TKI Profesional

TKI Profesional

- detikNews
Kamis, 16 Des 2010 09:53 WIB
TKI Profesional
Jakarta - Sudah lama saya menjadi tenaga kerja indonesia (TKI). Sering kali saya hanya bisa mengurut dada melihat carut marutnya persoalan TKI di Indonesia.

Saya teriris ketika tidak sedikit TKI yang harus menanggung beban dan penderitaan akibat perlakuan tidak senonoh sang majikan. Memang persoalan TKI bukanlah persoalan sederhana. Dibutuhkan kerja sama di antara pihak-pihak yang terkait.

Saya menyaksikan sendiri betapa lemah sistem pengawasan pemerintah terhadap pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang nakal. Mengapa PJTKI nakal itu masih bisa mengirim tenaga kerja wanita (TKW) yang tidal layak kerja. Jangankan terampil. Untuk berkomunikasi saja mereka masih belepotan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya sudah cukup lama tinggal di kawasan Arab. Jadi saya tahu betul bagaimana karakter orang Arab. Celakanya lagi PJTKI sering kali menjanjikan kepada sang calon majikan bahwa TKW yang dikirimnya adalah TKW yang siap pakai.

Padahal, yang mereka kirim adalah TKW yang lugu. Akhirnya kita semua sudah tahu bagaimana cerita tragis itu kembali terulang dan terus terulang.

Saran saya kepada pemerintah, pertama: kirimlah tenaga kerja yang memang ahli di bidangnya. Seperti tenaga perhotelan, perawat rumah sakit, tenaga ahli di bidang perminyakan.

Kedua: tindak tegas PJTKI yang nakal. Sekali lagi ketegasan itu perlu. Kalau tidak kewibawaan pemerintah dan harga diri bangsa menjadi taruhannya.

Ketiga: Buatlah peraturan yang berpihak kepada TKI. Jangan hanya peraturan yang menguntungkan PJTKI.

Keempat: benahi bandara Soekarno Hatta. Jangan jadikan bandara itu sarang buaya. Bukankah sering kali terjadi perbuatan-perbuatan memalukan yang dilakukan oleh oknum bandara terhadap para TKI khususnya TKW.

Kelima: doakanlah kami para TKI sebagai TKI yang baik. Tentu saja doa anda akan kami balas dengan kiriman devisa. Sama-sama diuntungkan bukan?

Mukti Ali
Zabel Palace Dubai
alimukti37@yahoo.co.id
971553590572

Dubai menjelang senja.


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads