Amerika sebagai role-mode Kapitalisme, kian mendapatkan kritik dan penolakan bahkan dari warganya sendiri. Occupy Wall Street adalah gerakan penolakan warga Amerika terhadap Kapitalisme global, gerakan ini merupakan cerminan kemarahan warga atas aktivitas kriminal Negaranya yang menyebabkan ketidakadilan dan ketertindasan secara sistematis.
Keruntuhan Kapitalisme sebenarnya merupakan keniscayaan melihat cacat bawaan dan kerapuhan sistem yang dihasilkan ideologi tersebut. Semisal, Sistem perekonomiannya yang menganut sistem ribawi dan fiat money, merupakan salah satu penyebab terbesar kebangkrutan Kapitalisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat Gerakan Occupy Wall Street dan banyak fakta kerapuhan sistem Kapitalisme global, agaknya cukup untuk dijadikan argumen betapa rapuh dan boroknya sistem tersebut. Keruntuhan Kapitalisme sebenarnya sudah dapat dipastikan, lalu, masih akankah keukeuh mempertahankannya?
Sesungguhnya umat muslim (baca: Islam) memiliki sistem kehidupan yang jauh lebih tangguh dari sistem Kapitalisme global. Hanya saja, umat muslim sendiri terkesan enggan untuk sekedar melirik apalagi untuk mau menerapkannya. Padahal, jika dilihat dari segi historis, empiris, dan rasional, tak ada satu sistem pun di dunia yang layak menandingi keparipurnaan sistem Islam.
Dengan demikian, yang seharusnya dilakukan oleh umat muslim yaitu menyatukan langkah dalam perjuangan mewujudkan kehidupan mulia dan sejahtera dibawah naungan sistem Islam, tanpa sedikitpun melirik sistem rapuh Kapitalisme maupun Sosialisme. Wallahuβalam
*Penulis adalah Aktivis Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia
Fenti Fempirina K
Geger Suni 1, Bandung
fentifempirina@gmail.com
085624480752
(wwn/wwn)











































