Sementara itu harga-harga naik menjelang puasa dan lebaran. Kami rakyat kecil masih dibebani hal seperti ini. Banyak yang menyatakan hal ini untuk menggoyang karena selaku Direktur Pertamina, kalau bagi saya ini adalah kebijakan Pertamina yang merugikan Rakyat.Β
Pertama, kebijakan ini digunakan untuk tidak mengganggu kestabilan ekspor dan impor minyak Indonesia (minas) yang memiliki selisih cukup besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, ada yang membisikkan Pertamina dengan pelan-pelan menurunkan kualitas Premium sehingga pelan-pelan beralih ke Pertamax. Namun, Pertamina lupa bahwa korban 'fuel pump' rusak seperti saya tidak akan membeli lagi bensin di SPBU Pertamina, dan beralih ke Shell, Petronas, dan Total. Dan, Pertamina juga lupa bahwa 90% SPBU Pertamina dioperasikan oleh Swasta.Β
Kalau saya menjadi pemilik Shell saya tidak perlu repot-repot membeli pom bensin baru. Cukup menyediakan 500 juta - 1 miliar untuk beralih dari Pertamina ke SPBU swasta asing. Wuss, urusan selesai. Maka dapat dipastikan setelah kejadian Premium murah ini golongan ekonomi menengah akan pindah ke SPBU Swasta.Β
Golongan ekonomi atas sudah lebih dulu beralih ke SPBU Swasta. Dan, 10 tahun ke depan tidak akan ada lagi SPBU Pertamina yang kita banggakan.
Keempat, Pertamina lupa bahwa Shell, Petronas, dan Total Bisa menjual Bensin Oktan 92 dan Oktan 95 di bawah harga Pertamax. Pertamina selama 10 tahun merugi sampai seluruh SPBU Pertamina beralih ke SPBU swasta asing. Misalkan saat ini Pertamax 6.500 per liter, Shell, Petronas, dan Total bisa menjual bensin oktan 92 dengan harga 5.000 per liter hanya untuk membunuh Pertamina.Β
Kelima, pada saat itu akan terjadi kelimpungan di pemasukan negara. Terutama fee bagi para pejabat karena saat ekspor Minas ke Jepang yang di bawah harga pasar impornya akan stop diganti oleh impor para SPBU swasta asing. Dan, keuntungan akan turun drastis di Pertamina.Β
Keenam, Pertamina lupa kalau Indonesia bisa memproduksi Bio Ethanol sampai 2.000 rupiah per liter. Itu artinya produksi minyak tanah Pertamina akan hancur total dengan harga yang tidak masuk akal 8.000 per liter. Asal ada 1 orang pengusaha saja yang mau memproduksi masal Bio Ethanol itu dan membagikan gratis kompor minyak Bio Ethanol maka Pertamina tinggal kita 'good bye' saja.
Β
Di era persaingan bebas ini semua hal dilakukan. Kalau Pertamina tidak segera berbenah Pertamina akan dibenahi oleh dunia.
Agung Bismoko
Jl Sawo I No 5 Pondok Sukatani Permai
mr_komo@yahoo.com
087870217799
(msh/msh)











































