Pembaca Berita Kepada Berita

Pembaca Berita Kepada Berita

- detikNews
Jumat, 11 Sep 2009 18:40 WIB
Pembaca Berita Kepada Berita
Jakarta - Posisi dan fungsi news anchor atau pembaca berita tampaknya mulai berubah. Sejatinya tugas mereka adalah menyampaikan informasi kepada pemirsa televisi melalui berita-berita yang telah disiapkan. Atau jika ada sesi wawancara mereka bertugas untuk menggali informasi dari pihak yang diwawancarai agar pemirsa televisi dapat mengambil informasi yang bermanfaat.

Namun, saat ini saya memperhatikan posisi dan fungsi mereka telah banyak bergeser. Posisi mereka sepatutnya sebagai pihak yang netral dan tidak memihak kepada salah satu pihak yang terkait dalam informasi atau berita yang ditayangkan. Yang terjadi saat ini adalah news anchor lebih banyak terbawa emosi dan mencetuskan pendapat-pendapat yang terdengar memihak.

Hal tersebut saya saksikan dalam Kabar Petang TVOne (Senin, 24/8/2009) yang dibawakan oleh Indiarto Priadi dan Rahma Sarita. Dalam Kabar Petang tersebut ditampilkan berita mengenai klaim Malaysia atas Tari Pendet dari Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu tayangan yang ditampilkan adalah penjelasan dari pihak Malaysia bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan iklan pariwisata yang menampilkan Tari Pendet tersebut yang saat ini beredar adalah iklan dari pihak swasta yang tidak terkait dengan Pemerintah Malaysia sama sekali.

Setelah tayangan tersebut usai Rahma Sarita yang tampak terbawa emosi mulai mengeluarkan statemen-statemen yang sama sekali tidak netral. Ia menyebutkan bahwa "tidak mungkin ada iklan yang keluar tanpa persetujuan pemerintah" dengan nada yang cukup nyinyir.

Kemudian Indiarto Priadi mengiyakan namun dengan pembawaan yang lebih tenang. Dan, pada akhirnya Rahma Sarita mengakhiri pendapatnya dengan mengemukakan pendapat pribadi, "wah, harusnya pemerintah Malaysia tahu, siapa yang mengorder iklan, menandatanganinya."

Statemen-statemen tersebut menurut saya terlalu menunding dan memojokkan Pemerintah Malaysia dalam kasus klaim Tari Pendet tersebut tanpa tahu duduk permasalahan yang sebenarnya terlebih dahulu.

Iklan yang menampilkan Tari Pendet tersebut adalah bagian dari acara di saluran Discovery Channel yang berjudul Enigmatic Malaysia. Mengingat iklan tersebut adalah bagian dari saluran televisi yang bukan milik Malaysia bisa saja memang iklan tersebut diorder dan dibuat oleh pihak swasta yang tidak terkait dengan pemerintah Malaysia.

Semestinya Rahma Sarita dan Indiarto Priadi tidak mengeluarkan statemen atau opini pribadi yang hanya memihak pada salah satu sisi. Pada kasus ini adalah Pemerintah Indonesia. Saya bukan ingin membela pemerintah Malaysia atau menuding siapa pun.

Namun, saya hanya ingin meluruskan posisi news anchor atau pembawa berita yang seharusnya tampil netral. Bukan malah mengeluarkan pendapat pribadi yang dapat membentuk opini publik atau pemirsa yang menyaksikannya.

Pada akhirnya harus diingat bahwa pemirsa televisi menonton acara berita untuk mendapatkan informasi. Bukan untuk mendapatkan provokasi.

Primo Rizky
Jl Tebet Timur Dalam VI C No 6 Jakarta
primorizky@gmail.com
08561012056


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads