BNPB dan Mitigasi Bencana Indonesia

BNPB dan Mitigasi Bencana Indonesia

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2011 11:17 WIB
BNPB dan Mitigasi Bencana Indonesia
Jakarta - Definisi bencana menurut UU No. 24/2007 : PB adalah "Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yg disebabkan, baik faktor alam, non alam maupun manusia, sehingga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis".

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terletak di antara benua Asia dan benua Australia dan di antara Lautan Hindia dan Lautan Pasifik. Indonesia adalah negera yang sangat istimewa yang dilihat dari faktor alam, non alam maupun faktor manusia. Indonesia memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana alam yang tinggi dilihat dari kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang dimilikinya.

Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Indo Australia, Eurasia dan Pasifik, yang berpotensi menimbulkan gempa bumi apabila lempeng-lempeng tersebut bertumbukan. Selain itu, Indonesia juga mempunyai 129 gunung api aktif, 80 diantaranya berbahaya. Bencana yang melanda indonesia antara lain, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, tanah longsor, gagal teknologi, kebakaran hutan/lahan, epidemi, wabah penyakit, konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, aksis teror dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) didirikan dengan tujuan menanggulangi bencana-bencana yang terjadi dimana bencana tersebut terjadi dengan intensitas dan kualitas yang tinggi. Dari diskusi Kepala BNPB dan Mahasiswa ITB, Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif menyampaikan bahwa perguruan tinggi besar di seluruh Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi pusat kajian kebencana alaman dunia dengan ciri khas di masing-masing daerah.

Hal ini merupakan hal yang sangat baik sehingga nantinya Indonesia dapat menjadi negara yang berpengaruh di dunia, Indonesia dapat menjadi negara yang tidak hanya dapat menerima bantuan tapi juga memberikan ilmu yang berguna bagi negara lain sehingga dapat menjadi negara yang memberikan berkontribusi bagi keamanan dan keselamatan penduduk bumi ini.

Menurut saya ide tersebut sangat brilian, tapi masih banyak elemen yang mengeluhkan kinerja BNPB yang jauh dari harapan dalam menanggulangi bencana. Keluhan-keluhan yang terjadi tersebut dipengaruhi oleh badan lain non-pemerintah yang dijadikan pembanding dalam penanggulangan bencana. Pemerintah yang diwakili oleh lembaga BNPB sering dikatakan tidak sigap bila dibandingkan dengan lembaga non-pemerintah, Palang Merah Indonesia.

Saat ini, kinerja BNPB masih terlalu monoton dengan sistem yang ada. Sejauh yang terlihat, kerja BNPB yang dilakukan masih bersifat kuratif terhadap bencana-bencana yang telah terjadi dimana kerja tersebut juga banyak dilakukan oleh badan swasta yang kerjanya lebih profesional. Seharusnya, bidang mitigasi bencana merupakan bidang yang harus digarap lebih serius oleh BNPB.

Sosialisasi yang lebih baik mengenai bencana, early warning system bencana, sikap menghadapi bencana dll. Karena secara matematis, mitigasi bencana yang baik akan berbanding terbalik dengan tingkat kerusakan dan korban yang timbul. Contohnya saja yang terjadi belum lama ini, gempa dengan skala 8.9 di Jepang dan skala 8.9 di Aceh 2006 memiliki daya rusak yang jauh berbeda.

Kerusakan di Indonesia sangat jauh lebih parah. Penyebab hal tersebut adalah buruknya mitigasi bencana yang ada di Indonesia bila dibandingkan dengan mitigasi di Jepang. Memang, bidang mitigasi bencana ini memang sudah digarap oleh BNPB tet api usaha tersebut masih kurang optimal bila dibandingkan dengan usaha kuratif dari BNPB.

Selain itu, BNPB sebaiknya juga harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pihak swasta, misalnya ACT, kepanduan PKS, MER-C, dll. Komunikasi yang terjalin dapat dimanfaatkan untuk pembagian peran terkait sosialisasi dan penanggualan bencana sehingga tidak terjadi β€œperebutan” tugas yang sering terjadi di wilayah bencana.

*Penulis adalah mahasiswa Teknik Kimia ITB angkatan 2007

Sabrina Adani Katili
Jl. Parang Raya no 14 Kiaracondong, Bandung
sabrina.katili@yahoo.co.id
08996873549


(wwn/wwn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads