Dan, sangat disayangkan. Dengan adanya kasus kriminalisasi KPK yang terus berlarut-larut masyarakat seperti diombang-ambing dalam kasus yang menyangkut POLRI dan KPK. Apalagi dengan adanya kisruh yang melibatkan dua lembaga pemerintahan yang besar yaitu antara KPK yang merupakan lembaga hukum besar spesialisasi kasus korupsi dengan POLRI yang seharusnya berperan sebagai pengawas dan aparat keamanan yang mengayomi masyarakat, memberantas semua ketidakadilan, dan semua bentuk kejahatan.
Tetapi, nyatanya sekarang KPK dan POLRI sendiri yang merupakan "tersangka" tindak kejahatan itu. Mereka terus saling mengejar satu sama lain seperti bermain kucing-kucingan. POLRI menangkap dan menjadikan tersangka Chandra dan Bibit. Sedangkan KPK mengejar Susno Duadji yang merupakan Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kasus itu kasus yang mengejutkan terjadi dengan Antasari Azhar yang dijadikan tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Padahal dulu masyarakat sangat bangga memiliki ketua KPK yang rajin memberantas korupsi tetapi malah dia sendiri yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan.
Dari beberapa kasus tersebut, masyarakat akan menganggap kinerja pemerintahan negeri ini hanya sandiwara belaka. Mereka akan menganggap bahwa banyak kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh pemerintah. Jika terjadi hal seperti ini, semakin lama semakin hancurlah negeri ini.
Maka dari itu, bercermin kepada kasus si atas, mulai detik ini seharusnya pemerintah dan semua elemen masyarakat mulai membangun kembali kejujuran agar terciptanya kehidupan yang sejahtera. Tak lupa untuk berpesan kepada pihak yang berwenang untuk mengatasi, meluruskan, dan menyelesaikan masalah kisruh KPK dengan POLRI, kasus korupsi, dan kasus kejahatan yang ada di negara Indonesia.
Corry Thursina RU
Jln AH Nasution BLK No 41 RT 01/01
Ujungberung Bandung
amie_smart_com@yahoo.com
085759932534
(msh/msh)
