Pada tahun 2006, jumlah pengunjung mencapai 4,70 juta orang, angka tersebut turun menjadi 4,43 juta orang pada tahun 2007. Kemudian pada tahun 2008 kembali turun menjadi 4,42 juta orang.
Jumlah pengunjung perpustakaan pada tahun 2008 hanya sebesar 1,9 persen jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 228 juta jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah seharusnya perpustakaan menjadi tempat yang benar-benar berguna di tengah masyarakat. Karena perpustakaan akan memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat.
Menurut Emir Jose Suaiden, Profesor Ilmu Informasi dan Dokumentasi University of Brasilia, ketika perpustakaan disediakan untuk masyarakat umum, itu akan menjadi sumber referensi dan inspirasi bagi kehidupan masyarakat. Perpustakaan menjadi energi bagi peradaban.
Hal yang sama juga dikatakan Managing Director Penguin Books, Joanna Prior. "Perpustakaan mendorong inklusi sosial dan bisa memperbesar peluang-peluang dalam kehidupan baik bagi anak muda maupun orang dewasa".
Kemudian Emir Jose juga menambahkan dalam tulisannya di artikel berjudul The Social Impact of Public Libraries, mengatakan bahwa perpustakaan juga harus menghubungkan diri dengan dunia luar agar peran mereka untuk mendidik dan menyebarkan budaya bangsanya sendiri bisa terus berjalan.
Eksistensi perpustakaan harus dipertahankan. Itulah inti dari apa yang dikatakan oleh San Jose dalam artikelnya. Perpustakaan harus menyesuaikan diri dengan berkembangnya zaman. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pembenahan perpustakaan negeri di daerah.
Perpustakaan bisa menyediakan layanan untuk mendownload buku secara gratis melalui internet. Ditambah dengan promosi-promosi yang mengiurkan ke tengah masyarakat, maka secara perlahan-lahan masyarakat mulai mengenal peran perpustakaan daerah dalam mencerdaskan bangsa.
Mengubah suasana di dalam perpustakaan menjadi suasana rumahan akan membuat perpustakaan menjadi tempat yang sangat nyaman untuk dikunjungi.
Selama ini perpustakaan identik dengan bangunan besar yang hanya berisi buku-buku dalam jumlah banyak. Terkesan sangat membosankan. Dengan suasana rumahan maka pengunjung akan nyaman untuk membaca buku dan berdiskusi dengan orang lain di dalam perpustakaan.
Perpustakaan juga bisa menambahkan kegiatan-kegiatan yang menarik bagi masyarakat. Sehingga aktivitas di perpustakaan tidak hanya selalu aktivitas pinjam meminjam buku.
Pengadaaan seminar dengan mendatangkan tokoh tertentu, mendatangkan artis untuk mengisi hiburan juga bisa menjadi cara efektif untuk memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat.
Di Singapura, perpustakaan bahkan hadir di tengah-tengah mall. Cara seperti ini juga bisa diterapkan di Indonesia. Menempatkan perpustakaan di tengah-tengah tempat yang ramai dikunjungi masyarakat seperti di mall ataupun tempat wisata akan menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat.
Sudah saatnya perpustakaan menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai inovasi akan menjadi kunci bagi perpustakaan untuk menciptakan peradaban yang lebih bermartabat untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang maju.
Novan Anugrah
Delta Sari Indah S 252 Waru, Sidoarjo
novan2311@gmail.com
085726118112
(wwn/wwn)











































