Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

- detikNews
Sabtu, 15 Jan 2011 16:07 WIB
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Jakarta - Memasuki tahun baru 2011, kehidupan bangsa kitapun akan semakin menghadapi tantangan-tantangan yang baru. Padahal masih teringat jelas dalam benak kita, pada tahun 2010 kemarin, begitu banyak peninggalan masalah lama yang masih harus dihadapi dan diselesaikan bangsa ini.

Sampai saat ini saja, kasus hukum Gayus yang diberitakan sebagai β€œSuper Gayus” belum juga menemukan titik terang dalam penyelesaiannya. Wilayah-wilayah yang tertimpa bencana belum mengalami proses rehabilitasi yang signifikan. Fasilitas serta sarana prasarana yang jauh dari kata layak, membuat kita semakin merasa sesak menjalani hidup. Belum juga kita bernafas, harga cabai yang meroket, membuat kita semakin berfikir, apa yang sebenarnya telah dilakukan Negara untuk kesejahteraan dan kenyamanan rakyatnya.

Tahun 2011 pemerintah saya pikir akan semakin menghadapi tantangan yang semakin berat jika seluruh elemen lembaga pemerintahan yang ada tidak juga berbenah. Melihat berbagai masalah yang ada, saya pikir pangkal permasalahannya terletak pada tidak becusnya pemerintah dalam menjalani berbagai peran dan fungsinya. Bahkan masalah bencana alam sekalipun, saya rasa tidak akan mengalami efek yang begitu berat jika pemerintah telah serius mengantisipasi terjadinya bencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketidakbecusan pemerintah ini saya pikir merupakan akibat dari hilangnya jati diri pemerintah. Padahal dengan kuatnya jati diri pemerintah, maka akan berdampak pada kuatnya jati diri bangsa. Hilangnya jati diri bangsa ini berakibat tidak adanya karakter yang kuat dari bangsa kita. Padahal sejatinya Republik ini berdiri atas konsepsi yang jelas dan jati diri yang tegas.

Bapak Pendiri Bangsa kita, Soekarno, telah begitu banyak memunculkan konsepsi bagi bangsa ini. Kita mengenal beberapa konsepsi yang beliau tanamkan, diantaranya Pancasila, Berdikari dan Trisakti. Lima sila yang jika kita tanamkan dan aplikasikan dalam kehidupan kita akan membuat bangsa kita begitu toleran, demokratis dan sejahtera.

Melalui Berdikari diharapkan bangsa kita mandiri dan tidak mengemis pihak asing. Dengan secara konsisten menerapkan Trisakti, dimana kita berdaulat dalam bidang politik,berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, bangsa kita akan mampu bangkit dari keterpurukan dan muncul menjadi bangsa yang kuat dan berdaulat.

Sebenarnya tidak ada yang kurang dengan Negara kita. Namun sayangnya bangsa ini bagai memiliki penyakit amnesia tingkat tinggi. Kita seolah lupa bahwa bangsa ini memiliki segalanya untuk dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang kuat yang mampu menyelesaikan segala permasalahannya yang ada. Kita memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah, dan kita juga memiliki konsepsi dan jati diri yang jelas.

Inilah tantangan sebenarnya pemerintahan kita di tahun 2011 ini. Pemerintah kita harus mampu mengembalikan jati diri bangsa ini dengan menemukan dan menanamkan kembali konsepsi dan ideologi yang telah dimilikinya. Karena tanpa konsepsi yang jelas, bangsa ini hanya akan menjadi bangsa yang kosong melompong, dan tanpa jati diri yang tegas bangsa ini hanya akan menjadi bangsa yang lemah, yang mudah diombang-ambingkan dan tidak mampu menuntaskan permasalahan yang mendera rakyatnya.

Annas Sobirin
Pd. Betung Raya RT 001/05, No.62, Bintaro 3a
Tangerang Selatan
eL_sobirin@yahoo.com
08568571151


(wwn/wwn)


Berita Terkait