Tahapan-tahapan dakwah beliau begitu mencengangkan jika kita pelajari lebih detil. Mengapa selama tiga tahun Rasulullah SAW dalam mendakwahkan Agama Islam harus secara sembunyi-sembunyi? Takutkah dengan intimidasi? Takutkah dengan ancaman dari kaum Quraisy? Jelas, ini merupakan strategi dakwah. Ketika Rasulallah SAW lebih mengedepankan perdamaian dan menghindari sikap "INILAH AKU, INILAH AJARAN AKU" ketika mendakwahkan ajaran.
Dan, seingat saya, setelah mempelajari sejarah di bangku sekolah, selama 23 tahun dalam dakwah serta menyebarkan Agama Islam, Rasulullah SAW tidak pernah menggunakan kekerasan. Jalan-jalan yang tidak manusiawi. Lihatlah kepada kaum Quraisy Nabi tidak mengecap langsung jika mereka adalah kaum yang akan dibinasakan oleh Allah. Nabi tidak memarjinalkan keyakinan mereka. Nabi lebih senang berdialog. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Argumen-argumen ilahiyahlah yang disodorkan oleh Rasullah kepada mereka, Kaum Quraisy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernahkah anda membaca, di dalam sejarah, Rasulullah mengerahkan pasukan, sahabat-sahabatnya untuk memerangi dan memaksa sebuah kaum, agar kemaksiatan di muka bumi ini benar-benar steril dalam kehidupan? Sama sekali tidak. Rasul hanya memberi peringatan bahwa kebenaran tidak akan pernah berbaur dengan kebathilan.
Saya selalu miris melihat kelompok-kelompok radikal di negeri ini yang selalu mengatasnamakan agama di dalam perjuangan mereka namun kecintaan mereka terhadap agama berbanding terbalik dengan nilai-nilai kemanusiaan. Berbanding terbalik dengan etika dakwah, dan berbanding terbalik dengan cara mereka mengubah tatanan sosial.
Lihatlah oleh Anda, apakah cara dakwah dengan mengangkat tombak, mata melotot, air muka kasar, dan ucapan menggelegar, akan memalingkan para pelaku kejahatan kemudian memilih jalan benar? Salah. Mereka akan semakin benci kepada ajaran. Mereka akan semakin sulit menerima ajaran karena ajaran belum pernah mengajarkan mendirikan sholat harus disertai dengan tamparan, berwudhu dengan simbahan darah! Sama sekali tidak.
Alasan kelompok-kelompok Fundamentalis dalam melalukan setiap aksinya adalah kemaksiatan harus diberangus dan dilenyapkan di muka bumi. Ya, saya sependapat. Namun, strategi melenyapkan kemaksiatan bukan dengan cara kekerasan. Lagi pula kemaksiatan, dari zaman Nabi Adam hingga kiamat nanti bentuk dan variannya akan semakin kompleks. Sampai kapan pun kemasiatan di muka bumi akan semakin banyak. Itulah pentingnya ada ajaran. Agar kita bisa meningkatkan kapasitas dan keyakinan kita.
Saya lebih cenderung kepada Hadits Rasul. Perangilah hawa nafsumu, perangilah emosimu, sebelum kita masuk ke kancah peperangan yang sama sekali tidak mengetahui siapa dan apa yang harus kalian perangi! Menghancurkan tempat-tempat kemasiatan, dengan cara dibom atau dibagaimana pun sudah menunjukkan, jika kita belum bisa memerangi amarah dan nafsu yang ada dalam diri kita.
Kecintaan kita kepada ajaran Islam tidak perlu dibarengi dengan kebencian kita kepada sesama.
Warsa Suwarsa
Jl Widyakrama Balandongan Sukabumi
warsa_suwarsa@yahoo.com
085310116936
(msh/msh)











































