Begitu Tinggikah 'Derajat Pejabat'

Begitu Tinggikah 'Derajat Pejabat'

- detikNews
Senin, 08 Feb 2010 07:05 WIB
Begitu Tinggikah Derajat Pejabat
Jakarta - Gambaran seorang pejabat di negeri ini. Adalah sosok yang 'berkuasa', 'kaya', 'harus dihormati', 'ditakuti'. Sehingga, jamak kita lihat pejabat-pejabat di negeri ini dari yang level bawah sampai atas merasa lebih dari rakyat biasa.

Kalau di jalan maka semua yang lewat harus berhenti. Tak heran bila rombongan pejabat lewat pasti jalanan tersendat. Lucunya di negeri ini tidak cuma pejabat paling berkuasa di negeri yang bikin jalanan tersendat. Kalau ini kita masih bisa maklum. Tapi, pejabat yang berkuasa di daerah pun begitu.

Syahdan di sebuah kota pemekaran baru dekat Ibu Kota negeri ini tiap sore jam pulang kantor berpapasan dengan orang nomor satu di daerah itu. Mobilnya melaju kencang diapit motor besar dengan sirine meraung-raung di depan dan mobil pengawal mengikuti. Akhirnya Rakyat biasa yang kecapaian kerja seharian harus bersabar menunggu mereka lewat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atau kejadian lain di sekitar komplek pejabat tinggi. Banyak pedagang makanan kaki lima maklum di situ dekat komplek perkantoran. Suatu hari karena salah seorang pejabat akan punya hajat menikahkan anaknya maka semua pedagang di sekitar komplek dilarang berjualan selama beberapa hari.

Tak ayal para pegawai kantoran yang biasa makan di situ kebingungan. Belum lagi pedagang yang kehilangan penghasilan untuk beberapa hari. Ironis.

Di sisi lain tahun 2010 ini gaji pejabat naik dengan alasan supaya tidak korupsi. Aneh memang negeri ini. Di tengah kondisi yang baru akan membaik bukan kewajiban pejabat diutamakan tapi haknya didahulukan. Padahal sudah banyak hak yang didapatkan.

Harapan kita sebagai rakyat kecil pejabat bisa menjadi contoh baik tingkah laku maupun perkataannya. Jabatan adalah amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan. Kita mendambakan pejabat yang bisa mengayomi, melindungi, membantu rakyatnya yang dalam kesulitan.

Kita mengimpikan pejabat-pejabat itu datang ke tempat-tempat kita. Untuk bisa merasakan apa yang rakyatnya rasakan. Sedih, susah, senang, gembira dirasakan bersama karena ibarat satu tubuh.

Jadi tidak ada bedanya derajat pejabat dan bukan pejabat di hadapan manusia. Tapi, di hadapan Sang Maha Pencipta bisa jadi derajat berbeda. Apabila jika dia seorang pejabat yang amanah, yang dicintai rakyatnya karena kesalehannya, kebaikannya, dan kerja kerasnya.

Kita bisa mengambil contoh dari Khalifah Umar Ibn Khatab (634-644 Masehi). Beliau sampai memanggul sendiri gandum untuk diberikan kepada rakyatnya yang kelaparan. Suatu hal yang luar biasa.

Seorang penguasa nomor satu pada masanya yang kekuasaanya hampir di seluruh Jazirah Arab bahkan sampai Eropa. Hal ini dilakukan karena beliau menyadari tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Dan, sampai akhir hayatnya pun beliau memilih hidup sederhana.Β 

Ary DW
Pamulang Tangerang Selatan
masary74@yahoo.com
085810334856


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads