RUU Inteligen, Orde Baru Gaya Baru

RUU Inteligen, Orde Baru Gaya Baru

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2011 09:59 WIB
RUU Inteligen, Orde Baru Gaya Baru
Jakarta - Pada tanggal 27 September kemarin RUU Inteligen telah disodorkan pada sidang paripurna untuk disahkan. Hanya saja sampai saat ini belum juga digolkan.

Pasalnya, masih banyak mendapaat kontropersi dari berbagai pihak. Jika RUU intelegen ini benar-benar disahkan maka kebebasan atau HAM setiap individu akan terancam karena ada salah satu pasal dalam RUU intelegen itu yang isinya, jika pemerintah merasa ada yang mengancam negara ini, maka pihak intel akan langsung menangkap pelaku yang diduga bersalah dan berbahaya bagi negara ini.

Seperti halnya jika ada mahasiswa yang berfikir kritis dan mengkritisi pemerintah atau sistem pemerintahan, dan menurut pemerintah dalam pengkritisan mahasiswa ini akan mengancan Negara ini, maka mahasiswa itu akan ditangkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau sudah sepeti itu, kebebasan berpendapat dan HAM akan hilang dan tidak ada lagi masyarakat khususnya mahasiswa yang berani mengkritisi pemerintah. Saya teringat sejarah orde baru dulu dimana kebebasan berpendapat bagi masyarakat dan pada saat itu sangat dibatasi sekali.

Dan jika RUU Intelegen disahkan, maka sama halnya kita akan kembali merasakan masa seperti masa orde baru. Saya tidak tahu akan seperti apa jadinya Negara Indonesia ini jika mahasiswa atau masyarakatnya dibatasi dalam berpendapat atau kritikan-kritikannya.

Sedangkan menurut saya, kritikan dan pendapat masyarakat dan mahasiswa itu sangat sangat berpengaruh agar Indonesia menjadi Negara yang lebih baik lagi.

Di dalam syari'ah Islam juga mengatur Intelegen itu seperti apa. Tugas para intel itu memata-matai kaum kafir atau musuh, bukan memata-matai rakyatnya sendiri seperti yang ada di dalam RUU Inteligen.

Ada di dalam Q.S. al Hujarat: 12 "syariah Islam mengharamkan Negara memata-matai rakyat". Ada juga dalam Hadits, Rasulullah saw bersabda "sesungguhnya seorang amir itu, jika ia mencari keragu-raguan (sehingga mencari-cari kesalahan) dari rakyatnya berarti ia telah merusak mereka". (H R Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim dan Al Baihaqi)

Dengan berbagai problem atau masalah yang ada di negri ini, itu karena salahnya penerapan peraturan. Aturan yang diterapkan sekarang itu adalah aturan buatan manusia buakan aturan yang dibuat oleh pencipta kita, alam semesta dan seluruh isinya yaitu Allah.

Allah sudah mengatur segala peraturan yang harus diterapkan di dunia ini agar memperoleh kemaslahatan. Islam adalah satu – satunya pemecah problematika yang ada.


Nur Rahmi Fadillah
Jl. Geger Kalong Girang No. 27 Bandung
irasusilah@yahoo.co.id
085793033308


(wwn/wwn)


Berita Terkait