Banjir dan Macet Jakarta Butuh Langkah Berani, Efektif, Berbeda

Banjir dan Macet Jakarta Butuh Langkah Berani, Efektif, Berbeda

- detikNews
Kamis, 04 Nov 2010 17:42 WIB
Banjir dan Macet Jakarta Butuh Langkah Berani, Efektif, Berbeda
Jakarta - Pada awal pengembangan kota Jakarta (dahulunya Batavia) oleh pemerintah kolonial Belanda Kota Jakarta memiliki tata kota yang sangat baik dan menarik. Model sistem tata kota tersebut diadaptasi oleh kota besar lainnya. Namun, ada satu permasalahan yang utama di sini yaitu desain tata kota Jakarta bukan untuk jumlah penduduk sebanyak sekarang.

Jumlah penduduk DKI Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut sumber Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi penduduk DKI Jakarta pada Juli 2010 berjumlah 8.503.135 orang. Angka ini sungguh merupakan angka fantastis dibandingkan dengan Singapura yang notabene merupakan suatu negara serta mengingat luas negara Indonesia yang amat luas dengan persebaran penduduk yang tidak merata.

Salah satu masalah yang ditimbulkan dari padatnya penduduk di Jakarta adalah kemacetan dan banjir yang melanda tiap tahunnya. Karena hal ini berlangsung terus-menerus maka masalah ini dianggap sebagai ciri khas dari Jakarta. Diperlukan upaya untuk menghapuskan citra tersebut dan mengubah ciri khas Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman, bersih, dan teratur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan dan banjir. Namun, usaha tersebut masih belum memberikan dampak baik yang signifikan untuk mengatasi banjir dan kemacetan di Jakarta. Salah satunya adalah upaya dengan membangun proyek banjir kanal timur dan pengoperasian busway.

Bagaimana pun juga usaha-usaha tersebut masih dirasa kurang maksimal. Selalu saja ada masalah dalam program-program tersebut.

Proyek banjir kanal timur masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan. Sedangkan busway saat ini masih dianggap belum mencukupi untuk mengakomodasi transportasi bagi seluruh warga Jakarta. Akibatnya banyak orang tetap memilih kendaraan pribadi karena kenyamanan yang bisa didapat dibandingkan busway yang harus bersesakan di dalamnya.

Dalam mengatasi banjir dan kemacetan di Jakarta diperlukan langkah sistematis dan bertahap. Walaupun harus melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak populer. Mandeknya proyek monorail di Jakarta merupakan salah satu akibat dari upaya mengatasi kemacetan Jakarta yang tidak sistematis.

Fokus pertama yang harus dilakukan adalah membatasi laju penduduk yang masuk ke Jakarta sekaligus membangun daerah-daerah lain dengan memberikan koneksi pekerjaan dengan institusi/perusahaan yang ada di Jakarta. Dengan begitu arus transmigrasi dapat berjalan sekaligus pembangunan daerah-daerah selain Jakarta juga berkembang.

Perlu diingat bahwa masalah Jakarta bukan lagi menjadi masalah pemerintah daerah. Namun, juga pemerintah pusat serta menuntut peran aktif masyarakat Indonesia.

Setelah fokus terhadap penduduk berjalan dengan baik pengaplikasian peraturan yang lebih ketat harus dilakukan. Misalnya dibentuk bidang pengawasan khusus bagi orang-orang yang membuang sampah di kali, sungai, jalan, dan tempat lain yang tidak seharusnya. Ketika petugas dari bidang pengawasan tersebut melihat pelanggaran maka hukuman dijatuhkan pada pelanggar.

Hukuman tidak harus berupa uang atau pidana tapi sanksi berupa diharuskannya ia menyapu jalanan dengan panjang tertentu atau sanksi moral diumumkan namanya dengan pengumuman tiap bulannya di mana hukuman ini diberlakukan bekerja sama dengan RT setempat. Kebijakan ini memang tidak populer. Namun, nyatanya kebijakan yang serupa efektif diberlakukan di negara Singapura sehingga negara tersebut menjadi negara yang terkenal akan kebersihannya.

Jadi, diperlukan keberanian dari pemerintah untuk melakukan kebijakan yang berbeda namun sistematis dan efektif untuk menghadapi banjir dan kemacetan di Jakarta. Diawali dengan fokus terhadap penduduknya serta pembangunan daerah lain, bekerja sama dengan berbagai institusi yang memiliki koneksi dengan Jakarta, sehingga arus transmigrasi berjalan.

Sambil hal itu berjalan dilakukan pendekatan kebijakan yang berbeda namun tegas untuk mengubah gaya hidup serta kebiasaan penduduk Jakarta menjadi lebih baik. Dengan itu semua ciri khas Kota Jakarta yang buruk dapat dihilangkan berganti dengan ciri khas baru yang terbentuk yaitu kota metropolitan yang bersih, nyaman, dan teratur rapi.
Β 
Muhammad Irfan Hasan
Asrama PPSDMS Regional I Jakarta
Jl Lenteng Agung Raya No 20 Srengseng Sawah Jakarta Selatan 12640
irfanucini@yahoo.comΒ 
081319406485
Β 


(msh/msh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads