Pokoknya tahun ini dan lima tahun ke depan menteri-menterinya Pak Presiden ini gak akan digangggu sama "keributan-keributan kecil" di DPR. Enak gak tuh? Udah bisa jalan-jalan kerja juga gak diganggu. Paling asik deh sedunia. Presiden kita memang benar-benar berusaha sekuat tenaga, panggil siapa pun, bicara dengan manusia macam apa pun supaya kabinetnya bisa tenang.
Selama ini, lima tahun belakangan maksudnya, DPR yang berisi partai politik yang tidak dapat kursi menteri memang sering meributkan hampir semua kegiatan, kebijakan presiden dan kabinetnya. DPR yang suka ribut ini (tapi lupa mengurus diri sendiri), tidak bisa tidak, memang harus berhenti ribut kalau pemerintahan bisa jalan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernah gak menghidupkan keran air untuk ngisi bak mandi? Kita tak bisa sepenuhnya mengerjakan hal lain. Akan selalu ingat dan terpecah perhatian ke bak mandi tadi. Sebentar-bentar ke belakang nge-cek sudah penuh atau belum. Sebentar keluar. Sebentar masuk kamar mandi lagi. Keluar - masuk - keluar sampai pasti baknya penuh dan keran ditutup. Nah, memiliki pemerintahan selama lima tahun belakangan lalu itu seperti itu.
Presiden dan anak buahnya harus bolak-balik ke gedung DPR, bikin rapat, telepon sana-sini, kasih konsesi macam-macam. Membosankan dan menghabiskan waktu. Pemerintahan yang baik, menurut Pak Presiden (menurut saya), adalah pemerintahan tanpa keributan. Keran air tak perlu mengganggu konsentrasi. Nah, makanya penting untuk menjadikan semua partai sebagai teman.
Coba lihat di DPR. Partai mana yang tersisa untuk menjadi "lawan politik" pemerintah? Partai mana yang bisa "mengganggu" dan mengingatkan pemerintah? Hanya beberapa, itu pun kecil sekali. Oleh karenanya pemerintahan lima tahun ke depan harus dilihat dalam perspektif seperti ini: perspektif kabinet bersatu.
Bersatu benar-benar hanya satu. Tak boleh macam-macam. Supaya nahkoda gampang mengatur. Gampang konsentrasi, gampang kerja. Dan, untuk tujuan itu barangkali orang-orang yang suka kritik atau berpotensi besar mengkritik harus diam dulu. Jadi jangan heran kenapa beliau butuh wakil yang juga pendiam.
Harapan saya memang lima tahun ke depan presiden dan kapal besarnya (habisnya suka bikin istilah nahkoda sih, Pak Presiden) bisa bekerja maksimal. Menteri-menterinya aja banyak yang baru. Berarti ada harapan baru.
Masyarakat juga mengharapkan bisa tenang menyekolahkan puluhan juta yang tak bisa sekolah, orang miskin sanggup beli beras dan cabe. Sanggup sakit dan berobat murah. Membantu membangun mereka yang rumahnya hilang ditelan bumi dan digusur. Memecat pejabat negara yang korup dan menangkapi mereka. Memberi listrik dan air bersih bagi mereka yang tak pernah melihat Manohara dan Dewi Perssik di TV. Karena rakyat butuh hiburan juga.
Capek puluhan tahun miskin. Cuman bisa melamun mikir: enak yah zaman Pak Harto. Semua murah, tak ada demonstrasi, semua tenang. Nah, saya dari jauh membisik: psssssttt..... pak, bu, sekarang juga udah hampir mirip kok.
Redua Aganis
Jalan S Parman Sabang Aceh
audermansenn@yahoo.com
081232425141
(msh/msh)











































