Pariporno di Sidang Paripurna DPR

Pariporno di Sidang Paripurna DPR

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 10:11 WIB
Pariporno di Sidang Paripurna DPR
Jakarta - Mengutip tulisan Wakil Ketua DPR-RI Pramono Anung di akun Twitter @pramonoanung, "Malu banget.. Ada sidang Paripurna koq nonton film Porno. Jangan sampai sidangnya jadi Pariporno."

Ungkapan hati Pramono Anung ini tentu saja diamini oleh semua orang, apalagi ditengah sorotan masyarakat terhadap DPR-RI, terkait polemik rencana pembangunan gedung baru DPR-RI yang didesain sangat megah dan ditaksir menghabiskan dana lebih dari 1 triliun rupiah.

Sidang paripurna adalah sidang yang sangat penting bagi anggota DPR-RI, sehingga seharusnya mereka bisa lebih konsentrasi dalam pembahasan hal-hal penting dan strategis bagi kepentingan nasional. Namun berbeda dengan salah satu oknum anggota DPR-RI ini, secara tidak sengaja gambar kegiatan "unik"nya ini tertangkap kamera wartawan salah satu media cetak nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto yang tentu saja memalukan, karena dalam foto itu tampak seorang anggota DPR-RI tengah melihat kearah Ipad miliknya dan terlihat tampilan layar Ipad tersebut memuat gambar/video yang mengandung unsur pornografi.

Dan yang lebih menggemparkan lagi, anggota Komisi V DPR-RI tersebut berasal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), yang bernama Arifinto, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII. Untuk kesekian kalinya, ujian berat kembali menghantam PKS, partai yang selama ini selalu mengusung jargon partai yang bersih dan Islami, juga sebagai partai dakwah.

Tentu saja hal ini sangat menampar muka PKS, apalagi disaat partai tengah menghadapi konflik internal yang beritanya hangat beberapa waktu yang lalu. Entah ini ketidaksengajaan, atau jebakan, atau memang kebiasaan, namun kenyataannya foto ini telah tersebar diseluruh media, bahkan menjadi topik utama.

Pada akhirnya Arifinto mengakui perbuatannya, meskipun dia berdalih konten porno tersebut berasal dari kiriman email yang gak jelas di alamat emailnya, kemudian dia membukanya, dan isinya gambar porno, bukan video porno.

Namun, jurnalis yang tidak sengaja memotretnya itu juga mempunyai pendapat lain, karena dia melihat Arifinto membuka folder yang berisi file film porno yang berdurasi satu menit, dan hal ini sangat memungkinkan karena kamera wartawan biasanya dilengkapi dengan tele zoom.

Meskipun Arifinto telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf, namun sangat disayangkan hal ini bisa terjadi pada pada wakil rakyat yang dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilu, dengan harapan dia adalah salah satu yang terbaik sebagai wakil rakyat di DPR-RI.

Dan tentu saja yang paling dikecewakan adalah konstituen dari PKS di Dapil Jawa Barat VII yang telah memilihnya pada Pemilu 2009, dengan perolehan suara sebesar 38.871 pemilih. Angka tersebut bukanlah angka yang sedikit, dan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan konstituen pada Pemilu 2014 yang akan datang, apabila PKS tidak mengambil langkah-langkah yang positif untuk memulihkan pencitraan.

Sudah saatnya jajaran pengurus DPP PKS mulai berpikir untuk mencari solusi terbaik yang sesuai dengan mekanisme partai. Bisa dengan sanksi yang tegas, atau apabila kesalahanya dianggap fatal, bisa menggunakan mekanisme PAW (Pergantian Antar Waktu).

Jangan sampai potensi besar yang dimiliki PKS dalam pemilu yang akan datang dikorbankan. Apalagi masyarakat pemilih dari PKS adalah masyarakat pemilih yang dikenal kritis, lebih selektif dan obyektif dalam menggunakan hak suaranya.

Nila setitik, rusak susu sebelanga

Beberapa waktu yang lalu, badai juga melanda DPR-RI, dengan pemberitaan kasus gambar/video porno, kasus korupsi, dan perilaku negatif lainnya yang melibatkan oknum anggota DPR-RI. Meskipun mereka adalah oknum tertentu, bukan semuanya dan belum tentu mencerminkan perilaku anggota DPR-RI secara keseluruhan.

Namun hal ini dapat merusak citra DPR-RI dan semakin memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyatnya di DPR-RI. Selain itu, jangan sampai hal-hal negatif ini bisa dimanfaatkan oleh pihak lain untuk kepentingan tertentu.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena Arifinto juga manusia biasa. Semua manusia bisa melakukan kesalahan, karena manusia tidak ada yang sempurna. Namun seharusnya manusia juga harus bisa belajar dari kesalahan, karena dengan kesalahan itu manusia bisa intropeksi dan memperbaiki diri.

Jangan sampai hal ini terulang kembali di masa yang akan datang, karena sangat bodohnya manusia apabila bisa terperosok pada lubang yang sama. Hal ini juga harus bisa menjadi koreksi bagi anggota DPR-RI yang lain agar selalu menjaga sikap dan perilakunya sebagai wakil rakyat di DPR-RI.

Hasrat, emosi, dan nafsu adalah sifat manusiawi, namun segala sesuatunya itu harus pada tempatnya. Manusia dibekali akal dan pikiran seharusnya bisa dipergunakan untuk memilih mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk.

Apalagi Arifinto adalah anggota DPR-RI dari PKS, partai yang mencerminkan Islam modern di Indonesia, seharusnya perilaku dan perbuatannya juga bisa lebih terjaga dari hal-hal yang berbau maksiat dan menjauhi mudharat.

Semestinya mereka bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi rakyat, sehingga rakyat juga memberikan kepercayaan penuh, bahwa wakil rakyat yang mereka pilih dalam pemilu adalah wakil rakyat yang bisa memperjuangkan kehidupan rakyat Indonesia untuk bisa menjadi lebih baik.

Anggota DPR-RI adalah jabatan yang terhormat, namun jabatan itu adalah amanah, dan amanah itu berasal dari rakyat. Dan sudah sepantasnya amanah jabatan itu dipegang sebaik-baiknya, karena pertanggungjawabannya tidak hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada Allah SWT.


Arief P Susanto
Pondok Kelapa, Jakarta Timur
maz_ariefps@yahoo.co.id
081932094535

(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads