Gempa dan Tuhan Tidak Marah

Gempa dan Tuhan Tidak Marah

- detikNews
Kamis, 10 Sep 2009 17:42 WIB
Gempa dan Tuhan Tidak Marah
Jakarta - Kita sedih dan takut bila tiba-tiba terjadi musibah datang. Bahkan silih berganti. Kita saksikan baik langsung mau pun melaui media cetak dan elektronik di negeri kita. Belum lagi musibah kehidupan pribadi dari kita Bangsa Indonesia bahkan di dunia.

Apa makna dan signal apa yang telah terjadi ini. Mungkinkan Tuhan/ Allah yang menciptakan alam ini murka terhadap penghuninya. Atau memang gejala alam biasa. Terjadi pergeseran pergerakan bumi karena adanya pergerakan benda-benda yang ada di dalamnya.

Melihat kejadian-kejadian musibah tak pernah tidak meneteskan air mata kita atas penderitaan bagi saudara yang terkena musibah tersebut. Katakan 7.3 skala richter gempa bumi Tasikmalaya beberapa hari lalu, menghentakkan kita semua, dan terasa getarannya pula ke Jakarta. Bahkan penulis pun ikut terasa pusing dan mual karena getaran. Padahal cukup jauh dari Jakarta. Dan, marilah kita tambahkan sedikit pengetahuan kita tentang makna musibah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timbul pertanyaan. Apakah sudah jarangkah kita berdoa, dan menjalankan puasa secara khusuk. Atau ada doa pemimpin yang ditolak dan tak pandai berdoa karena orang-orang yang berpuasa dan pemimpin yang bijaksana kalau ia berdoa dijamin dikabulkan Allah SWT. Atau doa orang teraniaya yang terkabul minta didatangkan musibah. Allahualam. Marilah kita renungkan bersama makna musibah ini.

Pernah terjadi perdebatan seru. Yang dipersoalkan adalah bila seseorang tertimpa musibah apakah berarti Tuhan sedang marah kepadanya. Mayoritas orang di situ mengatakan ya. Namun, ada di antara mereka yang melawan arus dengan berpendapat, bahwa tidak bisa selalu diartikan kalau musibah itu semata-mata murka Allah SWT. Allah tidak kejam, katanya bersemangat. Menurut dia lagi, musibah Allah itu mempunyai beberapa arti yang hanya Dia saja yang tahu.

Pertama, musibah itu memang boleh jadi merupakan hukuman Allah atas pembangkangan yang dilakukan manusia yaitu sebagai peringatan bagi yang bersangkutan agar segera bertobat. Kedua, musibah itu merupakan 'pencucian dosa' atas kesalahan yang dahulu pernah dilakukan. Manusia yang masuk dalam golongan musibah tipe pertama, bila tidak sempat bertobat, sangat merugi. Karena di dunia dia di hukum, di akhirat pun dia tidak luput menerima hukuman.

Sedangkan manusia yang masuk dalam golongan musibah tipe kedua, yaitu orang-orang yang bertakwa, dia sebenarnya "beruntung'. Karena, musibah itu baginya berfungsi sebagai penebus dosa-dosanya, sehingga dengan demikian kesalahannya itu tidak akan diperhitungkan lagi di akhirat nanti.

Ketiga, makna musibah ketiga ini, yaitu sebagai ujian kenaikan peringkat di sisi Allah. Hal ini jelas nampak pada diri Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad adalah orang yang paling dicintai Allah, sekaligus orang yang paling berat menerima musibah musibah-Nya.

Oleh karena itu, masih menurut yang 'melawan arus' ini, kita harus yakin bahwa apa pun musibah yang menimpa diri kita pada hakekatnya adalah baik. Tuhan tidak marah. Justru Dia sebenarnya ingin menolong agar kita terhindar masuk ke neraka.

Masalahnya berpulang kepada kita sendiri. Mampu atau tidak kita menterjemahkan "signal" Allah itu. Firman Allah SWT dalam Al-Anfal (8): 51: "Demikian itu disebabkan karena perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hambaNya." Sesungguhnya Allah SWT tidaklah menetapkan suatu keputusan kecuali akan berakibat baik kepadanya (HR Ibnu Hibban dari Annas).

Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka didahulukan baginya hukuman di dunia (berupa musibah dan kesusahan agar terhapus dosa-dosanya) dan apabila Dia menghendaki keburukan pada hamba-Nya, maka Dia akan menahan darinya (membiarkannya) dengan dosa-dosanya sehingga (dosa-dosa tersebut) dibalas pada hari kiamat (HR Turmudzi).

Berguna bagi kita untuk melihat dunia nyata. Banyak bencana dunia setiap saat mengancam kita.…Waspadalah. Tuhan tidak Marah. Cuma kita lupa mengingat dan mensyukuri nikmatnya. Apa saja musibah yang sudah kita alami misalnya.

Tiba-tiba miskin, tiba-terpisah dari keluarga, tiba-tiba kena dampak kecelakaan karena tidak waspada, musibah kebakaran, kebanjiran, gunung meletus, tsunami, gempa bumi, selalu merugi, tidak dapat kasih sayang dari manusia dan lain-lain.
Banyak sekali kita hadapi sehari-hari.

Ya Allah. Semoga hamba dan saudaraku pembaca terhindar dari musibah dan dapat menikmati kehidupan ini, dan kita saling mendoakan agar terhindar dari "petaka atau musibah dunia atau tidak terkena teguran Allah SWT. Amin."

Ermas Andico Syamda
Jl Gandaria I No 17 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
ermasandico@yahoo.com
081213870909



(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads