penting penentu kemenangan masa kini. Jika banyak putra Indonesia berpendidikan tinggi yang mutakhir, tidak gap-tek dan sudah tentu mempunyai jiwa pengabdian besar untuk bangsa dan Negara maka mereka akan menjaga bangsa dan Negara dari maksud-maksud buruk musuh.

Serangan bisa diawali dari internet, telekomunikasi yang canggih, penggunaan satelit yang terselubung bahkan gerakan-gerakan sosial yang tersamar, semua ini bisa dideteksi awal dengan tekhnologi dan manajemen yang canggih pula.

Salah satu alutista untuk mata-mata yang dalam jangkauan kita adalah kapal selam dengan berbagai peralatannya. Keberadaan bahkan pangkalan kapal selam mesti sangat dirahasiakan, biarpun jumlahnya sedikit tetapi berkat penataannya bisa sangat ampuh memotong gerakan musuh bahkan mensabot ke giatan musuh.

Diatas sudah disinggung bahwa penghematan anggaran merupakan Pertahanan tersendiri. Penghematan bukan sekedar berarti pengeluaran lebih sedikit tetapi juga barang yang kita beli berumur lebih panjang, biaya pemeliharaan maupun biaya lain yang menyertai lebih kecil, bermanfat lebih besar bahkan bertujuan lebih jauh bagi bangsa ini. Berikut adalah contaoh-contoh yang bisa digaris bawahi.

Moda angkutan udara bisa lebih bermanfaat untuk penerbangan perintis darurat bahkan untuk perjalanan pejabat ke daerah daerah dengan landasan yang pendek bahkan kurang mulus.

Pengangkutan laut bisa sewaktu-waktu diperbantukan pada penyeberangan selat terutama ketika cuaca buruk, lalu lintas penyeberangan sangat ramai atau pun supplai barang ke kepulauan terpencil dan perbatasan.

Semua manfaat tambahan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi tetapi juga meningkatkan kedaulatan atas wilayah kita sendiri.

Pasukan zeni (pembangun konstruksi) sangat bermanfaat untuk daerah terpencil, perbatasan darat maupun daerah yang terkena bencana alam. Kegiatan ini sangat memacu pembangunan fisik.

Manuver yang tinggi dari helikopter yang dilengkapi pelacak misalkan infra merah yang peka pada suhu tubuh meskipun tersamar pekatnya hutan bahkan helikopter yang dilengkapi lapis baja sangat effektif untuk mengejar dan menangkap penembak-penembak gelap, teroris yang bersembuyi di hutan-hutan bahkan untuk pertolongan Search and Rescue (SAR).

Meskipun kegiatan ini tampak seperti skala kecil tetapi sangat meningkatkan kehormatan bangsa kita. Pembuktian bahwa pertahanan kita bisa menjaga kehormatan bangsa ini sangat penting sehingga kita tidak dilecehkan serta mencegah musuh mencoba-coba mengganggu kita.

Sistem mata-mata yang semakin canggih bisa bermanfaat tidak hanya untuk kepentingan militer tetapi juga ekonomi, tekhnologi dan tata sosial bangsa kita. Alih tehnologi bisa secara bisnis dengan membuat sebagian didalam negeri untuk alutista pesanan kita pada perusahaan asing tetapi bisa juga lebih mendasar dengan menyekolahkan putra-putri terbaik untuk 'ngangsu kawruh' mengambil ilmu, tidak hanya sarjana dan paska sarjana tetapi juga jaringan yang dibuat ketika sudah bekerja di perusahan-perusahaan terkemuka di Negara maju.

Kedua cara alih tekhnologi tersebut diatas bisa dijalankan secara bersamaan sehingga manfaat yang kita dapat tidak hanya sesaat tau terbatas tetapi berkesinambungan dan luas seperti peningkatan lapangan kerja, penghematan luar biasa apalagi bila penguasaan tekhnologi dan produksi dikembangkan juga kepada produksi barang-barang sipil serta paling penting strategi tepat guna menyiapkan generasi muda yang lebih menguasai tekhnologi dan bisnis tetapi mengabdi negeri ini. Sebagian besar alutista yang kami sebut diatas sudah bisa dibuat di dalam negeri.

Sangat indah dan penting bila sekolah-sekolah diberi pendidikan wawasan kebangsaaan yang mengikuti kemajuan zaman dan disertai keterampilan dan ketahanan fisik yang memadai untuk bela negara seperti di SMA Taruna Nusantara.

Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, mampu mengabdi bangsa dan negara secara jujur dan mencegah korupsi atau pun penyelewengan lainnya bahkan terdapat pula kecerdasan yang prima.

Patut dikembangkan dan didukung upaya siswa-siswi tersebut untuk melanjutkan studinya di universitas terbaik didalam maupun di luar negeri dipelbagai bidang yang berkaitan misalkan studi teknik.

Patut disyukuri bahwa Kementerian Pendidikan Nasional telah mampu dan mau memberi Beasiswa Unggulan kepada mereka yang berjuang menempuh karir seperti diatas, dilandasi pengertian kementerian bahwa mayoritas orang tua siswa-siswi tersebut belum tentu mampu membiayai pendidikan dan biaya hidup di negara maju.

Dengan melaksanakan upaya-upaya tersebut Kementerian Pendidikan Nasional telah membangun Pertahanan dan Ketahanan bangsa ini.

*Penulis adalah Penerima penghargaan Menteri Pertahanan Keamanan RI tahun 2011 juga telah diterima di Nanyang Technological University Singapore dan Hong Kong University of Science and Technology


Agustinus Benyamin Prasetyo
Ds. Senenan RT 12/04 Kec. Tahunan, Jepara
benyaminprasetyo@yahoo.com
08122924956

(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads