Selain itu masih ada wajah-wajah lama seperti Sri Mulyani (Menteri keuangan), Marie Elka Pangestu (Menteri Perdagangan), Purnomo Yusgiantoro (Menteri Pertahanan). Ada juga wajah lama namun menempati posisi yang berbeda salah satunya Hatta Rajasa (Menko
Perekonomian).Β
Sebagian pihak menilai susunan kabinet baru ini sudah tepat karena telah mencerminkan keterwakilan kelompok politik yang disandingkan dengan pelibatan orang-orang profesional. Masyarakat pun mempunyai harapan kabinet baru lebih banyak dari kalangan profesional sebagai bentuk keinginan kuat masyarakat agar ada perubahan dalam kinerja pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini bisa terlihat dari komposisi kabinet yang masih diisi oleh orang-orang neolib dan bahkan menduduki posisi kunci. Jadi, bukan tanpa alasan kenapa mereka dipilih.
Selain itu juga, undang-undang dan kebijakan yang ada masih kental dengan aroma neoliberalisme. Seperti UU SDA, UU Minerba, UU penanaman Modal, UU Ketenagalistrikan, UU Migas, UU Sisdiknas, UU kesehatan, dan lain-lain.Β
Β
Maka meski orang-orangnya banyak yang baru namun mereka hanya akan berjalan dalam kerangka sistem yang sudah dibentuk. Oleh karena itu selama ideologi kapitalisme neoliberalisme tetap dianut di negeri ini maka pergantian pemimpin dan kabinet tidak akan memberikan perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat.
Apakah kabinet pemerintahan saat ini akan pro kepada rakyat dan memperjuangkan kemaslahatan rakyat?
Β
Winda Yusmiati
Jln Gegerkalong Girang No 89 Bandung
windayusmiati@yahoo.co.id
085221703058
(msh/msh)











































