Kesenjangan kualitas pendidikan di pedalaman dengan di perkotaan nampak masih mencolok. Salah satu faktor utama kesenjangan ini adalah kurangnya tenaga pengajar profesional di daerah pedalaman. Akan lebih baik kiranya jika pengupayaan pengadaan tenaga pengajar bagi masyarakat pedalaman lebih mendapat perhatian. Demi pendidikan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia.
Berbagai kendala mengajar di sekolah pendalaman membuat sebagian besar guru lebih memilih mengajar di kota. Sarana penunjang proses belajar mengajar di pedalaman masih sangat minim. Seperti gedung sekolah yang tidak layak dan kurangnya buku untuk bahan mengajar. Belum lagi kondisi geografis sekolah yang sulit dijangkau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun masih terdapat kendala ketika mengajar di sekolah pedalaman, pengabdian, dan komitmen seorang guru memegang andil utama. Dengan adanya niat yang tulus dari hati masing-masing pendidik maka kendala-kendala tersebut akan terlihat tidak terlalu mengganggu dibandingkan dengan kepuasan batin ketika melihat antusiasme anak-anak pedalaman ini untuk bersekolah.
Tentu sangat bahagia bisa memenuhi rasa ingin tahu mereka dengan "hujan" pengetahuan. Guru yang mengajar di sekolah pedalaman dituntut untuk memiliki kreativitas dalam mengajar. Sehingga, membuat anak-anak betah belajar serta menumbuhkan minat belajar mereka meskipun kurangnya media pembelajaran.
Menjadi seorang guru seharusnya bukan karena guru adalah pilihan terakhir sebagai profesi. Rasa ikhlas dan rela melayani ketika mengajar harus dimiliki oleh setiap guru. Walau hanya dengan mengajari baca-tulis-hitung kepada anak-anak akan dapat membukakan jendela dunia pengetahuan bagi mata-mata gemilang tunas bangsa ini. Pengabdian seorang guru sangatlah penting untuk pendidikan anak bangsa demi generasi bangsa yang lebih baik di kemudian hari.
Perhatian pemerintah terhadap profesi guru sudah mulai terlihat dengan adanya program sertifikasi guru sejak tahun 2007. Dengan adanya sertifikasi ini guru mendapatkan tunjangan profesi dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Selain itu pemerintah daerah setempat juga turut menunjukkan kepedulian terhadap guru pedalaman.
Salah satunya dengan pemberian tunjangan intensif bagi guru-guru yang mengajar di sekolah pedalaman. Sehingga, diharapkan semakin banyak guru mau pun calon guru yang berminat mengajar di sekolah terpencil.
Dengan segala keterbatasan dan kendala anak-anak di sekolah pedalaman ini menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak di pedalaman Papua. Mereka berjalan kaki enam sampai sepuluh kilo meter ke sekolah setiap hari (dikutip dari media setempat).
Perjuangan untuk merasakan bangku sekolah bagi anak-anak ini tentu tidaklah mudah. Namun, sebuah perjuangan tidak akan ada yang sia-sia. Waktunya akan datang untuk membuat mereka menjadi "orang hebat" yang mengharumkan nama bangsa seperti harapan setiap orang tua mereka. Sudah menjadi tanggung jawab seorang guru untuk membekali anak-anak ini untuk menggapai cita-cita mereka.
Meskipun masih banyak ditemukan kendala anak-anak di sekolah pedalaman ini harus tetap mendapatkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dari guru-guru profesional. Sudah selayaknya, baik pemerintah pusat maupun daerah, lebih memberikan perhatian khusus terhadap pengadaan guru di sekolah pedalaman. Sehingga, guru-guru mau pun calon guru bersedia ditempatkan di daerah pedalaman. Karena, sebuah negara yang ingin maju membutuhkan guru-guru profesional di dalamnya.
I Gusti Ayu Synta Canydia Lestari
Penulis adalah Mahasiswa S1 Jurusan Pendidikan
(msh/msh)











































