Secara umum sumber energi yang sering kita gunakan untuk membantu pekerjaan kita dikategorikan menjadi energi terbarukan (renewable) dan energi tidak terbarukan (non renewable). Sumber energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara adalah kategori energi tidak terbarukan. Sebagian besar aktivitas di dunia masih sangat bergantung terhadap sumber energi konvensional ini.
Inilah fakta yang sepatutnya menjadi bahan perenungan kita bersama. Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2009 cadangan minyak bumi Indonesia hanya mampu memenuhi kebutuhan selama 23 tahun lagi. Sampai saat ini belum ada energi alternatif yang sepenuhnya dapat menggantikan peranan energi fosil tersebut.
Artinya besar kemungkinan kita akan mengalami masa-masa krisis tanpa energi. Pertanyaannya bukan "apa yang dapat kita lakukan di masa tanpa energi nanti?" tapi "apa yang harus kita lakukan selama energi masih ada?"
Maka jawabannya adalah hemat energi. Menggunakan energi seminimal mungkin untuk mendapatkan kepuasan atau kemudahan sebanyak yang kita inginkan. Atau dengan kata lain menggunakan energi secara bijaksana sesuai kebutuhan.Dengan berhemat kita bisa memperpanjang rasio ketersediaan energi fosil sampai energi alternatif dapat menggantikannya. Selain itu hemat energi juga merupakan upaya pengurangan emisi CO2 yang berarti menjaga lingkungan kita dari ancaman pemanasan global.
Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan Tim Nasional Penghematan Energi dan Air tahun 2009, jika Indonesia menghemat listrik sebesar 10% saja per tahun maka kita dapat menghemat listrik sebesar 22 ribu Gwh. Hal ini setara dengan menghemat biaya sekitar 15,43 triliun rupiah dan mengurangi 20 juta ton emisi CO2.
Angka tersebut menggambarkan bahwa hemat energi dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan kita di masa mendatang. Maka adalah tanggung jawab kita bersama untuk terus menyuarakan gerakan hemat energi sebagai wujud nasionalisme dan kecintaan terhadap bumi tempat kita berpijak.
Mengugah kesadaran berperilaku hemat energi memang bukan hal mudah. Tapi, bukan perkara sulit jika diawali dari diri sendiri dengan tekad kuat untuk berhemat.
Pintari Gian Vemari
Anggota FPPEA (Forum Pelajar Peduli Energi dan Air)
SMU Negeri 06 Jakarta
(msh/msh)











































