Ambisinya memang patut diapresiasi dalam upaya mengembangkan sayap Malaysia menjadi Developed Economy melalui pelancaran "PROYEK MAHADASYAT" yaitu "Proyek Visi Malaysia 2020". Ide ini berawal dari suatu kenyataan bahwa pengurangan kemiskinan, isu kesehatan, dan pendidikan seakan belum mampu diwujudkan di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang seharusnya mampu mendorong penyelesaian masalah tersebut.
Demikian. Malaysia tidak ingin terus menerus terjebak dan sebaliknya mencoba membuat konsep baru, menuju "Tata Kelola Ekonomi Baru" dengan harapan peningkatan nilai tambah ekonomi akan terwujud, yang akhirnya memberikan kesejahteraan bagi Rakyat Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model ini sebenarnya adalah kelanjutan dari program "New Economy Policy" yang dicetuskan oleh Tun Abdul Razak, ayahanda Dato' Sri Najib pada tahun 70-an. Dalam proses pencapaian MEB, Najib menggagas empat dasar pilar utama, yaitu:
(1) Konsep "1 Malaysia" dengan semboyan "Rakyat Didahulukan, Pencapaian Diutamakan" yakni bertujuan membangun semangat kesatuan bagi seluruh Rakyat,
(2) The Government Transformation Program dengan tujuan memperkuat pelayanan publik dengan berasaskan 6 Kunci Dasar Utama Kerajaan,
(3) The Economic Transformation Programme merupakan asas dalam operasionalisasi Model Ekonomi Baru, di mana mengejawantahkan eksekusi transformasi Malaysia menjadi negara maju, dengan penetapan target makroekonomi yang terencana, dan alokasi pengeluaran yang berkelanjutan di bawah "Rancangan Malaysia ke-10". Buah akhir dari "Rancangan Besar" ini adalah Pengekalan Malaysia dalam negara berpendapatan tinggi yaitu US$ 15.000-US $20.000 pada 2020, dan memberikan harapan hidup yang lebih baik untuk generasi mendatang, serta menjadi negara dengan performa dan tempat yang prospektif dalam berinvestasi.Β
Sustainabilitas baik dalam konteks ekonomi dan lingkungan menjadi hadil akhir dari proyek MEB ini. Singkatnya, pencapaian visi 2020 ini berangkat dari consensus bersama yang meliputi, pro pasar, tata pemerintahan yang baik, integrasi regional, kewirausahaan, dan daya inovasi.
Proses Menuju MEB
Dalam upaya pencapaiannya, hal konkret yang harus dipersiapkan serta dimasukkan dalam agenda pembangunan Malaysia, adalah:
(1) menjadi negara yang efisien dan kompetitif dalam sektor manufaktur dengan memposisikannya menjadi world class
manufacturing country,
(2) mendominasi dalam pasar komoditas dan produk turunannya,
(3) strategy pemilihan lokasi yang tepat dalam upaya menarik Investasi Asing Langsung, dan Investasi Portofolio Langsung, terutama dari Cina, India, dan beberapa negara Asia,
(4) pengembangan daya tarik wisata, dan produk kesehatan berdasar pada keanekaragaman budaya, etnik, dan kekayaan alam.
Strategi dan Implementasi MEB
Beberapa pendekatan dan strategi implementasi kebijakan mengemuka dengan mencoba menyusun suatu kerangka pencapaian MEB yang mencakup dua aspek, yakni:
(1) Pendekatan MEB dalam mendukung proses pembangunan Ekonomi, yaitu berupa inisiasi Kerajaan Malaysia dalam mensinergikan dengan struktur ekonomi yang disyaratkan oleh MEB. Ada 8 pendekatan yang coba digagas terkait dengan pendekatan baru menuju MEB, yaitu pertumbuhan berbasis produktivitas, pertumbuhan berbasis sektor swasta, otonomi daerah dalam pembuatan kebijakan, pengelompokan dan pengkonsentrasian ekonomi berdasarkan potensi, pemberdayaan high-tech dalam pengembangan perusahaan, integrasi dan sinergi dengan orientasi kebijakan negara Asia dan Timur Tengah, serta mempertahankan, dan mengundang tenaga-tenaga terampil dan profesional.
Kemudian, pendekatan tersebut diramu dalam suatu proses dan identifikasi secara komprehensif serta dicoba untuk dimanisfestasikan ke dalam "Strategic Reform Initiatives (SRIs)". Proses ini mensyaratkan juga beberapa kriteria dan kebijakan, yang pengawalan konsistensi dan komitmen pemerintah serta kesiapan rakyat untuk berubah mutlak dipastikan keberadaannya. Hal ini dikarenakan MEB bukan hanya sekedar perubahan ekonomi semata namun juga mencakup perubahan cara berpikir, bersikap, dan semangat dalam menyokong serta memastikan keberhasilan proyek ini.
Beberapa tahapan-tahapan dan langkah SRIs Kerajaan dalam pencapaian "Visi 2020" dalam bingkai MEB adalah:
(1) menguatkan dan memperluas peranan sektor swasta di dalam menggerakkan aktivitas perekonomian melalui penitikberatan ada sektor bernilai tambah tinggi, menghilangkan hambatan dalam berusaha, penciptaan sistem ekonomi yang mampu mencetak pengusaha yang kreatif, dan inovatif, mendorong kompetisi yang sehat, meningkatkan peran pengusaha kecil, serta penciptaan iklim usaha yang produktif,
(2) membangun sektor tenaga kerja yang berkualitas, dan bertahap mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing melalui peningkatan skill tenaga domestik secara kontinu, serta mengundang tenaga ahli ke Malaysia,
(3) Menciptakan Daya Saing Ekonomi domestik melalui efisiensi, kewirausahaan, dan alokasi sumber daya secara efisien,
(4) penguatan sektor swasta melalui efektivitas pengambilan keputusan, dan penguatan manajemen keuangan publik,
(5) Tranparansi dan Ramah Pasar, dengan mereduksi kesenjangan pendapatan, penerapan reward and punishment, serta equal threatment dalam setiap peluang,
(6) Peningkatan Knowledge base dan pembangunan infrastruktur,
(7) peningkatan sumber-sumber pertumbuhan melalui integrasi dan promosi sektor-sektor strategis ke dalam kebijakan publik, serta
(8) jaminan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui intensifikasi komunikasi, koordinasi, dan komitmen antar
lembaga.
Kesimpulan
Dengan demikian, Model Ekonomi Baru (MAB) mencoba menyatukan berbagai pendekatan dan strategi secara komprehensif dan tidak hanya berfokus pada dimensi pembangunan manusia namun juga menakar pencapaian pertumbuhan yang berkelanjutan, dan merespon secara dinamis era globalisasi. Didukung dengan komitmen Kerajaan yang kuat dan Rakyat yang kokoh, maka impian akan hadirnya "Tata Ekonomi Baru pada 2020" tidaklah sulit untuk terwujud.
Sementara, sudah pula waktunya dengan berkaca pada konsep MAB Malaysia di atas, menyingkap suatu impian pula akan kehadiran konsep yang "LEBIH MAHA DASYAT" yang digagas oleh Rebublik kita dengan tekad menuju Indonesia Baru yang Maju dan Sejahtera untuk seluruh rakyat. Semoga, harapan itu masih ada.Β
Dimas Bagus Wiranata Kusuma
Kandidat Master of Economics International Islamic University Malaysia (IIUM)
Pengamat Ekonomi dan Direktur Humas Islamic Economic Forum for Indonesian Development (ISEFID) Kuala Lumpur
dimas_economist@yahoo.com
(msh/msh)











































