Pengelolaan Pertanian Berbasis Pemberdayaan

Pengelolaan Pertanian Berbasis Pemberdayaan

- detikNews
Rabu, 03 Feb 2010 09:09 WIB
Pengelolaan Pertanian Berbasis Pemberdayaan
Jakarta - Terlalu sederhana kalau melihat persoalan pertanian bawang merah di Brebes hanya dikaitkan dengan masalah kerja keras petani semata. Dari sudut pandang yang lebih makro minimal ada tiga persoalan pertanian bawang merah di Brebes yang menjadi sebab utama kenapa peran kerja keras petani selama ini nilainya kurang sepadan dengan imbalan hasil kerjanya. Tiga persoalan tersebut adalah persoalan ekonomi, sosial, dan ekologi pertanian.

Masuknya program pemberdayaan petani sehat (P3S) di cluster Brebes tentu bukan tanpa perhitungan risiko program. Justru adanya masalah itulah yang menjadi sebab utama kenapa program ini ada di Brebes.

Memang upaya penyelesaian yang dilakukan tidaklah secara langsung pada jantung persoalan utama. Sebab, ini berkaitan dengan aspek kebijakan makro. Dalam jangka panjang mungkin ini dapat dilakukan melalui advokasi kebijakan. Namun, pada rentang waktu yang pendek ini fokus pada penyelesaian mikro teknis pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu pendekatan program saat ini lebih fokus pada pengembangan komunitas petani yang jumlahnya sangat dibatasi oleh sumber daya yang ada. Saat ini ada 136 kepala keluarga (KK) petani yang menjadi mitra yang tergabung dalam 14 kelompok tani (KT) dalam satu wadah Gapoktan (gabungan kelompok tani). Tersebar dalam dua desa di Kecamatan Larangan Brebes Jawa Tengah.

Ada empat target pokok program diproses pendampingan petani bawang merah di Brebes. Antara lain:
1. Peningkatan kapasitas SDM Petani,
2. Penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani,
3. Penguatan Usaha Tani,
4. Penguatan jaringan petani.

Target pokok program ini dilaksanakan secara konsisten dan terencana baik yang bersifat rutin maupun insidental melalui aktifitas teknis di lapangan seperti pelatihan, pertemuan mingguan kelompok, introduksi dan adopsi teknologi pertanian sehat, penguatan modal usaha tani non bunga, dan bentuk aktivitas teknis lainnya.

Setelah melewati lebih dari satu tahun program pemberdayaan kini hasilnya pun mulai nampak. Dari aspek sumber daya petani telah terjadi peningkatan kemampuan personal petani yang menjadi mitra program khususnya bagi para kader inti (ketua dan sekretaris kelompok tani).

Kemampuan ini dapat dilihat dari aspek manajemen di mana mulai mengerti tentang keorganisasian, manajemen usaha tani, teknologi pertanian, dan yang lainnya. Bahkan, dalam beberapa hal mereka para kader mulai dapat berdiplomasi dengan pihak terkait seperti dinas maupun DPRD untuk sharing masalah pertanian.

Selain aspek SDM program juga telah memperkuat basis kelembagaan petani. Melalui kelompok tani dan Gapoktan para petani saat ini mampu diorganisir dengan rapih. Sedangkan dalam hal usaha tani kemajuan petani dapat dilihat dalam hal tertib memanfaatkan pembiayaan program secara maksimal melalui mekanisme bergulir.

Hingga saat ini lebih dari 250 juta pembiayaan bergulir secara produktif dan telah enam putaran dengan tingkat pengembalian hampir seratus persen. Mulai tertariknya petani dalam hal pertanian sehat (ramah lingkungan) terlihat dari semangatnya mereka menggunakan pupuk alternatif (kompos ofer) sebagai input pertanian dan mulai mencoba mengurangi penggunaan pestisida kimia.

Munculnya jaringan baru para petani maupun kelembagaan petani yang saat ini ada menjadi bukti bahwa pengorganisasian petani dalam program pemberdayaan berjalan cukup baik dan terencana. Di internal program para petani mampu menghimpun komunikasi lintas cluster program baik yang ada di Bogor, Brebes Selatan, maupun Cianjur. Sedangkan jaringan di ekternal program antara lain dengan IPB, PPL Pertanian, Dinas Koperasi, DPRD Kabupaten Brebes, dan instansi luar lainnya.

Saat ini program masuk dalam terminasi akhir menuju pemandirian program dan petani. Penyiapan kelembagaan ekonomi yang mengarah ke koperasi syariah mulai digarap. Intensitas ketemu dengan instanisi dinas koperasi kabupaten terus digalang. Selain penyiapan kelembagaan petani penguatan basis ekonomi lokal melalui unit usaha Gapoktan terus dilakukan. Targetnya adalah dari unit usaha ini Gapoktan dapat berjalan secara mandiri dalam hal keuangan tanpa tergantung pada pihak luar.

Program pemberdayaan petani bawang merah di Brebes secara hasil telah meberikan perubahan yang cukup berarti. Namun demikian kebutuhan perluasan skala program yang saat ini ditunggu para petani di luar mitra masih menunggu. Ini artinya proses awal program yang telah banyak memberikan inspirasi harus menjadi pendorong untuk mengawali kembali proses berikutnya yang lebih luas agar manfaat program terus mengalir ke petani. Mari kita dukung terus.

Casdimin
Jl Bangbarung Raya 88 AA-AB Bogor
lps_pemberdayaan@yahoo.co.id
02518380785


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads