Relasi Strategis Indonesia-Rusia

Relasi Strategis Indonesia-Rusia

- detikNews
Sabtu, 19 Nov 2011 15:14 WIB
Relasi Strategis Indonesia-Rusia
Jakarta - Beberapa waktu belakangan ini, kerjasama Indonesia dan Rusia cenderung meningkat setelah delegasi keduanegara saling melakukan kunjungan.

Kerja sama berkembang tidak hanya pada bidang transportasi, pertambangan, dan perdagangan, tetapi juga meluas hingga sektor infrastruktur, pertanian, dan ilmu pengetahuan. Kerjasama antara Indonesia Rusia mencapai banyak kemajuan, terutama terkait volume perdagangan yang terus meningkat.

Rusia dapat disebut sebagai sebuah penge¬cualian. Meskipun nilai kerja sama Indonesia dan Rusia masih jauh dari harapan. Angka sementara menyebutkan bahwa nilai volume perdagangan dan investasi kedua negara saat ini baru sekitar US$ 1,7 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah ini memang masih jauh di bawah China. Namun, keseriusan Rusia untuk menjalin kerja sama ekonomi yang lebih intensif dengan Indonesia membuktikan pentingnya kerja sama ekonomi dan strategisnya Indonesia di masa datang.

Perkembangan terkini yang dapat dicatat adalah dipersiapkannya road map bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Rusia. Road map itu bisa menjadi instrumen dan penanda bahwa komitmen peningkatan hubungan bilateral kedua negara dalam bidang ekonomi.

Sebelumnya, rencana investasi para pengusaha asal Rusia mencapai US$ 6 miliar. Hal itu akan memperkuat kerjasama ekonomi kedua negara yang terfokus pada ketahanan pangan, energi, transportasi, dan perdagangan, serta investasi.

Investasi Rusia itu terkait dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Kerjasama Indonesia-Rusia sangat bermanfat bagi Indonesia antara lain, bisa menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan kesempatan usaha untuk perusahaan lokal.

Implementasi dari proyek itu akan menjadi salah satu bagian integral dalam hubungan baik antara Indonesia dan Rusia. Nilai perdagangan Indonesia-Rusia pun terus ditingkatkan. Hingga Juli 2011, perdagangan Indonesia-Rusia mencapai US$ 1,5 miliar dan ditargetkan menjadi US$5 miliar pada 2014 mendatang.

Ini merupakan rekor dalam sejarah hubungan dagang kedua negara. Pemerintah Indonesia sendiri berharap dapat menjadikan Rusia pintu masuk ke daratan Eropa. Harapan ini tampaknya tidak terlalu muluk-muluk mengingat Indonesia adalah salah satu mitra yang sangat penting bagi Rusia dalam kerangka ASEAN.

Sebagai negara yang pernah menjadi pemain kunci di AsiaTimur pada era Perang Dingin, kehadiran Rusia di lingkungan ASEAN kali ini merupakan sebuah penegasan kembali, bukan rintisan jalan baru.

Indonesia dan Rusia sama-sama berkepen¬tingan dengan kerja sama ekonomi dan perdagangan. Bagi Rusia, kerja sama yang makin erat dapat memberikan keuntungan lain di luar keuntungan ekonomi. Kedua negara sama-sama sedang berjuang menunjukkan kepada dunia internasional bahwa demokrasi dapat memberikan jaminan bagi peningkatan kekuatan ekonomi.

Bagi Indonesia, kembali harus ditekankan bahwa pembenahan persoalan di dalam negeri mesti dilakukan. Ketidakmampuan pemerintah menyediakan anggaran pembangunan infrastruktur mengisyaratkan bahwa tidak ada jalan lain selain melibatkan kalangan swasta dan menjalin kerja sama dengan negara-ne¬gara lain dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu titik lemah Indonesia saat ini.

Selain kerjasama ekonomi, Rusia juga terus berperan dalam masalah-masalah nonproliferasi dan pengawasan senjata di kawasan ataupun dunia.

Fundamental ekonomi Indonesia sudah semakin makin kuat, terutama sejak disahkannya undang-undang mengenai investasi. Hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia sendiri terus berkembang di bidang perdagangan, dan telah mencapai pertumbuhan yang positif. Meskipun saat ini nilai investasi Rusia di Indonesia masih tergolong kecil dibanding negara-negara lain.

Kerjasama Indonesia dan Rusia telah ada komitmen yang jelas untuk meningkatkannya, apalagi telah ada kesepakatan kerja sama kedua negara di bidang perminyakan, gas, dan pertambangan.

Partisipasi Rusia dalam mengikuti perkembangan kawasan menjadi penting, disamping perlu terlibat lebih banyak lagi secara ekonomi agar mempunyai pengaruh nyata di Asia Pasifik. Sementara itu, Indonesia dan Rusia memiliki banyak persamaan karakteristik walaupun secara geografis letaknya jauh dan terpisah.

Hubungan bilateral

Karena membangun hubungan luar negeri dalam era globalisasi ini demikian keras, belum lagi perubahan-perubahan internasional yang kemunculannya begitu mendadak dan sulit diantisipasi.

Indonesia juga memainkan peran yang makin besar di perekonomian dunia. Setiap kebijakan ekonomi dan investasi, Indonesia selalu dipantau oleh para investor global. Indonesia perlu memobilisasi semua sumber daya yang ada di masyarakat guna mendukung diplomasi internasional, dalam mengatasi tantangan yang makin kompleks.

Oleh karena itu perubahan politik internasional dari bipolar ke multipolar secara mendasar juga banyak memengaruhi hubungan kedua negara, maka pencapaian tujuan nasional dan strategi diplomasi setiap negara dapat dijadikan ukuran kedua negara untuk melihat kesuksesan dari hubungan bilateral itu.

Di sini terletak korelasi antara kebutuhan domestik dan hubungan luar negeri ketika harus mengambil manfaat dan membangun hubungan strategis Indonesia-Rusia yang baru.

Rusia dan Indonesia sama-sama berkepen¬tingan dengan kerja sama ekonomi dan perdagangan. Bagi Rusia, kerja sama yang makin erat dapat memberikan keuntungan lain di luar keuntungan ekonomi.

Yang pasti, kedua negara sama-sama sedang berjuang menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa demokrasi dapat memberikan jaminan bagi peningkatan kekuatan ekonomi.

*Penulis adalah Peneliti di Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia


Fathur Anas
Jl. Sunter Agung No. 12 Jakata Utara
fathuranas@yahoo.co.id
08129630906

(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads