Bank Century: Seberapa Penting Bagi Stabilitas Ekonomi

Bank Century: Seberapa Penting Bagi Stabilitas Ekonomi

- detikNews
Rabu, 09 Sep 2009 09:31 WIB
Bank Century: Seberapa Penting Bagi Stabilitas Ekonomi
Jakarta - Baru-baru ini ekonomi Indonesia dikejutkan penutupan Bank Century oleh pemerintah yang kemudian berakhir dengan penyuntikan dana sebesar Rp 6,7 triliun. Menjadi pertanyaan adalah benarkah kebijakan ini untuk alasan stabilitas perekonomian. Berkaca pada krisis ekonomi Indonesia 1997/1998 tampaknya alasan pemerintah adalah demi mencegah risiko sistemik perbankan.

Masih segar dalam ingatan kita besaran biaya penanggulangan krisis ekonomi 1998 yang menurut kalkulasi IMF (2000) mencapai 12% GDP Indonesia. Dalam konteks Bank Century pemerintah melihat bahwa pembekuan akan menciptakan ekspektasi negatif padaΒ  perekonomian Indonesia.

Tampaknya pemerintah memang mengalami trauma berat berkaca pada krisis 98. Saat itu setelah pembekuan 16 bank terjadi penarikan dana besar-besaran (bank runs) disertai dengan pelarian modal keluar (capital outflows). Namun, dalam konteks Bank Century pembekuan terjadi karena moral hazard pemilik bank (internal factor) bukan dipicu external shock.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun demikian pemerintah melihat perekonomian secara keseluruhan dan terintegrasi satu sama lain sehingga penyelamatan mutlak dilakukan. Penyelamatan Bank Century cukup penting dalam perspektif menjaga stabilitas perekonomian. Stabilitas ekonomi terkait dengan stabilitas internal yang tercermin dari stabilitas harga, dan stabilitas eksternal yang tercermin dari stabilitas nilai tukar. Sayangnya kedua stabilitas tersebut berkaitan satu sama lain dengan stabilitas di sistem perbankan.

Kita ketahui sejak liberalisasi sektor keuangan dan globalisasi, sektor keuangan, termasuk di dalamnya perbankan berfungsi tidak hanya sebagai lembaga intermediasi. Namun, juga sebagai lembaga investasi. Perbankan memposisikan dirinya tidak hanya sebagai tempat menabung tetapi juga tempat menanamkan deposito dan beberapa investasi keuangan.

Selain itu sektor perbankan juga telah mulai memasuki intrumen derivatif dengan menggunakan dana pihak ketiga untuk diinvestasikan ke pasar uang atau pasar saham. Semuanya itu dilakukan perbankan dalam rangka menambah kapasitas modal dan upaya untuk pengembangan institusi.

Dengan struktur demikian kegagalan dalam system perbankan secara otomatis akan mengganggu lalu lintas perekonomian. Bila terjadi secara sistemik maka akan memicu terjadinya krisis perbankan (banking crises).

Bank Century sebagai bagian dari sistem perbankan merasa perlu segera diobati. Bilamana tidak akan merasuki dan menganggu efektivitas kinerja dalam sistem perbankan. Walaupun terkesan terlambat namun langkah penyelamatan oleh Bank Indonesia merupakan langkah pragmatis yang tepat. Keterlambatan Bank Indonesia secara teori dapat dibenarkan, mengapa, karena secara teori Bank Century tidak memberikan pertanda (signal) akan terjadi default.

Kita tidak melihat adanya penarikan nasabah besar-besaran sebelum Bank Century diketahui bermasalah. Jumlah kecukupan rasio perbankan sesuai standar Bank Indonesia sebesar 8%. Bahkan, Bank Century telah mengikuti aturan dengan melakukan penjaminan atas simpanan nasabah hingga Rp 2 miliar. Sehingga, memang tidak ada yang keliru bila Pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia terlambat mendeteksinya.

Namun, adalah keputusan yang tepat dengan penyuntikan dana sebab:
(1) Menghindari sentimen negatif pasar akan masa depan ekonomi Indonesia.
(2) Menghindari self fulfilling crises. Artinya krisis terjadi karena didorong oleh ekspektasi negatif para pelaku ekonomi di tengah fundamental ekonomi yang kuat. Krisis ini pernah terjadi di Mexico tahun 1994 dan Venezuela 1993.
(3) Mencegah efek penularan secara sistemik dalam bentuk pengalihan dan penarikan dana berlebihan serta mencegah terjadinya pelarian modal, dan terakhir,
(4) Menjaga eksistensi dan kredibilitas Bank Indonesia sebagai the lender of the last resort yang tidak hanya mengawasi perbankan namun juga menjamin stabilitas pada sistem perbankan.

Pengawalan Bank Indonesia ternyata mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah kasus kegagalan Bank Century. Hal ini ditandai dengan tidak adanya kejutan yang berarti pada nilai tukar, pasar saham, dan sentimen pasar tetap positif. Dengan demikian langkah penyelamatan Bank Century dapat berhasil dalam menjaga stabilitas perekonomian. Tetapi, pertanyaan berikutnya adalah: seberapa pentingkah penyelamatan ekonomi rakyat terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Dimas Bagus Wiranata Kusuma
Kandidat Master International Islamic University Malaysia
Direktur Humas Islamic Economic Forum for Indonesian Development (ISEFID)


(msh/msh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads