Kata Siapa Pemerintah Gagal?

Kata Siapa Pemerintah Gagal?

- detikNews
Selasa, 10 Jan 2012 11:21 WIB
Jakarta - Banyak pihak, terutama pengamat politik negeri ini berpendapat akan gagalnya kinerja pemerintah dalam menjalankan negara di tahun 2011 yang lalu. Mereka menyebutkan kegagalan-kegagalan pemerintah di berbagai bidang seperti perekonomian, pendidikan, kesehatan, hukum, sosial, maupun bidang politik.

Namun jika kita cermati bersama, pendapat para pengamat politik tersebut kuranglah tepat. Karena pada faktanya, pemerintah telah berhasil menjalankan roda pemerintahan sebagaimana sistem dan ideologi yang menjadi landasannya, yakni ideologi (jika bisa dikatakan sebagai ideologi) pancasila yang ditungganggi ideologi kapitalisme.

Sehingga saat ini yang muncul dan lebih dominan adalah penerapan sistem kapitalisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sistem kapitalisme, peran pemerintah hanyalah sebagai fasilitator bagi sarana prasarana yang dibutuhkan rakyat untuk memenuhi hajat hidupnya.

Dan dalam ideologi ini, aspek produksi merupakan permasalahan utama bagi perekonomian, sehingga upaya untuk meningkatkan perekonomian suatu negara adalah dengan jalan meningkatkan produksinya.

Dilihat dari sana, maka pemerintah negeri ini telah berhasil untuk akhirnya menjalankan pemerintahan sesuai ideologinya. Dimana pemerintah telah berhasil memfasilitasi kebutuhan rakyat dengan jalan produksi.

Dalam pendidikan, pemerintah telah banyak melegalkan sekolah-sekolah atau universitas-universitas. Dalam kesehatan, pemerintah telah banyak mendirikan rumah sakit baik yang bekerjasama dengan swasta atau tidak.

Dalam masalah transportasi, pemerintah telah membolehkan masuknya produsen-produsen kendaraan untuk berjualan di nusantara. Dalam masalah pangan, pemerintah telah mengimpor beribu-ribu ton beras dari negeri tetangga.

Dalam masalah papan (perumahan), pemerintah telah membolehkan para kontraktor-kontraktor atau para pengembang properti baik lokal atau asing untuk menjajakan produknya di negeri ini. Jadi, menganggap pemerintah gagal menjalankan negara ini adalah kurang tepat.

Yang tepat adalah, pemerintah tidak bisa mensejahterakan rakyatnya akibat sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini.

Oleh karena itu, yang seharusnya menjadi bahan pembicaraan yang dikemukakan oleh para pengamat politik negeri ini adalah sistem yang menghantarkan kegagalan negara untuk mensejahterakan rakyatnya. Tidak hanya berkutat pada masalah teknis.

Disini, kita semua tahu jika sistem kapitalismelah yang akhirnya menjadi penyebab utama kesenjangan di dalam masyarakat. Sehingga dalam merumuskan solusi pun, maka pergantian sistem haruslah menjadi pembicaraan utama.

Dan jelas, sistem yang mampu menggantikan bobroknya sistem kapitalisme hanyalah sistem Islam. Dalam Islam, pemerintah berperan sebagai pengurus semua urusan rakyatnya. Dalam Islam pun, yang menajdi permasalahan utama perekonomian bukanlah produksi, namun distribusi.

Sehingga pemerintah akan berusaha bagaimana akhirnya semua kebutuhan rakyatnya bisa terpenuhi. Inilah salah satu aspek bagaimana sistem Islam bisa mensejahterakan rakyatnya.

Namun, sistem Islam ini hanya bisa diterapkan oleh sebuah institusi negara yang menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh), yakni negara khilafah. Karena bagaimana pun, sebuah sistem memiliki komponen-komponen yang saling terkait satu sama lain.

Percuma jika menerapkan sistem ekonomi Islam namun tetap menggunakan sistem politik kapitalistik. Tidak seperti gado-gado ala Pancasila saat ini, yang terbukti tidak memberikan kesejahteraan rakyat di seluruh kalangan.

*Penulis adalah Mahasiswa UPI aktif di KALAM (Kajian Islam Mahasiswa) UPI


Tri Fani Arrohmah
Jl Gerlong Girang Gg. Abadi I No. 27 Bandung
cullen.fany@gmail.com
083820153484

(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads