Saya teriris ketika tidak sedikit TKI yang harus menanggung beban dan penderitaan akibat perlakuan tidak senonoh sang majikan. Memang persoalan TKI bukanlah persoalan sederhana. Dibutuhkan kerja sama di antara pihak-pihak yang terkait.
Saya menyaksikan sendiri betapa lemah sistem pengawasan pemerintah terhadap pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang nakal. Mengapa PJTKI nakal itu masih bisa mengirim tenaga kerja wanita (TKW) yang tidal layak kerja. Jangankan terampil. Untuk berkomunikasi saja mereka masih belepotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, yang mereka kirim adalah TKW yang lugu. Akhirnya kita semua sudah tahu bagaimana cerita tragis itu kembali terulang dan terus terulang.
Saran saya kepada pemerintah, pertama: kirimlah tenaga kerja yang memang ahli di bidangnya. Seperti tenaga perhotelan, perawat rumah sakit, tenaga ahli di bidang perminyakan.
Kedua: tindak tegas PJTKI yang nakal. Sekali lagi ketegasan itu perlu. Kalau tidak kewibawaan pemerintah dan harga diri bangsa menjadi taruhannya.
Ketiga: Buatlah peraturan yang berpihak kepada TKI. Jangan hanya peraturan yang menguntungkan PJTKI.
Keempat: benahi bandara Soekarno Hatta. Jangan jadikan bandara itu sarang buaya. Bukankah sering kali terjadi perbuatan-perbuatan memalukan yang dilakukan oleh oknum bandara terhadap para TKI khususnya TKW.
Kelima: doakanlah kami para TKI sebagai TKI yang baik. Tentu saja doa anda akan kami balas dengan kiriman devisa. Sama-sama diuntungkan bukan?
Mukti Ali
Zabel Palace Dubai
alimukti37@yahoo.co.id
971553590572
Dubai menjelang senja.
(msh/msh)











































