Dapat dipastikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Budiono menjadi presiden Republik Indonesia (RI) periode 2009 - 2014. Atau kali kedua SBY memimpin. Segenap pentolan tokoh partai pendukung koalisi SBY - Budiono resah lantaran tercium sejumlah pimpinan partai politik (parpol) dari partai lawan yang kalah mulai mendekati menuju deal khusus yang memungkinkan kader mereka bakal duduk di pemerintahan mendatang.
Tak heran jika salah satu pimpinan peserta parpol koalisi dengan nada bijak mengungkapkan " ... angan berlayar di atas keringat orang lain" artinya mereka tak segan-segan memotong jalur bagi siapa saja yang ingin menjadi pahlawan kesiangan hendaknya dibuang jauh-jauh. Apalagi bagi para politisi yang memegang teguh tidak ada istilah oposisi dalam kabinet presidentil. Sungguh aneh.
Barangkali sudah menjadi hukum alam setiap partai yang berkuasa akan mengalami kehancuran jika partai tersebut tak lagi menggenggam dan menjalankan aspirasi rakyat. Dan, sudah sewajarnya bagi setiap parpol yang kini dipercaya oleh rakyat memegang prinsip sesuai dengan visi dan misi yang telah dijanjikan kepada rakyat sewaktu kampanye untuk tidak mengabaikan amanah.
Memang menjadi hak perogratif SBY untuk menyusun kabinetnya, dan 22 parpol peserta koalisinya yang selama ini telah bekerja keras hingga mengorbankan mesin politiknya hanya berfungsi sebagai pengusul nama. Padahal, seharusnya para parpol ini punya kewajiban mendorong terealisasinya kontrak politik yang sudah disepakati dan ditandatangani sebelumnya. Agar tidak terjadi miss komunikasi politik ke sekian kalinya seperti sesaat sebelum SBY menunjuk Budiono sebagai pasangannya yang sempat membuat "keresahan sejumlah partai koalisi".
Kita tidak menafikkan ada sejumlah tokoh di luar partai koalisi mempunyai pengalaman dan kemampuan menjalankan roda pemerintahan. Tapi, dalam hal ini modal dasar kepercayaan dari masyarakat adalah harga mati.
Kita tidak ingin mengulang kabinet remang-remang yang hanya sebagai tunggangan beroleh kekuasaan. Inilah saatnya kabinet diisi oleh partai atau tokoh yang benar-benar memperjuangkan reformasi dan berlatar belakang bersih, jujur, serta mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. (dea)
Dwi Eka A
Jl Batan Raya Lebak Bulus Jakarta Selatan
ymku21@yahoo.com
021-92114002
(msh/msh)











































