Bukan Terombang-ambing, Tetapi Hati-hati

Bukan Terombang-ambing, Tetapi Hati-hati

Yusuf Senopati Riyanto - detikNews
Jumat, 27 Apr 2012 13:14 WIB
Bukan Terombang-ambing, Tetapi Hati-hati
Jakarta - Kembali kita dihadapkan dengan ketidak pastian. Istilahnya saat ini sedang galau. Bagaimana kita mau bergerak? atau saat ini sering disebut dengan Move-On.

Kondisi serta keadaan yang semakin hari semakin tidak menentu, disatu sisi kita, masyarakat mau tidak mau, suka tidak suka harus merasakan getirnya berbagai akibat kenaikan bahan pokok. Apalagi saat ini telah naik lebih kurang 10%. Apakah akibat ketidak pastian Pemerintah?, atau?.

Terjadinya berbagai gejolak dikarenakan tidak adanya sinergi, koordinasi antar lembaga eksekutif terkait dengan berbagai hal tersebut, sehingga timbul berbagai kesan yang menciptakan ketidak bijakan Pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa benar demikian? Semua seolah berjalan masing-masing dan masyarakat dibiarkan bahkan untuk terjun bebas.

Ada yang hilang, disini apa yang salah ? Adalah tidak mau mendengarnya para penguasa, entah itu eksekutif atau legislatif.

Dalam konteks ini seharusnya ada sinergi diantara lembaga Negara. Kehatian kita dengan tidak gegabah untuk mengambil keputusan hendaknya tidak serta-merta menciptakan keterombang-ambingan.

Ketidak pastian yang hingga hari ini penyelesaian bagai Message in the Bottle , terombang-ambing menanti seseorang yang berani menemukannya dan membukanya.

Apa tidak ada jalan keluar? Apa yang terjadi ? gunakan kebersamaan, akal sehat. Apabila tidak maka terlalu mahal sebuah nilai,arti Demokrasi. Jangan terombang-ambing.

Sikap hati-hati bukan berarti dalam ketidak pastian serta tanpa koordinasi yang jelas. Pucuk di nanti ulam tiba. Itulah seharusnya yang ingin sampai di masyarakat.

Kapan hal tersebut dapat sampai di masyarakat? Jangan sampai berbagai hal hanya menimbulkan keterombang-ambingan serta polemik, untuk masyarakat implementasinya harus jelas.

Sekali lagi tidak terombang-ambing. Apakah ini menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat ?. Iya apabila situasi kondisi secara menyeluruh tidak terombang-ambing. Jelas,terukur,terkoordinasi serta tidak gegabah.
 
Alangkah indahnya apabila berbagai rangkaian diatas berjalan dengan bijak dan arif. Sinergi antar komponen Masyarakat.

Masyarakat ingin didengarkan aspirasinya dari berbagai kebijakan yang diputuskan bersama antara komponen yang sepertinya keinginan tersebut belum terpenuhi.

*Penulis adalah alumni Magister Hukum UNPAD Bandung


Yusuf Senopati Riyanto
Ciganjur Jakarta Selatan
yusuf_riyanto@yahoo.com

(wwn/wwn)


Berita Terkait