Menunggu Sikap MUI untuk Film "?"

Menunggu Sikap MUI untuk Film "?"

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 14:11 WIB
Menunggu Sikap MUI untuk Film ?
Jakarta - Berbeda dengan film religious pertamanya yang berjudul Ayat-Ayat Cinta, yang begitu menyita simpati kaum muslimin termasuk pula para ulamanya. Beberapa film religius karya Hanung Bramantyo terakhir, baik yang berjudul Perempuan Berkalung Sorban, maupun film terbarunya yang berjudul "?" (tanda Tanya), terbalik penerimaannya dari film sebelumnya.

Bukannya menarik pujiaan para ulama, namun sebaliknya malah menuai kontroversi dan kritikan keras dari para ulama serta para aktivis Islam. Informasi yang beredar di beberapa media, MUI dikabarkan sedang membahas secara intens, mengenai perlu tidaknya memberikan fatwa haram menonton film ? bagi umat Islam.

Hal yang sangat dihawatirkan oleh para alim ulama adalah efek pendangkalan akidah yang bisa disebarkan oleh film ini. Dimana dalam film tersebut sangat kentara bagaimana pesan prularisme agama begitu kuat menjadi pesan terpenting yang hendak disampaikan dari isi cerita film tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu pluralisme memang menjadi salahsatu isu pemikiran islam yang sangat konsen ditekan penyebarannya oleh MUI, hal ini tampak dengan telah dikeluarkannya fatwa haram bagi faham pluralism agama oleh MUI pada beberapa waktu kebelakang.

Definisi pluralisme sebagai pemahaman bahwa semua agama adalah sama-sama benar, dianggap MUI akan sangat membahayakan akidah kaum muslimin, sehingga dihawatirkan akan melahirkan pandangan tentang tidak pentingnya lagi untuk berislam bagi kaum muslimin, atau tidak pentingnya lagi memilih suatu agama bagi umat beragama, sehingga akan mereduksi karakteristik dan posisi keagamaan suatu agama.

Untuk mengamati isi cerita film tersebut, penulis sengaja melihat secara langsung film? Menurut penulis ada beberapa rangkaian cerita yang menurut pribadi penulis akan menjadi pemantik bagi MUI maupun aktivis Islam untuk merasa "tidak berkenan" dengan penayangan film ini.

Pertama adalah kisah tentang begitu mudahnya seorang Rika (diperankan Endhita), ibu beranak satu, untuk pindah agama dari islam ke katolik. Dimana dikisahkan Rika memutuskan bercerai dengan suaminya karena tidak bersedia suaminya menikah lagi (poligami). Kekecewaan yang mendalam terhadap sang suami menjadikan ia memutuskan untuk berpindah keyakinan menjadi seorang Katolik.

Rangkaian adegan cerita lainnya yang juga menjadi adegan yang dianggap menyakitkan bagi umat islam adalah cerita Surya, diperankan Agus Kuncoro, yang notabene seorang muslim dalam cerita film tadi, bersedia menjadi pemeran yesus dalam drama di gereja untuk merayakaan hari paskah.

Surya yang dikisahkan berpropesi sebagai aktor piguran yang miskin hidupnya, berulang kali menemui kegagalan dalam seni peran yang ia tekuni hampir selama 10 tahun, dan sangat bermimpi menjadi pemeran utama dan meningkatkan karir aktingnya. Sampai suatu hari, Rika yang sudah berpindah agama menjadi Katolik, menawarinya untuk menjadi pemeran Yesus dalam drama di gereja untuk merayakan hari paskah.

Walaupun sangat bertentangan dengan hati nuraninya, karena himpitan ekonomi pula salahsatunya, akhirnya Surya bersedia menerima tawaran Rika. Ironinya, karena kemiskinannya dikisahkan bahwa Surya sehari-hari tinggal di Mesjid dan sesekali bertugas sebagai marbot (pembersih mesjid) di mesjid tempat ia tinggal.

Dalam film tersebut juga dikisahkan tentang seorang Menuk, diperankan Revalina S Temat, yang merupakan muslimah berjilbab yang karena himpitan ekonominya, terpaksa harus bekerja pada restoran China, milik seorang Budha yang menyediakan menu berbahan dasar babi sebagai salah satu menu utamanya.

Secara umum keseluruhan isi cerita film "tanda tanya" yang penulis tangkap adalah sang sutradara berkehendak untuk menyebarkan pesan toleransi beragama, walau menurut beberapa ulama dianggap melampaui batas ketoleransian karena sudah melanggar wilayah keakidahan (teologi) ke Islaman.

Hal ini tampak dari pesan yang disurat dan siratkan dalam cerita film tersebut bahwa disampaikan "Ada banyak jalan menuju satu Tuhan. Jalan yang mana pun yang kau pilih adalah sama karena ia menuju ke arah yang sama, yaitu Tuhan".

Pesan ini bagi para ulama jeals akan dianggap luar biasa berbahaya, bahkan akan dianggap lebih liberal dari paham pluralisme yang difahami selama ini, karena masing-masing keyakinan pasti mengimani bahwa keyakinan yang dipilihlah merupakan keyakinan yang paling benar dan mampu mengantarkannya menuju Tuhan yang benar.

Hal lain yang akan disesalkan dari film tanda Tanya (?) adalah pesan tentang bahwa Berpindah Agama adalah sesuatu yang wajar dan biasa. Dimana dari film? digambarkan bahwa sikap terbaik dalam menanggapi seseorang yang menanggalkan keimanan dan berpindah kepada keimanan lain adalah sesuatu yang ringan, wajar, dan sama sekali tidak serius. Sikap permisif yang sangat menakutkan, karena masalah keimanan adalah sesuatu yang luar biasa serius dan tidak bisa dibuat simplifikasi semacam itu.

Catatan berikutnya yang tentu akan sangat disayangkan bagi umat islam adalah penggambaran islam sebagai agama yang brutal dan anarkis. Hal ini tampak sejak dari awal cerita film, dimana film dibuka dengan adegan penusukan seorang pendeta oleh orang Islam.

Termasuk pula adegan sekelompok pemuda muslim yang menyerang sebuah rumah makan non halal dengan membabi buta sambil berteriak teriak Allahu Akbar. Dan cerita adanya bom dalam sebuah gereja pada acara perayaan Natal, sudah sangat jelas sangat menunjukkan keradikalan kaum Muslimin.

Memang film tersebut juga menceritakan, seorang pemuda budha yang awalnya berperilaku bengal, kemudian berubah menjadi pribadi baik setelah berpindah agama ke islam. Namun dari keseluruhan isi cerita masih lebih banyak menampilkan "wajah muram" Islam.

Oleh karenanya kita sebagai umat Islam sangat menunggu sikap terakhir dari MUI. Apakah akan memfatwakan haram dalam menonton film ini atau tidak? Kalau akhirnya jadi mengeluarkan fatwa haram, sebagai umat Islam tentu sangat tepat untuk mengikutinya.


Cecep Hidayat S.Pt
hidayat_c2p@yahoo.com
081318916757



(wwn/wwn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads