Pendapat tersebut disampaikan oleh peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI)
Burhanuddin Muhtadi. "Tidak realistis sebab pada pemilu 2014 publik akan semakin realistis dalam menentukan partai pilihan mereka."
Sejak pemerintahan Presiden SBY periode kedua dilantik penilaian masyarakat belum terlalu positif terhadap kinerja pemerintahan. Banyak kasus yang muncul. Seperti kasus Bank Century, cicak melawan buaya, dan kasus penggelapan pajak. Semuanya itu akan berpotensi menurunkan kepuasan publik terhadap pemerintah dan pastinya akan bermuara pada penurunan kepuasan terhadap Partai Demokrat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publik sudah tahu bahwa Partai Demokrat identik dengan SBY. Mereka berharap dengan memilih Partai Demokrat SBY bisa menjadi pemimpin yang merealisasikan harapan mereka. Apabila kinerja pemerintahan SBY tetap lamban seperti sekarang ini dan tidak ada prestasi yang membanggakan serta layak sebagai bahan kampanye kesuksesan pemerintahan SBY posisi Partai Demokrat bakal terancam pada pemilu 2014 mendatang.
Suara Partai Demokrat akan sangat bergantung pada kinerja Presiden SBY. Kalau kinerja SBY baik dalam tahun-tahun mendatang maka Partai Demokrat dapat mempertahankan posisinya pada pemilu 2014. Kalau tidak maka Partai Demokrat bakal menjadi kenangan di pesta demokrasi 2014.
Pengamat politik Yunarto Wijaya juga mengatakan bahwa perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 diyakini akan turun. Pasalnya, pemilih tidak lagi menganggap SBY sebagai tokoh ideal.
Ada juga tambahan dari pengamat politik dari Charta Politika Karel Susetyo. Karel mengatakan, "perolehan suara Partai Demokrat berpotensi turun pada pemilu 2014. Kemenangan PD pada pemilu lalu murni karena simbol politik, bukan karena program partai."
Pada pemilu 2009 yang lalu SBY benar-benar berfungsi sebagai vote getter bagi Partai Demokrat. Sehingga, kehilangan sosok SBY pada 2014, berakibat pada tidak maksimalnya posisi vote getter. Kejadian ini akan berkorelasi erat dengan penurunan suara Partai Demokrat pada pemilu 2014.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung juga menilai sangat wajar kalau Partai Demokrat saat ini membela habis-habisan Sri Mulyani dan Boediono dalam pemeriksaan Pansus Century. Namun, langkah itu tentu harus dibayar dalam pemilu 2014. Karena, rakyat akan menilai seberapa jauh peran mereka dalam mengungkap kasus Century.
Tragisnya lagi di internal Demokrat sendiri juga tidak semuanya sepakat dengan target yang muluk-muluk itu. Sebagaimana Marzuki Alie yang mengomentari target angka 30 persen ia menilai terget tersebut sia-sia tanpa kerja keras.
Hasil kerja keras Demokrat ditambah dengan ekstra pesona SBY saja hanya bisa mencapai 20,85 persen. Apalagi tanpa kerja keras dan tanpa pamor SBY maka dapat dipastikan suara Demokrat akan turun dari 20,85 persen.
Andrian
Pancoran Jakarta Selatan
asus09@gmail.com
089684000365
(msh/msh)











































