Koalisi yang Pragmatis (di Balik Skandal Bank Century)

Koalisi yang Pragmatis (di Balik Skandal Bank Century)

- detikNews
Jumat, 19 Feb 2010 18:09 WIB
Koalisi yang Pragmatis (di Balik Skandal Bank Century)
Jakarta - Pansus Hak Angket DPR atas dana talangan Bank Century segera berakhir. Masing-masing fraksi di DPR pun telah menyampaikan pandangan awalnya. Dari Sembilan fraksi yang ada hanya Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa yang menilai bahwa pemberian dana talangan kepada Bank Century sudah sesuai prosedur dan tidak menunjukkan adanya indikasi pelanggaran.

Sementara fraksi lainnya menganggap ada indikasi pidana korupsi dalam proses pemberian fasilitas pinjaman jangka pendek, penyertaan modal sementara, dan pengucuran dana talangan ke Bank Century. Ketujuh fraksi tersebut dengan bahasa masing-masing mendapati ada keganjilan, pelanggaran, dan indikasi tindak pidana korupsi pada tiga tahap skandal Bank Century tersebut.

Kawan kongsi semacam Golkar, PKS, PPP, dan PAN memiliki kesamaan pandangan dengan tiga parpol di kubu oposisi; PDIP, Gerindra, dan Hanura. Sebagaimana kita ketahui bahwa Golkar, PKS, PPP, dan PAN adalah mitra koalisi PD di pemerintahan. Masing masing partai ini mendapatkan "jatah" menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dipimpin oleh Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang menjadi ganjil adalah mengapa bisa muncul isu reshuffle kabinet dan dikaitkan dengan kinerja anggota partai koalisi yang duduk dalam Pansus Century. Inilah koalisi yang pragmatis. Koalisi yang hanya membagi-bagi kekuasaan saja. Koalisi yang dibangun oleh SBY sebenarnya rapuh. Hal ini dikarenakan tidak diikat oleh platform dan ideologi yang sama masing-masing partai peserta koalisi.

Koalisi yang dibangun dirasa hanya berdasarkan pada pembagian kursi menteri di kabinet. Siapa yang bersedia mendukung SBY – Boediono akan memperoleh kursi di kabinet. Semakin banyak parpol yang berkoalisi maka pemerintahan akan kuat. Sementara yang tejadi di Pansus Century sekarang seolah-olah partai koalisi pendukung SBY selain PD dan PKB "menyerang" pemerintah. Sehingga, muncul isu mengganti menteri-menteri yang berasal dari partai peserta koalisi yang dianggap nakal ini.

Padahal yang sebenarnya diharapkan oleh masyarakat adalah suatu kabinet yang kokoh. Menteri-menteri anggotanya memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidangnya. Sehingga, pemerintahan akan efektif dan mampu untuk mensejahterakan masyarakat.

Ketika koalisi yang dibentuk adalah berdasarkan kesamaan platform dan ideologi untuk mensejahterakan masyarakat maka reshuffle kabinet hanya akan dilakukan jika memang menteri-menteri yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan amanahnya dengan baik. Reshuffle bisa dilakukan oleh presiden ketika menteri-menteri ini dinilai gagal dalam memimpin kementeriannya.

Namun, yang terjadi sekarang tidak demikian. Kesan yang muncul di masyarakat adalah PD sebagai pemenang pemilu merasa dikhianati oleh partai peserta koalisinya. Partai-partai koalisi pemerintahan selain PD dan PKB terus-menerus bersikap vokal di Pansus Century. Sehingga, dari kalangan internal PD berusaha untuk menggertak dengan me-reshuffle menteri yang berasal dari partai yang berseberangan dengannya di Pansus Century ini untuk menaikkan posisi tawarnya.

Tetapi, apa yang terjadi ketika partai-partai koalisi yang sudah menyatakan pandangan awal yang berseberangan dengan PD dan PKB ini berubah sikapnya. Berbalik arah mendukung pemerintahan SBY.

Tentu yang menjadi taruhannya adalah perolehan suara mereka di pemili 2014 nanti. Sekarang masyarakat sudah bisa menilai memang ada pelanggaran hukum dalam kasus dana talangan ke Bank Century ini meskipun hal ini belum dibuktikan secar hukum dengan jelas.

Ketika masalah sudah seperti ini masyarakat akan menilai mana partai-partai bersih dan mana partai yang hanya mengejar jabatan. Aman saja duduk di kabinet. Niscaya partai ini akan menerima hukuman dari rakyat dalam pemilu 2014 nanti.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran masalah ini. Dan, ke depan kita semua berharap agar pemerintahan bisa berjalan dengan baik didukung oleh semua elemen bangsa yang pada akhirnya kita semua bisa mewujudkan Indonesia kita ini menjadi negara yang lebih baik dan bermartabat di mata dunia.

Hidayatus Syufyan
Jl Tubagus Ismail VIII No 62 A Bandung
hidayatus_syufyan@yahoo.com
085648593442

Penulis adalah Mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung
http://hidayatus.wordpress.com



(msh/msh)


Berita Terkait