Sang artis terus mendapat hujatan, kritikan, vonis. Baik secara individual maupun sekelompok. Tetapi, kita perlu mengingat dan intropeksi apakah kita sudah merasa sesuci Rasulullah SAW dan sebersihnya surga sampai-sampai dengan semudah itu menghujat dan memvonis kekhilafan dan kesalahan seorang manusia.
Tetapi, pada realita kehidupan ternyata sang artis tak kalah jauh ada yang memberikan dukungan. Hanya saja bagi kalangan yang memberikan dukungan kepada sang artis juga harus siap menerima pandangan dan anggapan miring bahwa dukungan yang diberikan tersebut sama artinya mendukung langkah sang artis. Dan, di sinilah perlunya diluruskan apa dasar yang mengakibatkan dukungan tersebut diberikan kepada sang artis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sinilah saya merasa perlunya buka suara memberikan pandangan saya akan hal perlunya memberikan dukungan kepada sang artis. Sungguh hangat sekali. Ternyata dukungan tersebut menjadi tanda tanya besar atas dasar apa harus diberikan dukungan muncullah perang argumen satu dengan yang lainnya.
Memberikan dukungan bukan berarti mendukung perilaku sang artis (apabila benar dia pelakunya). Tetapi, dukungan itu diberikan agar men-support dan mengarahkan sang artis untuk kembali ke syariat dan bertobat.
Allah SWT maha penyayang dan pengampun bagi umatnya yang telah melakukan kesalahan besar dan akan bertobat seikhlas mungkin dan sungguh. Dan, apabila semua kalangan memvonis, menghujat, dan mengkritik siapa lagi yang harus membantu sang artis untuk mengarahkan kembali ke jalur syariat? Sedangkan orang seperti itu sangat membutuhkan seorang ulama, kiai, ustad, dan masyarakat yang dapat membantunya untuk membimbing dan menasehatinya ke arah pengampunan dan tobat.
Bagi saya pribadi tidak sependapat kalau dalam segi agama tidak ada toleran. Sebab, apabila dalam segi agama tidak ada toleran buat apa ada dalil yang menyatakan - BAHWA ALLAH SWT MAHA PENGAMPUN - dan buat apa ada dalil - TOBAT NASUHAH. Nah, di situlah. Hati-hatilah dalam menyikapi dan berargumen dalam kasus yang menimpa sang artis tersebut. Oleh karenanya dukungan yang dimaksud karena Allah SWT maha pengampun sekaligus marilah kita bimbing ke arah TOBAT NASUHAH.
Musibah yang menimpa sang artis tersebut mau atau tidaknya adalah ujian bagi kita juga dalam menyikapi, apa yang harus dilakukan, dan apa yang kurang. Batu tidak dapat dihantam dengan batu. Tapi, batu dapat dihanyutkan dengan air. Vonis, kritikan, ocehan, penjara, belum tentu dapat membuat sang artis jera dan tidak akan melakukan lagi melainkan pendekatan dari hati ke hati untuk memberikan siraman kerohanian yang insya Allah mendapatkan hidayah. Kita yang memberikan wejangan keagaman mendapatkan pahala, dan sang artis atau lainnya bisa kembali ke jalur yang sesuai syariat.
Seperti dalam riwayat Rasulullah SAW ketika itu didatangi oleh seorang pemuda. Dan, tanpa disangka dan mengejutkan, sang pemuda tersebut meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk berzinah. Pernyataan tersebut sangat mengejutkan yang mengakibatkan para sahabat Rasul yang turut mendengarnya marah dan mencaci maki. Tetapi, Rasul bersikap sebaliknya. Sang pemuda tersebut dirangkul oleh Rasulullah SAW dan diajak diskusi dari hati ke hati dengan penuh ketenangan tanpa adanya kata marah atau sejenisnya.
Perlahan tapi pasti. Rasulullah SAW memberikan pertanyaan dan nasihat kepada sang pemuda tersebut. Dan, alhamdulillah berkat Allah SWT dan ketenangan serta kelembutan Rasulullah SAW sang pemuda menyadari dan mengurungkan niatnya tersebut.
Di sinilah kita bisa ambil contoh. Memang kasusnya berbeda seperti sang pemuda belum melakukan. Tetapi, sang artis sudah melakukan. Tetapi, yang dimaksud gunakanlah cara yang pernah diterapkan oleh Rasulullah SAW. Hukum silakan berjalan tetapi perlu imbang yaitu wejangan untuk memberikan kesadaran, nasehat, dan arahan agar kembali ke syariat Islam.
Hal ini menunjukkan perlunya meningkatkan Dakwah Islamiah yang all out. Baik di lingkungan artis maupun masyarakat. Ini bukan tugas ulama, kiai, dan ustad saja. Melainkan kita semua. Jelas ZINAH HUKUMNYA HARAM. Tapi, perlu disadari pula mengapa dengan cepatnya zinah itu bertendeng dan dilakukan di dunia ini. Hal itu dikarenakan kurangnya iman, kurangnya wejangan kerohanian agama, lingkungan, dan lain-lain.
Di sinilah dasar saya mengapa memberikan dukungan kepada sang artis. Mendukung bukan berarti mendukung perilaku sesat yang telah dilakukannya. Tetapi, mendukung agar beliau kembali ke jalan syariat Islam dan bertobat sungguh-sungguh. Semoga pandangan ini menyamai pandangan bagi rekan-rekan yang memberikan dukungan kepada sang artis.
Insya Allah dengan kejadian ini akan dapat menjadi pelajaran kita semua. Dengan adanya ini banyak berpandangan bahwa Moral Bangsa telah rusak. Tetapi, serusak-rusaknya apabila kita ingin memperbaiki bersama-sama karena Allah SWT pasti bisa. Hanya saja hindari cara-cara anarkis, mencemoohkan, mengasingkan, dan sejenisnya. Karena, Islam tidak seperti itu dan juga Rasulullah SAW tidak pernah mendidik dan memberi contoh seperti itu.
Marilah tingkatkan Dakwah kita. Saling merangkul, saling menasehati, dan saling mengingatkan satu dengan yang lain.
Sharief Rachmat
Sharafiyah St Jeddah
rak_arab@yahoo.com
+966507371256
(msh/msh)











































