Mari kita lihat siapa saja calon juaranya? Salah satu diantaranya adalah Cassey Stoner dengan RC212V nya milik Honda, terus ada Jorge Lorenzo dengan YZF-M1 nya punya Yamaha!
Kedua vendor pemilik tunggangan rider tersebut bersaing sangat ketat baik di sirkuit maupun di pangsa pasar dagang. Lalu kemanakah DESMOCIDICI kepunyaan Ducati yang di tunggangi "The Doctor", yang diagung-agungkan dengan sistem buka tutup katupnya yang terbaru, pada seri kali ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Faktor 'U'
Faktor 'U' atau usia, dimana usia rata-rata para biker's berada pada kisaran 26-30 tahun, sedangkan usia Rossi sudah diatas usia produktif, yaitu 32 th, sedangkan para pesaing Rossi di sirkuit masih pada kisaran 22-28 tahun, jelas ini salah satu penyebab redupnya Rossi pada seri kali ini.
2. Faktor Kecocokan
Kecocokan antara rider dengan tunggangan bisa sangat mempengaruhi capaian prestasi balapan, salah settingan sedikit saja berakibat fatal pada hasil lomba. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa Ducatinya Rossi belum sesuai dengan harapan Rossi, sehingga performance Rossi dengan performance Motor tidak sesuai, selain Rossi juga ada Simonceli dengan Hondanya. Pertama kali Rossi pindah dari HRC ke Yamaha beberapa race Rossi sempat tercecer, dengan alasan kecocokan settingan motor, begitu juga pada seri ini.
3. Faktor teamwork
Teamwork atau kerjasama team pada kubu Ducati dirasa oleh sang 'Doctor' kurang kompak, atau sering terjadi kesalahpahaman, sehingga berdampak pada hasil balapan.
4. Faktor sponsor
Lain sponsor lain pula dengan supporter, selain supporter yang selalu memberikan dukungan ada juga sponsor yang menyumbang pada balapan. Percaya atau tidak sponsor yang selalu menemani para Rider di atas sirkuit memberi andil yang sangat besar, coba kalian hitung ada berapa sponsor yang nempel di baju dan di body Motor nya Moto-GP!sangat banyak bukan.
Sambil mengulas sponsor pernah sodara ingat kapan Rossi juara dengan Honda, memang betul pada seri 2003, kemudian Rossi pindah ke Yamaha pada 2004, selanjutnya pernah kalian sadari ketika Rossi dan Lorenzo berduet membela Yamaha, mereka berdua yang menguasai seri balapan Moto-GP.
Sadarkah kalian dengan sponsor yang menempel pada team Yamaha pada waktu itu? Percaya atau tidak kata 'Semakin di Depan' yang tertempel pada warepack rider dan tertempel di body motor turut ikut andil pada hasil balapan Team Yamaha.
Sekarang kita lihat pada seri 2011 ini dimana Cassey Stoner bergabung dengan Honda, dan Rossi bergabung dengan Ducati. Sadar atau tidak sekarang para penghuni podium kalau tidak Yamaha pasti Honda, tidak dengan Ducati, Kawasaki, atau Suzuki!
Pernahkah kita lihat sponsor yang tertera pada kedua Team tersebut. Pada Yamaha masih tertera 'Semakin di Depan', dan pada Honda tertera 'Satu Hati', sedangkan pada pabrikan lain tidak tertera hal tersebut!
Selain kedua pabrikan balap tersebut ada beberapa team balap yang meraih sukses dengan slogan-slogan bahasa Indonesianya, diantaranya ada Rio Haryanto yang berjaya di A1 GP, ada Rifat Sungkar di Relli nya.
Sehingga dari beberapa analisis diatas dapat ditarik kesimpulan mungkinkah kata-kata sponsor dengan bahasa Indonesia mampu mendobrak performa Rider's dan Tunggangannya! Kepada para team balap lain bisa mencobanya, sekalian promosi Indonesia!
Dina Herddiana
Jl. Atput III No. 2 Bandung
kauladinher@gmail.com
085221002123
(wwn/wwn)











































