Mobil Mewah Rakyat

Mobil Mewah Rakyat

- detikNews
Sabtu, 09 Jan 2010 17:53 WIB
Mobil Mewah Rakyat
Jakarta - Mungkin saya memang cuma mahasiswa yang nggak tahu apa-apa. Mungkin saya cuma seorang mahasiswa bodoh yang Fisika Dasar IA-nya dapat C. Mungkin Bapak-bapak Ibu-ibu sekalian itu di sana yang mobil dinasnya baru itu jauh lebih memahami kehidupan daripada saya.

Mungkin mereka memang sibuk dan butuh mobil barunya yang mewah itu. Mungkin memang tanggung jawab yang mereka emban jauh lebih besar dari saya. Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri angkatan 2009 yang cuma perlu belajar dan belajar.

Ya, mungkin saya bodoh. Tapi, saya tidak buta dan tuli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan segala hormat, apakah mobil Toyota Crown Royal Saloon yang harganya sekitar 1 miliar itu tidak berlebihan untuk menjadi kendaraan kerja Bapak-Bapak Ibu-ibu sekalian. Saya merasa miris sekali membaca dan mendengar berita mobil baru itu.

Kalau saya saja merasa sangat sedih. Bagaimana orang-orang miskin yang bahkan harus ke mana-mana jalan kaki. Sungguh saya kecewa.

Sekali lagi mungkin itu memang penting untuk tugas Bapak-Bapak Ibu-ibu sekalian. Tapi, tidakkah Bapak-Bapak Ibu-ibu memikirkan rakyat miskin saat mengendarai mobil itu. Tidakkah Bapak-Bapak Ibu-ibu terpikir sedikit saja. Berapa banyak rakyat miskin yang bisa disejahterakan dengan uang yang dipakai membeli mobil itu.

Astagfirullah. Saya sungguh tidak habis pikir.

Mungkin saya memang seorang mahasiswa tahun pertama yang tidak tahu apa-apa. Bagaimana mungkin uang anggaran beli mobil dinas dikasih ke orang miskin. Tapi, sungguh saya tidak mengerti. Haruskah mobil semewah itu jadi mobil dinas.

Bukannya pemerintah seharusnya mencerminkan rakyatnya. Kalau keadaan rakyat begini Pak, Bu, maaf saja, seharusnya Bapak-Bapak Ibu-ibu ini pergi dinasnya jalan kaki. Bareng pemulung yang berangkat kerja. Mungkin dengan begitu bisa lebih merasakan penderitaan rakyat dan semangat bekerja dengan benar. Bekerja untuk rakyat yang dari hati.

Ini cuma sekedar kritik. Sayang sekali saya tidak bisa menyampaikan tulisan ini langsung ke Bapak-Bapak dan Ibu-ibu Menteri yang baru ganti mobil itu. Apalagi ke Pak Presiden. Tapi, saya harap, ini bisa jadi bahan renungan untuk kita.

Terima kasih untuk yang sudah menyempatkan membaca tulisan ini.

Diani Pavitri Rahasta
Jl Cisitu Lama 4B/160B Bandung
diani.pavitri.r@students.itb.ac.id
085259978714


(msh/msh)


Berita Terkait