Pertanian Sehat: Sebuah Proses Community Development

Pertanian Sehat: Sebuah Proses Community Development

- detikNews
Senin, 29 Nov 2010 09:55 WIB
Pertanian Sehat: Sebuah Proses Community Development
Jakarta - Kesejahteraan petani masih menjadi permasalahan hingga saat ini. Data-data selalu menunjukkan mayoritas petani dikategorikan miskin. Pada Bulan Maret 2009 sebagian besar (63,38 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.

Kita tahu bahwa perdesaan mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani. Bisa difahami karena karakter pertanian di Indonesia sangat menunjang terjadi pemiskinan terhadap pelakunya. Lahan sempit, ketergantungan input dari luar, harga produk rendah, rantai pemasaran yang panjang, hingga kerusakan lingkungan dan kesuburan tanah akibat input kimia yang berlebihan turut menyumbang terjadinya stagnasi kesejahteraan petani.

Dengan kondisi tersebut Lembaga Pertanian Sehat (LPS) mengusung sistem pertanian yang kami namai sebagai 'pertanian sehat'. Sebagai upaya menjawab tantangan keterbatasan pertanian saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Pertanian Sehat' merupakan pertanian yang menanamkan karakter 'sehat' dalam setiap bagiannya baik input, proses, ouput, maupun petani sebagai pelakunya. Input "sehat" berarti, segala input yang digunakan seperti pupuk, benih, dan pestisida harus mengedepankan aspek kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Proses yang 'sehat' berarti, proses budi daya, pengorganisasian, pembiayaan, dan lain sebagainya harus bersifat sehat. Proses budi daya yang 'sehat' berarti tidak membahayakan pekerja, efektif, dan efisien dalam penggunaan input. Begitu pun dengan pengorganisasian harus bersifat sehat, yang berarti, misalnya dalam pembentukan Kelompok Tani atau kelembagaan lokal lainnya harus membela kepentingan mayoritas petani kecil dan tidak hanya menguntungkan orang-orang tertentu saja (kelas elit).

Jika ada pembiayaan terhadap budi daya tanaman maka itu harus bersifat syariah dan tidak menerapkan sistem riba. Pola pembiayaan 'sehat' yang bisa dilakukan adalah: pinjaman tanpa bunga, mudharabah, dan murabahah, dan lain-lain. Keberkahan, keadilan, dan persamaan hak di antara petani harus senantiasa dijaga dan dijunjung tinggi.

Output yang sehat berarti produk pertanian yang dihasilkan sehat untuk dikonsumsi, tidak mengandung residu kimia, memiliki nilai tambah terhadap pendapatan petani, dan berkelanjutan dalam menyediakan produk-produk yang dibutuhkan pasar.

Petani sebagai pengolala pun harus sehat. Artinya sehat secara fisik (kuat dan cerdas) maupun ruhiyah. Aspek ruhiyah dapat menciptakan modal sosial (kebaikan sosial) di antara masyarakat untuk kemajuan komunitas dan dirinya. Sifat tolong tenolong, gotong royong, simpati, gemar silaturahmi, dan sifat positif lainnya mesti ditumbuhkan untuk menciptakan sistem masyarakat yang kondusif dalam melakukan proses usaha pertanian sehat.

Sebagai sebuah entitas 'Pertanian Sehat' dapat dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki satu kesatuan dan ketergantungan antar subsistem (unsur) lainnya dalam mencapai tujuannya. Yakni menghasilkan produk sehat yang dapat meningkatkan pendapatan petani secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam prosesnya mencapai tujuan sistem pertanian sehat senantiasa membangun aspek ekonomi, sosial, dan ekologi.

Dengan karakternya tersebut dapat dikatakan pula bahwa pertanian sehat merupakan sebuah proses community development. Community development (pengembangan masyarakat) merupakan suatu proses swadaya masyarakat yang diintegrasikan dengan usaha-usaha institusi luar guna meningkatkan kondisi masyarakat di bidang ekonomi, sosial, ekologi untuk kemajuan dan kemakmuaran masyarakat setempat.

Sebagai suatu metode atau pendekatan community development menekankan adanya proses pemberdayaan, partisipasi, dan peranan langsung warga komunitas dalam proses pembangunan di tingkat komunitas. Di sinilah letak sistem pertanian sehat yakni proses pemberdayaan yang masuk melalui bidang pertanian.

Secara umum ada 2 (dua) aspek besar dalam sistem pertanian sehat. Pertama, teknologi (teknik budidaya pertanian ramah lingkungan), dan kedua pembangunan sistem komunitas. Keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dan dikatakan sebagai 'sistem community development pertanian sehat'.

Aspek teknologi meliputi unsur: teknologi penghasil input ramah lingkangan berbasis lokal, teknologi budidaya pertanian, teknologi pasca panen, dan dukungan teknis. Sedangkan aspek penguatan sistem komunitas meliputi unsur: identifikasi masalah dan potensi, pengorganisasi petani, kaderisasi petani, dukungan teknis, membuka jaringan dan pemasaran, serta pengelolaan sistem secara berkelanjutan oleh kader.Β 

Dukungan teknis yang terdapat pada aspek teknologi dan pembangunan sistem komunitas meliputi: pendampingan, pelatihan administrasi kelembagaan, pelatihan teknologi budi daya ramah lingkungan, demplot, pengadaan saung sebagai tempat pusat koordinasi petani, dan lain-lain.

Dengan demikian segala bentuk keterbatasan sumber daya pertanian yang menjadi pangkal pemiskinan petani dapat disulam dengan konsep 'community development pertanian sehat'. Konsep ini membangun kekuatan sistem komunitas untuk menghasilkan produk yang bernilai tinggi (sehat) yang disentuh dengan proses-proses pemberdayaan. Konsep ini pun sekaligus menjawab sistem pertanian konvensional (boros input kimia) yang menghasilkan produk dengan kuantitas tinggi namun kualitas rendah serta mengancam kesuburan lahan pertanian di masa depan.

Dengan kuantitas produk yang tidak berbeda secara signifikan dengan sistem pertanian konvensional sistem pertanian sehat memiliki nilai lebih secara kualitas dan bernilai tinggi di pasaran. Dengan demikian tujuan akhir 'community development pertanian sehat' untuk menyejahteraan petani dengan adanya peningkatan pendapatan petani tidak mustahil untuk dilakukan.

Dipa Ulhak SP
Lembaga Pertanian Sehat - Dompet Dhuafa
Ruko Vila Indah Pajajaran
Jl Bangbarung Raya 88 Blok AA-AB Lt 2 - Bogor 16153
difa.chaf@gmail.com
081808887065

Penulis adalah Manajer Community Development, Lembaga Pertanian Sehat-Dompet Dhuafa.


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads