Sail Banda 2010: Small Islands for Our Future

Sail Banda 2010: Small Islands for Our Future

- detikNews
Kamis, 15 Jul 2010 17:59 WIB
Sail Banda 2010: Small Islands for Our Future
Jakarta - Setelah berhasil menggelar even maritim internasional World Ocean Conference (WOC) yang menghasilkan Deklarasi Manado, Coral Triangle Initiative (CTI) dan Sail Bunaken 2009 parade kelautan terakbar yang pernah digelar di dunia, tanggal 12 Juli hingga 17 Agustus 2010 mendatang Indonesia sebagai Negara Maritim kembali akan menggelar kegiatan akbar serupa. Yakni Sail Banda 2010. Pelaksanaan even kemaritaman yang masih merupakan ide mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi setelah sukses menggelar "Sail Bunaken 2009".

Sail Banda 2010 adalah salah satu bentuk optimisme negara kepulauan terbesar dunia, dan sebagai isyarat Undang-undang No 17 Tahun 2007 bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yakni Indonesia sampai dengan tahun 2025 menjadi suatu Negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.Β 

Oleh karena itu tema yang diusungΒ  even Sail Banda 2010 ini sangat tepat yaitu "Small Islands For Our Future" atau pulau-pulau kecil untuk masa depan kita. Tentunya, berbagai harapan diadakannya acara ini di antaranya adalahΒ  memberikan wawasan atau cakrawala pandang tentang pentingnya membangun kekuatan maritim dan untuk memupuk jiwa dan semangat bahari masyarakat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perhelatan akbar international kemaritiman yang akan memperkenalkan keindahan dan kekayaan laut Indonesia kepada negara-negara peserta ini akan diawali dengan lomba perahu layar dari Australia ke Banda. Juga beberapa agenda utama lainnya berupa yacht rally and race oleh 107 kapal layar dari 22 negara di dunia, game fishing, internasional diving tournament, internasional conference on small island, konferensi kerja sama Indonesia-Australia, dan internasional seminar.Β 

Selain itu, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono direncanakan hadir pada acara puncak Sail Banda 2010 di Ambon, pada 3 Agustus 2010 sekaligus akan meninjau pelayanan bakti sosial di atas kapal-kapal rumah sakit terbesar milik Angkatan Laut AS, USNS MERCY T-AH19 yang turut hadir pada acara tersebut. Lokasi kegiatan maritime Akbar dunia tahun ini dipusatkan di Kepulauan Maluku dan sekitarnya yaitu Ternate, Banda, dan Ambon yang oleh orang Belanda disebut sebagai
"the three golden from the east" (tiga emas dari timur).Β 

Kepulauan ini merupakan salah satu propinsi tertua dalam sejarah Indonesia merdeka. Dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Secara historis Kepulauan Maluku terdiri dari kerajaan-kerajaan Islam yang menguasai pulau-pulau tersebut. Oleh karena itu diberi nama Maluku yang berasal dari kata Al Mulk yang berarti Tanah Raja-Raja.Β 

Menurut sejarah Bangsa Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis pada tahun 1512. Pada waktu itu dua armada Portugis, masing-masing di bawah pimpinan Anthony d'Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan penduduk dan raja-raja setempat --seperti dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli. Begitu pula Negeri Hitu lama dan Mamala di Pulau Ambon.Β 

Namun, hubungan dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama karena Portugis menerapkan sistem monopoli sekaligus melakukan penyebaran agama Kristen (www.balagu.com). Sedangkan nama "Banda" (Banda Neira) yang dipilih dalam even ini adalah nama kota tua yang telah berumur lima abad, penuh kenangan, dan bagian dari sejarah yang memainkan peranan penting dalam percaturan ekonomi dan politik dunia international.

Kalau saat ini, wilayah Timur Tengah menjadi rebutan Negara-negara Barat karena kandungan minyaknya maka pada sekitar akhir tahun 1500-an sampai dengan akhir tahun 1800-an Banda Neira menjadi tempat pembantaian rakyat Banda dan korban-korban tak berdaya dalam tangan besi Imperialis Belanda akibat rebutan bangsa Barat Portugis, Belanda, dan Inggris karena buah palanya.

Bahkan, pada abad 17 di saat Belanda dan Inggris bertikai untuk memperluas wilayah kekuasaan, dan Jakarta (Batavia) dikorbankan menjadi sasaran penyerbuan justru Banda Neira menjadi pusat pertahanan dan pemukiman Gubernur Jenderal VOC. Dan, oleh sejarawan asing kota Banda disebut sebagai "een klein Europeesche Stad in Zuid-Oost Azie" atau group dari kota-kota eropa yang dimiliki Asia Tenggara.

Pemilihan Lokasi Sail Banda 2010 ini dengan sruktur geografisnya didominasi oleh pulau-pulau kecil yang termasuk terancam oleh isu pemanasan global. Lokasi ini juga dikenal dunia sejak zaman colonial dahulu sebagai "the spices island" karena kekayaan rempah-rempahnya adalahΒ  sangat tepat. Oleh karena itu Kegiatan Sail Banda 2010 dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi Indonesia khususnya Maluku kepada dunia internasional. Khususnya di sektor kelautan dan perikanan serta pariwisata bahari.Β Β Β 

Selain dari itu keindahan pulau-pulau kecil dan perairan Kabupaten Banda dan Maluku memiliki pulau dengan pemandangan yang eksotis sehingga dapat menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Seperti halnya negara Maladewa, Malta, dan beberapa negara di Kepulauan Karibia justru hidup dari sektor wisata yang notabene merupakan sumberdaya pesisir dan kelautan. Maladewa sebagai contoh 85% pendapatan devisanya berasal dari kegiatan pariwisata.Β Β 

Indonesia menuju Negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional dan sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah teritorial yang cukup luas tentunya mempunyai persolaan ancaman terhadap keberadaan pulau-pulau. Khususnya pulau kecil terluar yang berbatasan dengan negara tetangga.

Masih banyak pulau terluar yang belum memiliki nama rentan akan timbulnya konflik antar dua negara yang saling mengakui kepemilikan. Sekian banyak pulau-pulau kecil di negeri ini termasuk ke dalamΒ  wilayah yang sangat terancam dengan isu perubahan iklim. Belum lagi kita sempat dikejutkan akan keberadaan orang-orang asing yang menguasai beberapa pulau di negeri ini.Β 

Ke depan, even kemaritiman internasional seperti WOC, Sail Banda, atau mungkin Sail Takabonerate dan kegiatan lain yang memperkenalkan eksistensi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki potensi ekonomi pembangunan kelautan yang sangat besar dan beragam perlu berkelanjutan.

Andi Iqba Burhanuddin
Jl Sunu FX-5 Kompl Unhas Baraya Makassar
iqbalburhanuddin@yahoo.com
0811441491

Dosen FIKP UNHAS dan Anggota Perhimpunan Alumni Jepang (PERSADA)


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads