Hanya pejabat penting yang bisa menghindari kemacetan jalan raya. Mereka selalu diiringi oleh rombongan polisi dan sekelompok pengawal lainnya, sehingga jalan raya dipersiapkan lengang agar mereka dapat melenggang dengan mudahnya.
Beda halnya dengan Ambulance yang membawa pasien kritis, sopir ambulance harus bersusah payah sendiri membuka jalan agar dia dapat membawa pasien ke rumah sakit dengan segera. Memang urusan nyawa masih belum menjadi prioritas di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal jalan tol tidak sebegitu rumitnya, dan sangat mudah diawasi. Apabila ada titik kemacetan baru mungkin bisa segera diketahui agar kemacetan di jalan tol tidak semakin bertambah.
Penggunaan alat hitung mundur di perempatan jalan dinilai sangat membantu pula untuk mencegah kemacetan. Dan jalan raya di Jakarta khususnya perlu disertai dengan sistem informasi lanjut.
Seharusnya bisa dimungkinkan adanya sistem informasi yang dengan segera memindai kemacetan jalan kepada pihak polisi atau jasa transportasi untuk dengan segera menutup ruas jalan yang menuju ke arah kemacetan agar kemacetan tidak beratambah.
Di negara berkembang lain, ada mempunyai polisi udara yang ikut serta memantau lalu lintas jalan raya sehingga dengan cepat dapat memberikan informasi apabila terjadi gangguan kelancaran arus jalan raya.
M. Helmi
MD ,MSc, Anesthesiologist
PhD Research Fellow
(wwn/wwn)










































