CSR adalah tanggung jawab perusahaan sebagai dampak dari kegiatannya terhadap masyarakat di sekitarnya. Bahkan lebih luas. Memang agak sulit dicari hubungannya. Tapi, coba kita lihat dari sisi penyiaran televisi terhadap pertandingan yang disiarkan secara langsung.
Untuk mudahnya mari kita bandingkan antara UK dan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ingin menonton di TV ada beberapa persyaratan. Dimulai dari license yang berkisar jutaan per tahun ditambah lagi TV kabel dan tentu peralatan TV itu sendiri. Jadi sekali lagi bukan hal yang mudah dan murah untuk UK berkaitan dengan nonton 'live' Piala Dunia tahun 2010 ini.
Berbeda dengan di negeri tercinta Indonesia. RCTI dan Global TV telah comit memanjakan para penggila bola di Indonesia dengan menyiarkan sekitar 75% seluruh event. Bahkan, lebih dari penyisihan sampai final nanti. Maka beruntunglah para penggila bola di Indonesia.
Tentu menjadi pertanyaan. Apakah TV di UK tidak melaksanakn CSR? Nah, jawabannya begitu kompleksnya permasalahan di UK dengan demikian masih banyak yang perlu dibantu ketimbang memanjakan penggila bola di sini.
Bagi mereka Piala Dunia itu adalah exclusive. Jadi tidak semua unsur terlibat di situ.
Nah, berbeda dengan TV kita. Terutama RCTI dan Global TV yang begitu antusias memanjakan para penggila bola di Indonesia. Dengan demikian mereka sudah menerapkan CSR. Namun, pertanyaannya CSR yang mana?
Terlepas dari itu Piala Dunia memiliki daya magis tersendiri. Jadi sulit rasanya dilewatkan. Sekali lagi selamat kepada RCTI dan Global TV yang sudah memanjakan para penggila bola di Indonesia. Namun, jangan lupa problem sosial bangsa kita masih banyak. Jadi kita akan terus mendukung mereka demi kemaslahatan bangsa kita Indonesia.
Edwin Mirfazli
2nd year PhD Student in Accounting
University of The West of Scotland (UWS)
In Paisley Scotland UK
Staf pengajar FE Akuntansi
Universitas Lampung (Unila)
Bandar Lampung Indonesia
(msh/msh)











































