Tindakan ini diambil untuk kepentingan penyidikan dan investigasi yang lebih mendalam dan mendetil lagi. Sehingga, kasus besar yang bersarang di tubuh intitusi penegak hukum ini dapat lebih terungkap lagi kebenarannya.
Kesadaran yang timbul menyangkut perputaran uang panas yang melibatkan aparat pajak dan penegak hukum telah menghasilkan reaksi kontradiktif pada masyarakat. Salah satunya adalah ketidakrelaan beberapa gelintir orang untuk membayar pajak lagi. Mengingat hasilnya tidak memiliki indikator yang jelas terhadap pembangunan di Indonesia. Uang hasil pajak seolah menguap begitu saja tanpa kejelasan penggunaan dan manfaatnya bagi bangsa Indonesia.
Fenomena Makelar Kasus di tubuh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Polri tidak sekonyong-konyong menyeruak ke permukaan tanpa adanya peniup peluit yang membuat gerah petinggi di kedua institusi tersebut. Adalah Komjen Susno Duadji yang menjadi whistle blower sehingga kasus ini bisa terungkap satu demi satu. Setelah tidak lagi menjabat Kabareskrim sejak tahun lalu Susno Duadji sangat laris mendapat panggilan dari media untuk acara talk show yang kebanyakan bertema penyimpangan di tubuh Polri.
Sebagai mantan orang nomor satu di badan eksklusif Polri ini tentunya Susno hafal betul sepak terjang para petinggi Polri. Mulai dari kasus pencairan deposito nasabah Bank Century yang melibatkan Anggodo Widjaja hingga kasus pencairan uang sebesar 25 miliar yang melibatkan bekas bawahannya di Bareskrim serta oknum pegawai Pajak.
Tentu timbul pertanyaan besar. Mengapa Susno Duadji sampai begitu nekat untuk
"bernyanyi" di depan publik? Apakah keuntungan yang akan diraih sehubungan dengan aksi yang tergolong luar biasa ini?
Social Exchange Theory
Thibault dan Kelley dua orang pemuka utama dari model ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut: "Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya". Ganjaran (Reward), biaya (cost), laba (outcomes), dan tingkat perbandingan (level of comparison) merupakan empat konsep pokok dalam teori ini (Rakhmat, 2003).
Dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang tentunya didasarkan pada reward yang akan didapatkan dari hubungan interpersonal yang dilakukan. Untuk seorang Gayus Tambunan, pegawai negeri Golongan 3A dengan gaji sekitar 12 jutaan setiap bulannya, tentu memiliki impian dan harapan untuk memperbaiki nasib hidup keluarga besarnya. Keluar dari marjin serba kekurangan dan pas-pasan merupakan indikator utama untuk mencapai kemewahan hidup, yang mustahil diraih dengan hanya bekerja sebagai seorang pemeriksa pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terganggunya hubungan Susno dengan petinggi Polri lainnya berdampak (cost) pada pencopotan dirinya dari jabatan Kabareskrim. Entah karena desakan dari berbagai kalangan atau memang ada strategi tersendiri dari Polri. Sehingga, keputusan melengserkan Susno diambil.
Ternyata cost yang dikeluarkan tidak seimbang dengan outcome yang didapat. Pengabdiannya selama menjabat Kabareskrim tidak seimbang dengan hasil yang didapatkan. Dilengserkan dari jabatan tentunya bukan ekpekstasi dari Susno Duadji.
Dalam hal ini tetap ada kemungkinan-kemungkinan tersendiri yang terbentuk berdasarkan rekonstruksi sosial. Bahwa, ternyata Susno bernyanyi setelah tidak lagi menjabat Kabareskrim untuk sebuah pembuktian terhadap jalan kebenaran yang diyakininya berbuah kontroversi seputar sepak terjang anak buahnya setelah ia meninggalkan jabatannya.
Realita sosial yang mengacu pada teori kebohongan publik (Deception Theory) telah membangun sebuah indikasi mengenai kebobrokan yang terjadi di institusi bergengsi di negeri ini. Saling serang pun terjadi. Dua jenderal mantan bawahannya menyatakan siap untuk dikonfrontir dengan Susno. Hal ini menunjukkan keterkejutan secara psikologis, di mana hal-hal yang tidak mungkin terjadi, ternyata malah menjadi bumerang bagi tim di dalam tubuh Bareskrim.
Ternyata Comparison Level atau tingkat perbandingan yang menyebutkan mengenai adanya kemungkinan hubungan baik dan hangat antara atasan dan bawahan yang terbina sebelumnya ternyata berdampak kontradiktif, di mana ternyata hubungan baik tersebut tidak dapat dipertahankan setelah salah satu pihak memutuskan untuk menghancurkan hubungan tersebut.
Pada Tingkat Perbandingan Alternatif, Susno kemungkinan melihat adanya peluang untuk mendapatkan outcomes yang lebih baik, apabila ia tidak berada lagi dalam lingkaran kekuasaan Polri. Terlepas dari apakah ia memiliki ambisi untuk menjatuhkan Kapolri yang sekarang ini atau mungkin ambisi lainnya, tetapi yang jelas, Susno begitu menikmati peran "kebebasannya" saat ini, di mana ia bisa tampil bebas di media TV,
menulis buku mengenai testimoninya, bahkan seolah menjadi selebritis "politik" baru yang laku ditanggap oleh media.
Media massa memiliki kepentingan terhadap sosok Susno Duadji. Karena, sangatlah jarang seorang Jenderal Bintang Tiga Polri aktif, mau berbicara blak-blakan di depan publik, dan membongkar kasus demi kasus yang terjadi di tubuh Polri. Sebuah fenomena menarik yang terjadi pada seorang Jenderal aktif, dan tak pernah terjadi sebelumnya.
Proposisi Nilai
Ilmu Ekonomi dapat menggambarkan hubungan-hubungan pertukaran dan sosiologi dapat mengembangkan struktur-struktur sosial di mana pertukaran terjadi. Tetapi, yang memegang kunci penjelasan adalah psikologi. Lima proposisi untuk menjelaskan proses pertukaran tersebut adalah Proposisi Sukses, Proposisi Stimulus, Proposisi Nilai, Proposisi Deprivasi-Satiasi, dan Proposisi Restu-Agresi.
Proposisi Nilai menyebutkan bahwa semakin tinggi value atau nilai dari sebuah tindakan maka semakin senang seseorang melakukan tindakan tersebut. Kesadaran untuk menghasilkan sebuah nilai yang tinggi berlabelkan keterbukaan dan kejujuran mungkin menjadi alasan bagi Susno untuk membongkar fenomena makelar kasus yang melibatkan Gayus Tambunan, wajib pajak, dan institusi kepolisian.
Tindakan yang dilakukan berbuahkan efek negatif dan positif di mata publik. Ada yang memberi nilai negatif pada tindakan Susno. Dengan simbolisasi pengen cari muka atau barisan sakit hati. Ada juga yang memberi nilai positif pada tindakan Susno dengan simbolisasi seorang pahlawan. Berani membongkar kasus serta simbol-simbol keberanian lainnya.
Pada akhirnya, teori social exchange atau pertukaran sosial yang terjadi pada kasus ini, klimaksnya hanya akan berbuahkan kebingungan publik saja. Mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah. Apakah dengan hadirnya Gayus Tambunan sebagai saksi kunci terhadap indikasi penggelapan pajak yang dilegitimasi oleh aparat Bareskrim Polri akan semakin menguakkan kasus-kasus kakap lainnya?
Tidak ada yang tahu. Selama reward, cost, dan outcome tidak menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan. Ke depannya mungkin akan muncul Pak Susno lainnya, yang membongkar aib dalam lembaganya sendiri.
Heppi Nurfianto
Karyawan AIA Financial Lippo Karawaci
(msh/msh)











































