Karena Pertanian Penjaga Masa Depan

Karena Pertanian Penjaga Masa Depan

- detikNews
Rabu, 02 Des 2009 18:05 WIB
Karena Pertanian Penjaga Masa Depan
Jakarta - Ketahanan pangan masih menjadi isu yang krusial sampai hari ini. Pada Konferensi Tingkat Tinggi yang diselenggarakan FAO di Roma baru-baru ini hampir semua pemimpin dunia yang hadir menunjukkan perhatian mereka yang serius pada masalah pangan ini.

Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Wakil Presiden Budiono menyatakan kesiapannya untuk menjadi salah satu supplier penting bagi ketersediaan pangan dunia. Untuk itu pemerintah Indonesia membuka diri yang seluas-luasnya bagi investasi di bidang agribisnis.

Meski ketahanan pangan menjadi perhatian bersama pemimpin dunia sayangnya dunia bisnis terlihat masih enggan untuk memasuki dunia pertanian. Pertanian masih dipandang sebagai bisnis marjinal yang kurang menguntungkan dan berisiko tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingkat harga yang berfluktuasi, tingginya ketergantungan pada iklim dan cuaca, sulitnya menjaga keberlanjutan seringkali menjadi alasan bagi para pebisnis non pertanian untuk memasuki bisnis pertanian.

Dunia pertanian kita sampai saat ini memang kurang memberikan gambaran yang menarik bagi para investor. Hal ini terjadi karena mereka pada umumnya hanya melihat kondisi hari ini dan berfikir untuk kepentingan jangka pendek. Mereka sering lupa mengenai peran dasar yang dimainkan oleh dunia pertanian.

Selain pertanian sudah menjadi tradisi dan budaya dari masyarakat Indonesia pertanian sesungguhnya merupakan prasyarat dari keberlanjutan hidup bangsa ini. Sampai saat ini manusia belum memiliki alternatif pangan lain untuk melanjutkan kehidupan kecuali dari apa yang diproduksi oleh petani.

Manusia belum menemukan bahan sintetis yang bukan berasal dari pertanian atau pun peternakan yang dapat dikonsumsi. Sehingga, aneh jika kita tidak mau menjaga dan mengembangkan dunia pertanian kita. Aneh jika begitu semangat "menggusur" petani-petani kita dari kehidupannya.

Di Jepang saat ini terdapat tren yang menarik. Para pebisnis non pertanian ramai-ramai berusaha memasuki bisnis pertanian. Saat perekonomian Jepang didera krisis sebagian perusahaan Jepang memberhentikan pegawainya. Namun, sebagian lain justru berfikir tentang solusi lain yang dapat dilakukan tanpa harus memecat pegawainya. Perusahaan-perusahaan ini memilih mengkaryakan pegawainya dalam ekpansi bisnis ke dunia pertanian.

Perusahaan-perusahaan di Jepang saat ini sudah berfikir bahwa pertanian bukan hanya sektor riil yang sangat penting bagi kehidupan. Melainkan juga dapat menjadi buffer yang efektif di masa krisis. Kenyataannya memang sektor pertanian terbukti sangat tahan krisis dibanding sektor-sektor lainnya.

Pada saat perusahaan-perusahaan otomotif dan perbankan memberhentikan pegawainya tidak ada perusahaan pertanian yang memecat pegawainya. Tidak ada petani yang pensiun dini karena krisis ekonomi. Karena memang sekrisis apa pun manusia tetap butuh produk-produk pertanian.

Di Jepang tidak mudah perusahaan non pertanian masuk ke sektor pertanian karena sektor pertanian di Jepang sangat dilindungi oleh pemerintah. Sebaliknya, di Indonesia, pertanian adalah sektor yang sangat terbuka bagi setiap pebisnis untuk masuk.

Oleh karena itu, sebelum perusahaan-perusahaan asing kembali masuk ke Indonesia dalam sektor pertanian, sebagaimana yang pernah terjadi di zaman penjajahan dulu, alangkah lebih baiknya jika perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai terjun secara intensif di sektor pertanian ini. Karena sesungguhnya pertanian adalah penjaga masa depan bangsa. Bahkan, penjaga masa depan umat manusia.

Mukhamad Najib
The University of Tokyo, 4-6-41 Shirokanedai, Minato-Ku
mnajib23@yahoo.com
+81-90-982-10-982

Penulis adalah dosen IPB dan sekretaris Indonesian Agriculture Science
Association (IASA)-Japan.



(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads