Indonesia pada saat ini sedang tertimpa bencana. Kejadian gempa di Tasikmalaya yang menewaskan banyak orang telah menjadikan bulan Ramadhan ini terwarnai degan duka cita. Ibarat suatu badan apabila satu terkena bencana maka semuanya merasakan kepahitan yang dirasakan saudara-saudara kita di wilayah yang lain. Hal ini bisa sebagai ujian agar kita lebih bersabar atau pun bisa sebagai cobaan agar kita selalu mawas diri dan memperbaiki apa kekurangan bangsa kita.
Permasalahan yang kompleks telah melanda Indonesia beberapa tahun lamanya, permasalahan yang tidak kian selesai berkepanjangan, kemiskinan yang belum dapat banyak dituntaskan lagi, keadaan politik dan sosial yang terkadang mengalami fluktuasi dari masa ke masa. Belum lagi kasus bom yang baru bulan kemarin melanda negara kita. Dan, berbagai masalah sosial lainnya yang terjadi dari lapisan bawah hingga lapisan atas bangsa kita ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semuanya bersumber dari unit terkecil. Dari para penggerak negara ini. Merekalah yang akan mewarnai negara. Merekalah yang akan memberikan dampak kepada Negara. Apa itu baik atau pun buruk. Semuanya tergantung kepada para pewarna itu.
Momentum Ramadhan menginginkan kita untuk mendapatkan output 'ketaqwaan'. Dalam artian luas ia bisa diartikan menjadi seorang warga negara yang baik yang memberikan dampak positif kepada negara. Paling tidak kita tidak membuat kerusakan di bumi pertiwi ini. Setiap orang memberikan kontribusinya masing-masing secara kecil atau pun besar. Hingga mewujudkan warga negara yang berjamaah membangun bangsanya.
Pembangunan sebuah bangsa seyogyanyalah dibangun melalui berbagai sisi. Ia melibatkan para ekonom, politikus, pendidik, pedagang, teknokrat, hingga seniman untuk berjamaah membangun bangsa. Masing-masing memberikan kontribusinya walaupun kecil hingga menciptakan suatu team work besar yang mempunyai satu arah tujuan: membagun bangsa kita yang sedang terpuruk ini.
Kebangkitan haruslah dimulai dari diri kita dahulu. Kebangkitan tidak akan datang secara tiba-tiba tanpa sebab. Apabila bangsa ini ingin bangkit ia semestinya mengadakan perubahan dahulu. Barulah perubahan itu akan datang dan memberikan dampak yang positif bagi bangsa. Dan, kita dapat keluar dari keterpurukan dan penguasaan negara lain terhadap bangsa kita.
Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk mengadakan perubahan besar ini. Dimulai dari perubahan dari unit terkecil, dari sumber mata air tersebut, dari para penggerak bangsa ini. Barulah air itu akan bersih secara perlahan. Perubahan dapat dimulai dari diri kita kemudian keluarga kita. Seandainya setiap kapala keluarga menjaga keluarganya maka itu akan mewujudkan suatu manajemen bottom up yang efektif. Dan, akhirnya manajemen hingga ke skala yang terbesar yaitu negara.
Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Marilah kita manfaatkan momentum yang berharga ini dan kita kontinukan pedidikan yang kita dapat ke bulan-bulan yang lain. Perubahan besar dimulai dari perubahan kecil. Bangkitlah bangsaku.
Agung Kusuma Sikumbang
International Islamic University Malaysia, Gombak.
agungkusuma.wordpress.com
azemmutawakkil@gmail.com
(msh/msh)











































