Setelah kedatangan Presiden Bush yang dramatik itu, kali ini, lagi-lagi Pemerintah Indonesia merespon positif rencana kedatang Obama yang ketiga kalinya. Berita ini bersumber dari ucapan langsung Obama, kala menyampaikan pidato di Sidang Tahunan Majelis Umum PBB Kamis, 23 September 2010.
Kedatangan Presiden Amerika yang ke-44 itu, tidak saja mengungkit nostalgia masa-masa kecilnya di Indonesia bagi sebahagian masyarakat. Tapi, juga membuat Pemerintah Indonesia sibuk bukan kepalang. Tenaga, biaya, dan sistim keamanan bakal dikerahkan dengan sangat eksklusif dan expensive. Hal serupa juga pernah dilakukan pemerintah Indonesia ketika dua kali Presiden George Bush berkunjung ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh editorial sebuah media nasional edisi 26 November 2006, menulis "kehadiran Presiden Bush ketika itu, melumpuhkan perekonomian masyarakat Bogor". Karena, semua akses sarana transportasi dan komunikasi "berhenti total selama satu minggu lebih, dari sebelum dan menjelang kedatangan Presiden Bush.
Dalam bayangan kita, rencana kedatangan presiden Obama ke Indonesia ini, bakal membikin pemerintah Indonesia tak kalah sibuknya seperti ketika kedatangan Presiden Bush 2006. Tenaga dan biaya bakal dikeluarkan negara tanpa tanggung-tanggung untuk menyambut kedatangan Presiden Obama.
Keuntungan
Di balik kucuran tenaga dan biaya oleh pemerintah itu, ada hal postif yang menguntungkan Indonesia. Pertama, meski, Indonesia tergolong negara kawasan Asia Tenggara yang rentan aksi terorisme, Presiden Obama bertekad datang.
Kedatangan Obama ke Indonesia, mencitrakan bahwa, negara ini masih layak dikatakan aman dan damai. Hal tersebut akan terbukti dengan sendirinya, ketika Obama berkunjung ke Indonesia, dan menyaksikan sendiri kondisi Indonesia. Keberhasilan Polri membongkar jaringan teroris saat ini, akan menjadi kabar sekaligus citra positif terkait situasi keamanan di Indonesia. Paling tidak, dimata Obama, Indonesia terbilang sukses memberantas terorisme.
Kedua, polemik dunia Islam terkait isu pembakaran Al Quran, akan mencair dengan kehadiran Obama ke Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Kehadiran Obama diharapkan, dapat melerai benang kusut persepsi dunia Barat terhadap Islam akhir-akhir ini. Terutama masyarakat Amerika.
Ketiga, kehadiran Obama di Indonesia, juga dapat melerai kusutnya hubungan Indonesia dan Amerika. Terutama pemboikotan di segi kemiliteran terkait tuduhan pelanggaran HAM dalam kasus Timor Timur. Meski kehadiran Obama ini direspon dengan membanjirnya harapan, rasa nostalgia dan penolakan oleh sekelompok masyarakat Indonesia. Kita berharap, pemerintah dan masyarakat bisa memetik keuntungan-keuntungan besar demi kepentingan masyarakat Indonesia di balik kunjungan presiden Barak Obama.
Kerugian
Demikian pun sebaliknya. Kunjungan Obama tidak berbuah baik. Bila kedatangannya disambut dengan terlampau berlebihan. Apalagi menyedot anggaran keamanan dan juga melumpuhkan roda ekonomi masyarakat. Sebagaimana yang terjadi ketika Presiden Bush berkunjung ke Indonesia.
Di tengah situasi negeri yang sedang pelik, didera bencana, dan dirantai sekian banyak persoalan kemiskinan seharusnya pemerintah tidak bertindak berlebihan terkait kedatangan Obama. Apalagi terkesan mubazir. Semakin berlebihan dan ekstra ketat mengerahkan sistim keamanan dengan jumlah biaya yang besar justru mencitrakan Indonesia tak seaman yang dibayangkan.
Kita berharap kedatangan Obama ke Indoneisa disambut selayaknya seorang tamu penting negara. Tapi, sewajarnya saja. Sebagaimana sambutan pemerintah AS ketika menerima kunjungan SBY ke Amerika.
Demikian pula kedatangan Obama jangan sampai menyumbat siklus ekonomi masyarakat. Seperti yang terjadi saat kedatangan George Bush 2006. 'Toh' kedatangan Obama tidak lain dan tidak bukan semata untuk membuka akses investasi dan mengonsolidasikan kerja sama multi sektor dengan pemerintah Indonesia --yang juga implikasinya diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat. Tapi, bila sebaliknya, kehadiran Obama dengan semua akibat kemacetan siklus perekonomian warga, maka kehadiran Obama tak ada untungnya. Malah merugikan masyarakat. Bisa saja.Β
Abdul Munir Sara
Jln Kayu Manis Baru 2 No 25
Matraman Jakarta Timur DKI Jakarta
abdulmunir_sara@yahoo.co.id
081318004078
Koordinator Lingkar Studi Pemuda Mahasiswa Tapal Batas RI - Timor Timor.
(msh/msh)











































