Penyajinya mulai dari televisi, surat kabar, majalah, tabloid, internet, bahkan sampai di handphone pun juga menyediakan berita yang kerap up to date setiap waktu. Kini semua lapisan masyarakat sudah tahu beritaΒ yang hampir 'membutakan" mata ini karena begitu seringnya tampil pada setiap waktu bak berita terkini dalam televisi.Β
Semua lapisan masyarakat sudah tahu tanpa harus pemerintah mengumumkannya. Mulai masyarakat lapisan atas atau pun bawah. Dalam negeri maupun luar negeri. Tahunya mereka akan ini karena canggihnya dunia teknologi informasi di masa kini. Jadi, bisa dikatakan hampir tidak ada masyarakat yang tidak mengenal Gayus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah nampaknya pemerintah penguasa saat ini tidak sadar jikalau hal ini menjadi 'pendustaan' atau 'pembodohan' terhadap rakyatnya. Mereka menanti penguasanya untuk membuktikan kerja-kerjanya. Apalagi pada beberapa hari yang lalu. Gayus Tambunan dengan mudahnya dia 'melancong' ke Bali. Padahal, statusnya adalah 'penghuni hotel' Mako Brimob.
Inilah sebuah penipuan dan pendustaan yang dilakukan secara 'gotong royong' oleh pelaku publik (baca: pemerintah) terhadap rakyatnya. Pemerintah tidaklah mesti presiden. Akan tetapi siapa saja yang diberikan amanah oleh rakyat untuk 'duduk' dalam keorganisasian pemerintah Republik Indonesia.Β
Yang pasti masyarakat kini semakin 'gerah' karena merasa 'dibodohi'. Atau boleh disebut pemerintah telah melakukan pembodohan terhadap rakyatnya sendiri.
Terus, siapakah 'Gayus Tambunan' yang sebenarnya? Yang pasti masyarakat sudah tahu tanpa harus pemerintah 'mengiklankannya'. Mungkin dia adalah sebuah alat permainan para 'pembesar'. Ataukah dia bagaikan 'bola' yang dilemparkan oleh seorang kiper kemudian dimainkan oleh pemain-pemainnya untuk memasukkan bola tersebut ke gawang lawannya. Ataukah dia 'teror' bagi Anda.
Azhari Jailani Daud
Mahasiswa S2 Studi Islam Universitas Malaya
Hp: +60167478073
Email: azharimadinah@gmail.com
(msh/msh)











































