Petani dan Kemandirian Usaha Tani

Petani dan Kemandirian Usaha Tani

- detikNews
Rabu, 10 Mar 2010 18:15 WIB
Petani dan Kemandirian Usaha Tani
Jakarta - Berbicara soal petani Indonesia dari dulu hingga sekarang kita tidak bisa lepas dari image kemiskinan, keterbelakangan, dan terisolir. Seolah kata-kata ini ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.

Petani sangat diagung-agungkan dan dicari-cari manakala masa kampaye akan berlangsung. Tetapi, setelah mereka menjabat sebagai pemerintah atau wakil rakyat petani dibuang begitu saja. Tanpa ada tindak lanjut yang jelas dan pasti untuk mengubah hidup mereka.

Petani tidak pernah benar dan tidak pernah cerdas di mata pemerintah. Melainkan sebagai anak tiri yang terkatung-katung tanpa bapak dan ibu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlu kita ketahui bahwa Petani adalah pejuang kemanusia yang sangat fundamental sebab di tangan mereka mengantongi hidup orang banyak. Hal ini tidak pernah disadari oleh semua orang terhadap tugas mulia mereka.

Terlepas dari itu semua sangat perlu dilakukan upaya untuk megangkat jati diri petani. Baik harta mau pun sumber daya manusia mereka secara terus menerus. Selama ini pola pembangunan sumber daya manusia petani masih bersifat insidental tanpa arah dan tujuan ke depan yang membuat petani mandiri dalam melakukan usaha tani mereka.

Petani dari dulu hingga sekarang dalam melakukan usaha tani mereka masih tergantung dengan benih unggul, pupuk anorganik, dan pestisida yang ke semuanya merupakan anjuran dari pemerintah.

Selain itu juga ketetapan harga hasil produk mereka tidak pernah di perhatikan dalam arti harga untuk produk mereka seolah-olah tindak pantas harganya dengan hasil keringat mereka. Belum lagi pada saat mereka mulai menanam harga benih tinggi di pasaran, pada saat mereka mulai akan memupuk, pupuk hilang dari predaran atau stok kosong.

Oleh karena itu perlu format baru dalam pembangunan petani dalam melakukan usaha tani mereka. Yakni pembangunan sumber daya petani yang berkelanjutan dalam rangka menuju kemandirian usaha tani.

Petani hendaknya diberikan penyuluhan secara terus menerus tentang bagaimana membuat benih yang unggul. Bagaimana membut pupuk yang berkualitas. Bagaimana membuat pestisida nabati yang baik. Dan, bagaimana mengolah hasil pertanian yang bernilai jual tinggi.

Dengan melakukan hal ini paling tidak ada beberapa hal yang bisa kita ambil manfaatnya yakni:
1. Petani ikut berkreasi dan mendesain pembagunan pertanian melalui penciptaan benih unggul, pupuk organik, pestisida nabati, dan hasil olah pertanian.
2. Terciptanya kemandirian dalam melakukan usaha tani.

Akan tetapi pembangunan sumber daya manusia petani yang berkelanjutan tidak akan pernah terwujud tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Baik pemerintah, LSM peduli petani, dan tokoh masyarakat. Dengan kebersamaan semua pihak maka akan terwujud pola pembangunan pertanian berbasis kemandirian petani. Semoga.

Hasbullah
Pengadegan Utara I Jakarta Selatan
hasbule@gmail.com
02191320260


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads