Kongres Demokrat: Ujian Bagi SBY

Kongres Demokrat: Ujian Bagi SBY

- detikNews
Sabtu, 22 Mei 2010 09:53 WIB
Kongres Demokrat: Ujian Bagi SBY
Jakarta - Suasana perebutan posisi Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres II Partai Demokrat di Bandung semakin memanas dan akan menyita perhatian publik. Memanasnya pertarungan perebutan kursi ketua umum dalam kongres partai penguasa itu disebabkan oleh berimbangnya peta kekuatan masing-masing kandidat yang notabene melibatkan kader-kader muda terbaik yang dimiliki Demokrat saat ini. Menampilkan kaum muda adalah terobosan dan langkah terbaik yang patut diapresiasi.

Tersitanya perhatian publik karena partai ini adalah partai besar dan fenomenal. Usia Partai Demokrat boleh saja muda. Tetapi, partai asuhan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini kini menjadi partai yang paling diperhitungkan di tanah air. Faktanya, partai ini menjadi partai pemenang pemilu 2009-2014 lalu mengalahkan partai-partai besar yang sudah lama malang melintang di jagad politik tanah air seperti partai Golkar dan PDIP.

Selain itu partai ini adalah partainya Presiden Republik Indonesia, SBY, yang senantiasa menggaungkan nilai-nilai demokrasi. Lantas bagaimanakah nasib demokrasi di kongres kali ini? Lalu bagaimanakah sikap SBY terhadap para calon ketua umum. Apakah bersikap netral atau memihak. Kita tunggu bersama-sama jawabannya dalam Kongres ke-2 Partai Demokrat di Bandung ini.
Β Β Β Β Β Β Β 
Sekedar informasi terkini, setidaknya sampai hari ini, tiga nama kader terbaik sudah mulai muncul dan menguat sebagai calon ketua umum. Di antaranya adalah Andi Mallarangeng (AM), Anas Urbaningrum (AN), dan Marzuki Alie (MA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai lembaga survei misalnya sementara ini masih mengunggulkan AM dan AU. Sementara MA seakan tenggelam. Namun, beberapa analis mengatakan MA adalah kuda hitam yang bisa saja menjurkirbalikkan prediksi sebelumnya.

Lantas siapakah yang bakal menjadi pemenang. Kita tunggu saja sampai hari minggu malam. Karena, peta kekuatan politik masing-masing kandidat masih terus bekerja. Semua masih memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemenang Ketua Umum Partai Demokrat periode 2010-2015.

Yang pasti, sikap sang Ketua Pembina Partai Demokrat, Presiden SBY, baik berupa dukungan pemihakan atau netralitasnya sangatlah menentukan siapa figur ketua umum terpilih. Namun, benarkah SBY akan bersikap partisan dengan merestui salah seorang calon ketua umum ataukah ia akan bersikap netral agar benar-benar menjadi seorang demokrat sejati? Entahlah. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.

Berdasarkan pengamatan penulis, bila kita lihat figur SBY yang selama ini dikenal dengan sebutan Sang Demokrat sejati, maka sepertinya SBY akan bersikap netral. Termasuk membebaskan siapa pun di Keluarga Cikeas untuk mendukung figur pilihannya.

Maka wajarlah bila SBY tidak melarang Ibas mendukung Andi Mallarangeng dan juga tidak akan melarang keluarganya yang lain untuk mendukung Anas Urbaningrum atau Marzuki Alie sekali pun. Hal ini sebagai bagian dari pengejawantahan prinsip demokrasi dan sikap pengayoman kepada semua kader demokrat yang sama-sama ingin membesarkan partai demokrat.Β 

Sikap SBY ini sekali lagi menjadi ujian tersendiri bagi terciptanya demokrasi yang sehat di partai demokrat. Keberpihakan presiden SBY terhadap salah satu kandidat dengan menyatakan secara terbuka dukungannya kepada salah satu calon di muka umum akan merusak citra SBY sebagai seorang demokrat sejati karena sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Harus diingat SBY adalah peraih 'The Gold Standard Award 2009' yang merupakan sebuah penghargaan kelas dunia sebagai salah satu dari 100 tokoh di dunia yang memperjuangkan kehidupan berdemokrasi di Indonesia dan dunia internasional.

Melihat pemetaan di atas sudah selayaknya SBY untuk bersikap netral. Oleh karena memang itulah sikap seorang demokrat sejati. Bersikap netral bukan berarti tidak perduli atas keberlangsungan kepemimpinan Partai Demokrat. Sikap netral adalah sikap mengayomi seluruh kader terbaik demokrat demi ketaatan kepada prinsip-prinsip demokrasi untuk kebaikan dan masa depan partai demokrat itu sendiri.

Khusus kepada seluruh peserta Kongres Partai democrat, mewakili suara rakyat, penulis berharap kongres kali ini benar-benar ditujukan untuk mendapatkan pemimpin baru yang benar-benar berkualitas dan kompeten dan profesional sehingga bisa membawa Partai Demokrat menjadi partai modern yang memiliki manajemen modern, SDM berkualitas, program pro rakyat, dan menjadi pengawal sejati keberhasilan bangsa di masa depan.

Siapa pun yang menjadi pemenang pada kongres kali ini janganlah jumawa alias sombong. Ingat semua calon ketua umum yang gagal adalah kader-kader terbaik demokrat yang harus dirangkul bersama demi kejayaan demokrat.

Seraya berucap 'dalam kongres ini tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang, ini adalah kemenangan kita bersama. Kepada calon lainnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pelajaran demokrasi yang sangat berharga bagi kita semua. Saya berharap dukungan dan kontribusi seluruh kader baik yang mendukung dan tidak mendukung saya dalam pemilihan ketua umum ini. Kita adalah sama, sesama kader partai demokrat. Bersatu kita jaya bercerai kita runtuh'.

Bagi yang kalah ucapkan selamat kepada pemenang seraya berucap 'sebagai kader Demokrat saya ucaplan selamat kepada ketua umum terpilih dan saya siap mendukungnya. Jika beberapa bulan ini kita sedikit berbeda baik sikap dan pandangan. Karena itulah tuntutan demokrasi yang kita pilih dengan sadar. Maka hari ini kita semua adalah satu dan menyatu dalam perahu besar Partai Demokrat yang kita cintai bersama. Selamat kepada ketua umum. Semoga sukses menjadikan Demokrat partai besar yang dicintai rakyat'.

Sekali lagi, selamat kepada Partai Demokrat, semoga kongres kali ini sukses dan lancar. Siapa pun kelak yang terpilih semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa prestasi besar bagi Partai Demokrat. Amien.

Sholehudin A Aziz MA
Jl al-Ikhlas 6 B2A 10 BSI 2
Pengasinan Depok Jawa Barat
bkumbara@yahoo.com
081310758534

Penulis adalah peneliti CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads