Menyelamatkan Pasokan Energi Indonesia

Menyelamatkan Pasokan Energi Indonesia

- detikNews
Rabu, 24 Feb 2010 17:48 WIB
Menyelamatkan Pasokan Energi Indonesia
Jakarta - Indonesia sampai saat ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya sendiri. Masih sering kita dengar melalui media massa tentang kelangkaan BBM yang terjadi di mana-mana. Antrian minyak tanah. Pemadaman listrik yang selalu menghantui setiap saat. Dan, lain sebagainya. Tentu hal ini sangatlah bertolak belakang dengan fakta bahwa Indonesia memiliki potensi energi yang sangat melimpah.
 
Lalu seberapa besar potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia yang bisa digunakan sebagai sumber energi. Indonesia adalah negara yang memiliki sumber energi yang melimpah dan beragam. Baik yang bersumber dari sumber energi fosil seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, maupun sumber energi terbarukan lainnya seperti bahan bakar nabati (biofuel), biomassa, tenaga surya, tenaga angin, tenaga arus laut hingga panas bumi (geothermal).
 
Seberapa besar potensi energi terbarukan itu. Data yang dirilis oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan Indonesia mempunyai potensi panas bumi sebesar 27 giga watt (GW), tenaga air sebesar 75.67 GW, biomass sebesar 49.81 GW, tenaga angin sebesar 9.29 GW. Belum lagi sumber daya panas matahari yang jumlahnya sangat melimpah di Indonesia karena beriklim tropis.
 
Bangsa Indonesia telah terlena sehingga bangsa ini bagaikan ayam yang kelaparan di lumbung padi. Krisis energi selalu menghantui. Padahal potensi energi di negeri ini sangatlah melimpah. Kita eksplorasi sumber energi dari fosil secara berlebihan. Kita semua menganggap Indonesia adalah negeri yang kaya minyak padahal tidak.
 
Indonesia sudah menjadi negara net importir minyak. Produksi minyak Indonesia mencapai puncak tertingginya pada tahun 1994. Lalu setelah itu terus turun sampai sekarang. Sehingga, jika tidak ditemukan cadangan minyak baru, dalam 12 tahun lagi minyak kita akan habis.
 
Sumber energi fosil telah diekploitasi secara berlebihan. Sementara sumber energi terbarukan tidak banyak mendapat perhatian. Inilah yang menjadi penyebab Indonesia krisis energi seperti sekarang ini. Dibandingkan potensi yang ada pemanfaatan sumber energi terbarukan ini masih sangat kecil. Misalnya panas bumi baru 4% yang termanfaatkan, biomassa 0.36%, micro hydro 4%. Bahkan, untuk tenaga angin dan surya nyaris belum termanfaatkan. Hal yang sama terjadi pula untuk tenaga arus laut.
 
Cadangan minyak, gas alam, batu bara yang ada di bumi Indonesia ini bukanlah milik generasi sekarang saja. Generasi yang akan datang juga memiliki hak atas sumber energi ini. Bermula dari kesadaran inilah sudah seharusnya kita semua bijak dalam mengkonsumsi energi. 
 
Energi-energi tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diperbarui. Kalau sudah habis ya sudah. Generasi yang sekarang tidak boleh memanfaatkan sumber daya tersebut secara semena-mena. Pemakaian yang besar-besaran dan menghabiskannya dalam waktu singkat sama saja dengan merampas hak anak cucu kita untuk membangun kehidupan yang lebih baik. 
 
Kita harus berani menggunakan sumber energi alternatif yang jumlahnya melimpah di Indonesia. Selain jumlahnya yang melimpah ini energi alternatif tersebut merupakan energi yang terbarui.
 
Kita semua sadari bahwa ini bukanlah suatu pekerjaan yang ringan. Perlu usaha keras dari kita semua. Pemudanya harus belajar keras untuk menciptakan teknologi di bidang pengembangan energi alternatif. 
 
Pemerintah harus mendukung dengan mengeluarkan kebijakan yang memihak kepada pengembangan energi alternatif. Dan, tidak kalah pentingnya juga sektor swasta harus berani menanamkan modalnya kepada pengembangan energi alternatif. Sehingga, semuanya bisa sadar bahwa sumber daya energi yang kita gunakan sekarang adalah pinjaman dari generasi yang akan datang. 
 
Semuanya itu harus kita mulai dari sekarang. Tidak boleh ditunda-tunda lagi. Kita tidak boleh tergerus oleh bangsa-bangsa lain yang sudah menyadari tentang pentingnya pengembangan energi alternatif ini. Ketika kita sudah ketinggalan maka kita akan selalu tergantung kepada asing dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Hidayatus Syufyan
RT 10/2 Teguhan Paron Ngawi
hidayatus_syufyan@yahoo.com
085648593442
 
Penulis adalah Mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung.



(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads