Kepemimpinan Mbah Sahal yang ketiga kalinya ini selayaknya difokuskan untuk memperkuat program pro rakyat terkait pendidikan, kesehatan, dan ekonomi umat. Hal ini karena selama ini peran sosial kemasyarakatan NU dinilai lebih sedikit dibanding peran sosial politik yang lebih mengemuka kemarin.
Tentu yang terpenting adalah memaksimalkan pelaksanaan Khittah. Selama ini pelaksanaan Khittah belum maksimal. Apalagi selama ini NU dihiasi dengan pertikaian internal berlarut-larut dalam Partai Kebangkitan Bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi sebenarnya banyak Nahdliyin yang lebih menonjolkan NU dalam bingkai kultural. Golongan ini lebih banyak bergerak dalam pengembangan intelektualitas lewat pembangunan berbasis pendidikan pesantren, dan juga pembangunan interaksi sosial Nahdliyin dengan masyarakat luas. Sehingga, NU sangat berperan dalam mengatasi gejala ekstremisme dan terorisme yang muncul dalam masyarakat.
Dan, inilah kemenangan NU kultural. NU yang siap berkiprah mengentaskan kemiskinan, kebodohan, dan berbagai masalah bangsa Indonesia saat ini.
Rosi Sugiarto
Pondok TK Al Firdaus Jl Alun-alun Jatisari BSBS Mijen Semarang
(msh/msh)











































