Kenyataan Pahit Pemuda

Kenyataan Pahit Pemuda

- detikNews
Kamis, 29 Okt 2009 09:37 WIB
Kenyataan Pahit Pemuda
Jakarta - Itulah Ikrar yang dibacakan para Pemuda Indonesia 81 tahun yang lalu. Pemuda ujung tombak masa depan. Pemuda motor penggerak bangsa dan Pemuda adalah harapan bangsa. Begitu banyak yang diharapkan dari seseorang pemuda. Namun, apakah pemuda-pemudi masa kini sudah melakukan hal-hal terbaik untuk menyambung tongkat estafet perjuangan dari pemuda zaman dahulu sebagai martir revolusi.

Fakta yang ada sekarang pemuda-pemudi masa kini banyak yang kurang perduli dengan keadaan sekitarnya. Kurang peduli dengan kondisi bangsanya dan lebih mementingkan kepentingan pribadinya. Survei membuktikan pemuda kini lebih senang menghabiskan waktu dengan internet untuk berinteraksi dengan teman-teman dunia mayanya melalui jejaring pertemanan seperti facebook, twitter, friendster, dan lainnya.

Sebuah harian yang terbit di Jakarta, (25/10/2009) melakukan survei terhadap pemuda (usia 16-30 tahun): 70% lebih senang berinteraksi sosial memperbanyak teman atau jaringan melalui dunia maya daripada dunia nyata. 24% memilih untuk bergabung dengan partai politik atau organisasi pemuda. 6 % netral. Ini membuktikan pemuda pemudi lebih asyik dengan dunia pribadinya dibandingkan memikirkan nasib bangsanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyakit remaja atau pemuda lainnya adalah pornoaksi pornografi. Ditemukan lebih dari 500 video porno dibuat dan diedarkan di Indonesia. Kebanyakan video amatir hasil rekaman kamera ponsel. Dan, parahnya sebanyak 90% pembuat video porno berasal dari kalangan anak muda. Dari SMP sampai mahasiswa. Sisanya dari kalangan dewasa.

Demikian hasil penelitian seorang Sony Set. Praktisi pertelevisian sekaligus penulis buku bertajuk, "500 plus, Gelombang Video Porno Indonesia". Belum lagi aksi tawuran di kalangan remaja hingga premanisme di kalangan kampus. Kemudian Narkoba yang menjerat pemuda pemudi sekarang. Hampir 75% pengguna narkoba adalah remaja (15 - 25 tahun). Dan seks bebas yang bebas berkeliaran di kalangan pemuda.

Penelitian Objectively Verifiable Indicators (OVI) SeBAYA Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur 2004 menunjukkan hasil bahwa para responden usia 15 - 24 tahun yang sudah melakukan hubungan seksual dengan satu orang atau lebih, yakni sebanyak 49 orang dari 360 responden. Padahal, seorang pemikir dari Beirut, Musthafa Al Ghalayaini berkata: "Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini."

Tidak hanya itu. Pemuda sekarang pun dihadapi oleh kenyataan pahit. Kekayaan alam kita yang dirampok oleh para investor asing. Kapitalisme yang menjadi biangnya. Krisis begitu kuat mencengkeram ekonomi negara. Pemerintah pun tak berkutik di bawah tekanan hutang luar negeri yang dikucurkan IMF atau Bank Dunia.

Harga BBM naik. Biaya pendidikan dan kesehatan mahal. Minyak tanah langka. Harga gas elpiji melonjak naik dan harga kebutuhan pokok terus menanjak. Dan, emas kita dikuasai pengusaha Freeport. Minyak, Gas Bumi, kita dikuasai Excon dan Shell. Sembilan puluh persen kekayaan minyak dan gas kita dikuasai oleh investor asing.

Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumber daya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya. Rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat

Wahai pemuda. Tetapkah kalian akan berdiam diri melihat ini semua. Tidak perduli dengan keadaan bangsamu yang secara nyata telah dijajah berpuluh-puluh tahun lamanya. Contohlah seorang panglima muda berusia 25 tahun pada masa kejayaan Islam Thariq bin Jiyyad  yang telah berhasil menaklukan Spanyol pada tahun 711 M hanya dengan 7000 pasukan berhasil mengalahkan 100.000 pasukan musuh.

Jadi sudah saatnya pemuda masa kini mengambil peran berkarya nyata dan berjasa demi Bangsa, Negara, dan Agama. Pemuda harapan umat. Jadilah Pemuda berprestasi dunia dan akhirat. Bukan hanya menjadi perusak bangsa.

Tinggalkan kehidupan yang merusak generasi muda sekarang. Tinggalkan pergaulan bebas, narkoba, dan tawuran. Kembangkanlah potensi diri untuk kemaslahatan Bangsa. Jadilah seorang inspirator umat. Pemuda bagian dari umat terbaik yang Allah turunkan ke tengah manusia.

Di tanganmu perubahan itu bisa diwujudkan. Di tanganmu kemaslahatan manusia dipertaruhkan. Di tanganmu pelangi masa depan Bangsa, Negara, dan Agama akan bersinar. Kembalikan kekayaan yang telah Allah anugerahkan. Dan, jadilah seorang martir revolusi. Agent of change.

Dinie az ZaHra
Surabaya
zahra_arrasyidah@yahoo.com
03177952370


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads