Wakil Rakyat Semakin Melukai Hati Rakyat

Wakil Rakyat Semakin Melukai Hati Rakyat

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2010 08:42 WIB
Wakil Rakyat Semakin Melukai Hati Rakyat
Jakarta - Kejadian yang tidak pernah diharapkan oleh rakyat bahwa orang yang mereka perjuangkan dan mereka pilih untuk duduk di kursi sebagai wakil mereka justru mengkhianati secara terang-terangan. Di saat harga kebutuhan melambung permasalahan bangsa yang semakin pelik.

Masalah korupsi, penanganan korban lumpur lapindo yang sampai hari ini tidak jelas serta berbagai persoalan lain DPR dengan tidak tahu malu menyiapkan gedung baru yang nilainya triliunan. Lengkap dengan fasilitas spa pula. Padahal, uang sebanyak itu akan sangat bermanfaat sekali untuk mensejahterakan rakyat.

Ketika rakyat mulai bersuara perihal ketidaksetujuannya justru para elit di senayan ini memberikan respon yang negatif. Bahkan, sama sekali tidak menunjukkan empati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada anggota DPR yang dengan seenaknya mengatakan bahwa fasilitas untuk DPR seperti itu wajar. Karena, tugas mereka adalah mengurusi negara jadi sudah selayaknya mendapatkannya. Sungguh suatu sikap yang sangat kurang tepat.

Seharusnya mereka berpikir selama ini apa yang sudah mereka berikan untuk rakyat. Apa yang mereka berikan untuk negara bisa-bisanya merasa layak seperti itu. Kita tahu selama ini banyak pekerjaan mereka yang tidak beres.

Kasus Century misalnya. DPR tidak mengawal dengan tegas. Ada kesan praktik dagang sapi. Mereka pertaruhkan kepentingan rakyat hanya untuk kepentingan politik kelompok mereka saja.

Belum tuntas permasalahan terkait gedung DPR rakyat harus kembali gigit jari dengan tingkah polah si kacang yang lupa pada kulitnya ini. Dengan terang-terangan mereka menghamburkan uang rakyat untuk jalan-jalan. Meskipun dibalut dengan tema studi banding.

Sebenarnya rakyat tahu bahwa acara ini tidaklah memiliki efek yang signifikan dalam mengatasi persoalan. Studi banding DPR yang akan dilakukan ke lima negara Asia, Eropa, dan Afrika dan tidak tanggung-tanggung dana yang dihabiskan mencapai 100 M.

Tentunya kita tidak mungkin akan percaya bahwa mereka benar-benar akan menjalankan studi banding ini dengan baik. Karena, kita sudah terbiasa melihat kebejatan mereka saat sidang. Ada yang tidur mendengkur. Ada yang gontok-gontokan. Dan, ada yang secara jelas berbuat sewenang-wenang.

Dana anggaran studi banding ini seharusnya dikembalikan saja ke negara untuk keperluan yang lebih penting. Kalau mau belajar etika kenapa harus ke Yunani? Harusnya mereka ke Jepang untuk belajar harakiri ketika tidak amanah dan menepati Janji. Alasan bahwa Yunani sebagai negara tertua yang menerapkan demokrasi sangat terkesan dibuat-buat.

Hal yang sangat menyayat dan menyakitkan terjadi di akhir bulan oktober ini. Di saat suasana pilu dan duka yang terjadi akibat bencana tsunami di Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi yang menelan ratusan nyawa justru Seorang Ketua DPR membuat sebuah pernyataan yang sangat melukai hati rakyat.

Dengan sikap yang sinis Marzuki justru menyatakan bahwa bencana tsunami itu sudah jadi koneskuensi jika tinggal di pulau dan lereng. Dengan serta merta dia justru menyalahkan para korban.

Tidak cukup sampai di situ saja. Sang Ketua DPR ini membuat sebuah pernyataan keras kepada anggota DPR untuk tidak usah cawe-cawe memikirkan masalah musibah ini. Dengan alasan bahwa tugas DPR adalah mengawasi pemerintah.

Seolah tidak ada sedikitpun rasa simpati terhadap korban. Sangat arogan dan sangat keterlaluan. Sikap tidak manusiawi ini sangatlah tidak layak ditunjukkan oleh seorang manusia yang dipilih oleh rakyat.

Sungguh sangat disesalkan wakil rakyat yang seharusnya membela rakyat mati-matian itu tidak merakyat. Tidak tahu malu memaki rakyat yang berduka karena bencana dan kematian.

Rohmat
Hidayatuloh Semarang
arrahmat_hida@yahoo.com
085640374752


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads