Membangun Manusia Jakarta

Membangun Manusia Jakarta

- detikNews
Senin, 09 Jul 2012 10:14 WIB
Membangun Manusia Jakarta
Jakarta - Tanggal 11 Juli 2012, Jakarta akan kembali melaksanakan pesta demokrasi keduanya, meskipun berstatus hanya Pemilihan Kepala Daerah, namun pelaksanaan Pilkada Jakarta kali ini sangat mempengaruhi suhu dan kondisi perpolitikan Nasional

Status sebagai ibukota sekaligus pusat pemerintahan menyebabkan Pilkada Jakarta menjadi barometer perpolitikkan tanah air. Berbeda dengan 5 tahun lalu, dimana hanya terdapat 2 pasangan calon, tahun ini terdapat 6 pasangan calon yang akan bertarung ide dan gagasan untuk melanggengkan jalannya menjadi Jakarta 1.

Selain bertambahnya jumlah kontestan, Pilkada kali ini juga menawarkan hal baru berupa majunya2 pasangan calon jalur independen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlepas dari itu semua, yang terpenting adalah bagaimana program-program dan visi yang diajukan tiap calon menunjukkan kualitas dan itikad baik untuk memperbaiki Jakarta 5 tahun kedepan.

Namun, sayangnya jika kita telusuri satu persatu, sama sekali tidak ada calon gubernur (cagub) yang memiliki program pembangunan hulu, semua hanya fokus pada bagaimana memperbaiki hilir.

Yang saya maksud disini adalah tidak ada sama sekali calon yang mengusung program pembangunan Sumber Daya Manusia yang merupakan pokok (muara) masalah yang ada pada tubuh Jakarta, semua calon lebih bangga memiliki program membangun infrastruktur kota yang sejatinya bukan merupakan pokok masalah.

Sebagai contoh, penyebab banjir Jakarta adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat dalam mengelola lingkungan, terutama kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai, bukan karena kurang lebarnya sungai yang ada.

Todaro (Seorang pakar ekonomi ) pernah mengatakan, sebagian besar pakar pembangunan sepakat, sumber daya manusia dari suatu bangsa-bukan modal fisik atau sumber daya material-merupakan faktor paling menentukan karakter dan kecepatan pembangunan sosial dan ekonomi suatu bangsa bersangkutan.

Pernyataan Todaro itu jelas mentafsirkan bahwa untuk mencapai pembangunan sosial dan ekonomi yang optimal yang paling utama adalah melakukan pembangunan SDM.

Hal ini semakin dipertegas oleh pernyataan Kishore Mahbubani, Dekan National University of Singapore (NUS) sekaligus pengarang buku Asia Hemisfer Baru Dunia, beliau menjelaskan bahwa 2 kunci kokohnya peradaban barat adalah education dan science and technology.

Dimana objek keduanya adalah manusia. Kemajuan barat bukan ditopang karena megah dan mewahnya infrastruktur kota yang mereka miliki, namun karena pendidikan manusianya sangat baik.

Ditengah segala tantangan yang semakin kompleks dalam memimpin Jakarta, intervensi politik yang diprediksi akan semakin menguat menjelang pemilihan presiden 2 tahun mendatang dan pendeknya waktu memimpin.

Para calon harus mencoba mengevaluasi kembali program-program yang mereka canangkan, benarkah solusi yang mereka tawarkan adalah pokok permasalahan Jakarta saat ini atau malah sebaliknya.


Denny Reza Kamarullah
Jl. Tubagus Ismail VIII Bandung
dennyrezakamarullah@gmail.com
085718521400

(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads